Lupa Sandi?

Mengapresiasi Prestasi ala Purwakarta

adli hazmi
adli hazmi
0 Komentar
Mengapresiasi Prestasi ala Purwakarta

Bagi seorang anak sebuah ungkapan apresiasi akan pencapaian dan prestasi yang dimilikinya mempunyai arti yang luar biasa. Banyak anak yang makin terobsesi untuk meraih prestasi lebih. Seperti rangsangan hormon endorfin, ungkapan pujian apresiasi telah memberikan rasa bahagia kepada anak.

Ada banyak cara untuk mengungkapkan apresiasi terutama bagi orang tua kepada sang anak. Namun ungkapan apresiasi dari Bupati Purwakarta kepada anak-anak penerus bangsa dari daerah tersebut agaknya berbeda.

Dimulai pada tanggal 1 Maret 2017, bendera-bendera negara Asia yang ada di jalan protokol di Purwakarta telah diganti dengan poster berukuran 160 X 160 cm berisi foto anak-anak yang sedang tersenyum lengkap dengan kata-kata bernuansa Purwakarta.

Foto anak di jalan Purwakarta (sumber : Arah.com)
Foto anak di jalan Purwakarta (sumber : Arah.com)

Beberapa kata-kata yang ditulis dengan bahasa lokal seperti “Reueus Linggih di Purwakarta” yang berarti bangga tinggal di Purwakarta atau kata yang lain seperti “Purwakarta Loba Carita” yang berarti Purwakarta banyak cerita.

Baca Juga

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kata-kata yang dipajang tersebut murni dari si anak itu sendiri. ”Kata-kata itu murni dari anak-anak sekolah, tanpa di-setting gurunya” ujar Dedi di rumah dinasnya ketika diwawancarai oleh media.

Terkait dengan foto anak-anak yang dipajang tersebut, rupanya anak-anak tersebut adalah pelajar berpretasi dari tingkat SD hingga SMA. Kebijakan ini agaknya terlihat lain dari biasanya karena setiap prestasi baik akademik maupun non akademik tetap dipajang. Dedi mengaku sengaja mengeluarkan kebijakan itu untuk memberi ruang kepada siswa sekolah untuk eksis di depan publik.

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, saat ini sudah terdapat 183 poster yang di pasang di Jalan Soedirman Purwakarta. Nantinya direncanakan diperluas di jalan-jalan protokol Purwkarta hingga ke Cikopo.

Purwanto juga mengatakan bahwa apresiasi ini juga membuat anak-anak Purwakarta bahagia. “Anak-anak membutuhkan ruang ekspresi. Mereka kalau lihat foto-fotonya terpampang, senang. Senyum-senyum polos dari anak-anak yang ikhlas, bahagia. Masyarakat yang melihat juga ikut senang melihat anak-anak Purwakarta tersenyum bahagia,” ucapnya kepada media.

Untuk orang tua yang ingin mengikut sertakan anaknya dalam program ini cukup ke Dinas Pendidikan Purwakarta dan mengisi foto serta menyerahkan foto lengkap dengan kata-kata tentang Purwakarta.

Hingga saat ini respon yang diberikan masyarakat terkait program ini terbilang sangat baik sehingga banyak orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya untuk program ini.

Foto-foto pelajar (sumber : Arah.com)

Program seperti ini agaknya perlu dicontoh oleh beberapa daerah lain karena apresiasi yang nyata seperti ini dapat memicu seorang anak untuk lebih giat lagi meraih prestasi. Bukan hanya sang anak yang bahagia, orangtua pun akan ikut bangga terhadap anaknya karena setiap melintasi jalan, mereka dapat menjumpai foto anak mereka.

*Diolah dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga40%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli10%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau20%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADLI HAZMI

Coffee addict, travel and sport enthusiast. a person who really likes international politics. Follow my Instagram @adli_hazmi ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara