Lupa Sandi?

Nasihat Inspiratif Bung Karno yang Akan Menyadarkan Kamu Pentingnya Arti Indonesia

Arif Gunawan
Arif Gunawan
0 Komentar
Nasihat Inspiratif Bung Karno yang Akan Menyadarkan Kamu Pentingnya Arti Indonesia

Siapa yang tidak mengenal Bung Karno? Ya, dialah salah satu pendiri negara Indonesia dan juga presiden pertama Indonesia. Banyak nasihat inspiratif yang sering ia lontarkan, khususnya untuk generasi muda. Berikut ini diantaranya.

1. "Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri."

https://pixabay.com/en/great-fountain-geyser-yellowstone-65782/

2. "Aku tinggalkan kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya."

https://pixabay.com/en/sunrise-yellowstone-lake-sky-clouds-1618711/

3. Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964)

https://pixabay.com/en/yellowstone-national-park-wyoming-1581879/

4. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”(Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)

5. “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”

6. “Apakah kelemahan kita adalah kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita asalnya adalah rakyat gotong royong.”

7. “Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.”

8. “Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.”

9. “Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan tegaknya.”

10. “Tidak ada bangsa menjadi bangsa yang besar, yang rakyatnya adalah kecil dan sempit dalam hati dan tindakan.”

11. “Bangsa yang tidak segan menumpahkan darahnya di masa pertempuran, tak segan mengucurkan keringatnya di masa pembangunan.”

Intinya adalah bahwa nasib bangsa kita ke depannya berada di tangan kita sendiri.

Pilih BanggaBangga71%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi29%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ARIF GUNAWAN

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

ARTIKEL TERKAIT

Selangkah Lagi, Banyuwangi !

Akhyari Hananto2 tahun yang lalu

Jalan yang Tak Lagi Sepi

Akhyari Hananto2 tahun yang lalu

Perang Khas Manggarai, Penentu Kesuburan Lahan

Bagus Ramadhan2 tahun yang lalu

Sepeda Tenaga Surya Trendi dari Bandung

Akhyari Hananto2 tahun yang lalu

Menjadi Manusia Air, dengan Sea Walker

Asrari Puadi2 tahun yang lalu
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie