Indonesia saat ini sedang mengalami peningkatan massive akan perusahan start up. Hal ini menunjukkan bahwa anak bangsa sadar betul bahwa mereka mampu menciptakan usaha sendiri. Dengan mendirikan usaha sendiri, maka anak bangsa pun berkontribusi besar akan perekenomian Indonesia.

Ada banyak jenis start up di Indonesia, dari mulai transportasi, media, dan lain sebagainya. Start up yang satu ini terbilang unik karena bukan hanya memecahkan masalah akan peningkatan pendidikan, namun juga membantu anak-anak belajar dengan nyaman.

LesGood, adalah start up penyedia jasa les privat yang saat ini sedang sangat berkembang di Indonesia. Usaha ini bertujuan untuk membantu anak bangsa dalam berbagai bidang mulai dari akademis hingga non akademis.

Imam Baihaqi Aba, adalah sosok dibalik LesGood. Sebagai pendiri startup dirinya mengaku pernah mengalami jatuh bangun dalam hidupnya sampai bangkrut dan tidak bisa membiayai karyawan. Berkuliah di dua kampus sekaligus yakni UGM dan UII, ia bercerita bahwa awal mula adanya LesGood ini karena pernah bangkrut kala dirinya punya usaha pengadaan  logistik  selama 2 tahun.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Imam Baihaqi Aba bersama dua rekannya dalam kunjungannya di Hong Kong

Dalam kebangkrutannya, pemuda berusia 22 tahun yang juga seorang guru ngaji ini prihatin karena banyak anak yang ingin belajar ngaji namun tidak ada mentor yang mengajari. Ternyata dibalik kebangkrutan dirinya terdapat titik cerah yang diberikan Tuhan. Dirinya berpikir untuk membantu banyak orang, ia kemudian mengambil les IT karena tujuannya adalah membuat perusahaan start up.

Mendirikan LesGood ini juga terinspirasi oleh salah satu startup digital penyedia jasa ojek di Indonesia. Pada akhirnya ia merekrut beberapa orang yang memiliki visi yang sama dengannya. Mulailah perencanaan selama 7 bulan dimulai 1 januari 2015. Kemudian, pada awal Agustus diluncurkanlah  perusahaan  LesGood ini yang berbasis online.

Euforia masyarakat ternyata sangat positif dan orderan mulai banyak dan direkrut lah pengajar-pengajar yang mau bekerja paruh waktu. Profit pun dibagi secara adil antara perusahaan dan karyawan (pengajar) dengan pembagian 80% untuk pengajar dan 20% untuk perusahaan. Pembagian ini didasarkan akan keinginan dirinya agar adil,”pembagian secara syariah adalah prinsip saya sehingga tidak ada pihak yang semua baik karyawan dan perusahaan sejahtera,” ujarnya.

Hingga saat ini  LesGood telah berkembang di 7 kota di Indonesia dengan 400 pengajar dan 8 kategori hal yang diajarkan. Mulai dari bidang akademis seperti IPA, IPS, Matematika, Fisika hingga yang non akademis seperti beladiri dan musik.

Les Good (sumber : LesGood website)
Les Good (sumber : LesGood website)

Semua pengajar rata-rata adalah mahasiswa  namun ada juga yang sudah bekerja, setiap orang yang ingin menggunakan jasa guru privat online ini dapat memesan via aplikasi yang didownload di playstore maupun via website. Pengajar yang bekerja di lesGood pun memiliki rating yang dapat dilihat sebagai pertimbangan, persis seperti aplikasi ojek online. Sehingga calon murid pun dapat mengetahui profile sang guru terlebih dahulu. 

*GNFI

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu