Ada Rahasia Menarik di Balik Nama Pempek

Ada Rahasia Menarik di Balik Nama Pempek

©pempeklince.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Siapa yang tak kenal dengan Pempek, Makanan khas Palembang yang berasal dari olahan ikan ini merupakan salah satu dari sekian banyak primadona kuliner Indonesia. Sudah menyebar dimana – mana. Sejalan dengan popularitasnya, ternyata nama Pempek memiliki sejarah yang unik. Siapa sangka, nama yang selama ini kita kenal adalah bukan nama asli dari Pempek?

"Di masa Kesultanan Palembang, pempek disebut kelesan. Kelesan adalah panganan adat di dalam Rumah Limas yang mengandung sifat dan kegunaan tertentu. Dinamakan kelesan juga karena makanan ini dikeles atau tahan disimpan lama," kata pemerhati sejarah Palembang, KMS H Andi Syarifuddin seperti dilansir dari kompas.com.

Ada beberapa versi mengenai asal muasal Pempek, yang rupanya berkaitan dengan keberadaan orang – orang Tionghoa di Kota Palembang. Palembang pada saat itu memang merupakan salah satu destinasi utama orang – orang dari negeri tirai bambu tersebut. Keberadaan orang – orang Tionghoa di Palembang sudah bermula sejak abad 16 silam, dimana penguasa Palembang saat itu adalah Sultan Mahmud Baharuddin II di Kesultanan Palembang – Darussalam.

Penjual Pempek di masa kini (kompas.com)
Penjual Pempek di masa kini (kompas.com)

Sebagian mengatakan bahwa Pempek awalnya dibuat oleh orang Tionghoa, ada pula yang mengatakan bahwa Pempek dibuat oleh orang Palembang. Pempek atau Kelesan ini awalnya dibuat oleh orang asli Palembang. Sementara penjualannya diserahkan ke orang – orang Tionghoa yang bermukim di sana. Para warga keturunan Tionghoa ini memang dikenal sebagai pedagang yang ulung. Sejak 1916, Kelesan dijual dari kampung ke kampung.

Lantas, bagaimana awal munculnya nama Pempek?

Usut punya usut, nama Pempek berasal dari sebutan para pembeli kepada pedagang yang menjajakan kelesan. Empek/Apek adalah sebutan yang disematkan kepada para lelaki dewasa di keturunan Tionghoa. Dan biasanya, para pedagang yang menjajakan kelesan adalah lelaki keturunan Tionghoa.

"Para pembeli yang biasa membeli kelesan, dan rata-rata anak muda. Sering memanggil penjual kelesan dengan kalimat, 'Pek, empek, mampir sini!'," cerita Andi. Seiring berjalannya waktu, sebutan Pempek ini akhirnya menjadi lebih populer dibanding Kelesan, nama asli makanan tersebut. Mungkin dikarenakan menyebutnya jauh lebih mudah dibanding penyebutan Kelesan.

ragam jenis pempek (malangtoday.com)
ragam jenis pempek (halomalang.com)

Sejalan dengan perkembangan perubahan namanya, Pempek mulai dikenal dengan berbagai bentuk dan campuran. Pempek Kapal Selam, Pempek Lenjer, hingga Pempek Pistel merupakan sebagian kecil dari varian makanan ini. Pamornya pun kian meroket sebagai salah satu ikon kuliner nusantara, dimana kita bisa dengan mudah menemukan makanan ini di berbagai sudut negeri.


Sumber : kompas.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga38%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau36%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sebuah Bukti Kekayaan Budaya Manusia Purba di Asia Tenggara Ada di Indonesia Sebelummnya

Sebuah Bukti Kekayaan Budaya Manusia Purba di Asia Tenggara Ada di Indonesia

6 Fakta Menarik Eks Bandara Kemayoran, dari Perselingkuhan, Tintin, Sampai Perang Dunia II Selanjutnya

6 Fakta Menarik Eks Bandara Kemayoran, dari Perselingkuhan, Tintin, Sampai Perang Dunia II

Thomas Benmetan
@thomasbenmetan

Thomas Benmetan

http://benmetan.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.