Karya-karya desain Indonesia menarik perhatian dunia. Sebab sejak 4 April sampai dengan 9 April mendatang di ajang Tortona Design Week, Milan bakal menampilkan berbagai karya desainer-desainer hebat dari Tanah Air.

Keikutsertaan Indonesia dalam Tortona Design Week yang merupakan bagian dari Milan Design Week yang terhubung dengan event besar Salone Del Mobile ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Indonesia dalam mengangkat sektor ekonomi kreatif. Sebab pada ajang tahun ini Indonesia untuk pertama kalinya mendapat kesempatan untuk membuka paviliun mandiri, di jantung desain kota Milan, tepatnya di Via Tortona 31, sector 17.

Sebagaimana rilis yang diterima GNFI, Selasa (4/4/2017) dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) disebutkan bahwa desainer-desainer yang diterbangkan untuk melakukan pameran di Milan telah melalui tahap seleksi secara ketat namun tetap terbuka dan dilakukan oleh kurator yang kredibel.

Tugas kurator dalam menyeleksi karya pun penuh tantangan, sebab produk harus mampu menampilkan elemen-elemen keindonesiaan lewat bahan baku, teknik dan motif termasuk harus diproduksi secara lokal. Selain itu aspek modernitas juga menjadi pertimbangan karena diharapkan produk-produk yang ditampilkan dapat menampakkan persepsi baru tentang desain-desain dari Indonesia.

Hasilnya adalah keberagaman dalam satu kesatuan tema yang menampilkan berbagai kekayaan Indonesia. Seperti rotan, kayu, kain tenun, motif batik, etnik dan kultur dari Tanah Air dalam bentuk meja, kursi, sofa, ataupun home decor seperti produk elektronik, piring, produk keramik, bantal, kursi, karpet, patung, lampu, puzzle hingga gitar. Seluruhnya meskipun menampilkan wajah Indonesia yang khas, namun tetap terlihat modern.

Pavilion Indonesia sendiri didesain secara elegan dengan menampilkan sentuhan lansekap dan tipografi yang berbukit dan bergunung-gunung serja permukaan lantai yang disusun menarik menyerupai terasiring. Desain ini dibuat oleh Alvin Tjitrowirjo dengan tujuan untuk membuat pengunjung mencerna apa maksud dari desain dan dari manakah paviliun tersebut.

Indonesia is known for its craftmanship. Our country is made with our hands not machines. This is what we want to show with our furniture pieces, handmade process is something used to be the only choice of making in the past, underappreciated in the present, and will be rare in the future. Its important that we should stick to our roots and respect our culture because with globalisation its very easy to loose one's identity. So to keep our culture sustain, as designers we need to utilize and maximise design as a tool to keep culture and traditional values relevant to today's way of living and market. Seen here is our Linger bench made completely by hand out of natural rattan. Showing at Opficio 31, Tortona. #alvint #IDentities #fuorisaloni #tortonadesignweek #bekraf #mdw17 #salonedelmobile2017 #interiordesignideas #interiordesigninspiration #milanogram2017 #dezeen #designboom #designmilk

A post shared by Alvin Tjitrowirjo (@alvin_tjitrowirjo) on

“Saya ingin agar pengunjung mencerna sebelum langsung menerka, pavilion dari negara manakah ini,” ujar Alvin sebagaimana dijelaskan dalam pers rilis.

Lalu siapa saja desainer Indonesia yang berkesempatan untuk tampil dalam ajang desain tingkat dunia tersebut? Berikut adalah daftarnya

  1. Kayou dengan produk furniture berbasis kayu oleh Alexander Alvin Handjojo
  2. Kandura Studio dengan produk keramik oleh Bathsheba Satyaalangghya, Fauzy Prasetya Kamal, Tisa Granicia dan Nuri Fatima
  3. AlvinT dengan produk furniture berbasis rotan oleh Alvin Tjitrowirjo
  4. Magno dengan produk elektronik berbasis kayu oleh Singgih S. Kartono
  5. Adhi Nugraha dengan furniture berbasis rotan oleh Adhi Nugraha
  6. Vivere dengan produk furniture berbasis rotan oleh Abie Abdillah, rina Renville dan (Late) Irvan Noe’man
  7. Cassia Studio dengan produk vas bunga dan gantungan berbentuk orang utan, oleh Felix Sidharta
  8. Eva Natasa dengan produk furniture kayu oleh Eva Natasa
  9. Segalakayu oleh Adi Indra dan Liza Susanto dengan produk home décor dari kayu
  10. Djalin dengan produk furniture berbasis rotan oleh Sita Fitriana
  11. Vdesign dengan produk berbahan dasar keramik oleh Veny Lydiawati
  12. Anymo oleh Raka Shiddiq dengan alat musik gitar
  13. Parang Kencana dan MaryJoe Home
  14. Studio Hiji dengan produk furnitur rotan oleh Abie Abdillah
  15. Sejauh Mata Memandang oleh Chitra Subyakto dengan produk berbasis kain
  16. Tala x K oleh Tala X K dengan produk furniture berbasis kayu
  17. Indovickers oleh Rendy
  18. Himawan dengan produk furniture kombinasi rotan dan logam
  19. Eduardus Tri Aryo Wibowo dengan produk furniture rotan
  20. Amygdala Bamboo oleh Harry Mawardi yaitu vas bunga tembus pandang
  21. Spoleno Artspace oleh Septiawan Dwi Harjoko berupa produk berbasis kayu
  22. Mohoi oleh Rosyid Akhmadi dengan produk berupa karpet
  23. Jamooga oleh Dodi Mustafa dengan produk berupa mainan dari kayu
  24. SylvieRomy MathArt+Design oleh Sylvie Arizkiany Salim
  25. Romy Rahmana dengan produk batik tulis bernafas Islami
  26. Nuanza Porcelain oleh Roy Wibisono Awang Prabowo berupa patung porselen.
  27. Luthfi Hasan, dengan brand Jakarta Vintage untuk produk picnic chair, serta linen dan kanvas dengan tema Herbs and Spices Island.
  28. Mufti Alem dengan brand Raja Serayu, dengan produk Kukumbah Laundry Basket
  29. Wisanka Indonesia dengan brand Wisanka membawa produk Rebon Hanging Lamp dan Danke Living Set
  30. Satori dan Ilyas dengan brand Satori Rattan membawa produk Terrace Chair.
Edit
- menghapus kata interior dari judul karena kurang tepat dan lebih banyak desainer produk.

Ada 1 komentar

Ayo ikutan juga