Lupa Sandi?

Indonesia Tunjukkan Kepedulian atas Tragedi Serangan Kimia di Suriah

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Indonesia Tunjukkan Kepedulian atas Tragedi Serangan Kimia di Suriah

Konflik antara kelompok militan dan pemerintah Suriah masih saja terjadi. Selasa (4/04) lalu untuk ketiga kalinya, serangan udara yang diduga menggunakan bahan kimia melanda Suriah. Lembaga pemantau hak asasi manusia di Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, menyebut serangan ini sebagai yang terburuk dalam sejarah perang Suriah.

Perang saudara di Suriah telah berlangsung selama enam tahun. Serangan kali ini ditujukan pada wilayah Provinsi Idlib Utara yang dikuasai pemberontak, namun puluhan masyarakat sipil ikut tewas akibatnya. 58 orang dilaporkan tewas, dengan 11 diantaranya merupakan anak-anak. 

Sebagai negara yang telah menandatangani Konvensi Senjata Kimia (Chemical Weapons Convention), Indonesia mengutuk penggunaan senjata kimia yang telah membunuh banyak manusia di Suriah. Indonesia memegang teguh asas perdamaian untuk penyelesaian konflik. "Kita prihatin terhadap tindakan sepihak tersebut, termasuk penggunaan rudal Tomahawk," jelas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir Jakarta Post.

Penyebutan tindakan sepihak ini mengacu pada serangan yang bertentangan dengan prinsip hukum internasional dalam penyelesaian konfil perdamaian. Padahal prinsip tersebut telah diatur dalam Piagam PBB. Pemerintah Indonesia pun meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Selanjutnya di Jakarta Post.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata