Lupa Sandi?

Kerjasama Indonesia dan Rusia Menangkal Terorisme

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Kerjasama Indonesia dan Rusia Menangkal Terorisme

Bom meledak di jalur kereta api bawah tanah Stasiun Tekhnologichesky Institut di St Petersburg, Rusia pada 3 April lalu. Insiden ini timbulkan 14 korban tewas dan 44 luka-luka. Beberapa jam kemudian, petugas kembali temukan bom di Stasiun Ploshchad Vosstaniya di kota yang sama.

Aksi teror di Rusia terjadi berulang kali. Kelompok pemberontak Cechnya yang merupakan pejuang pasca keruntuhan Uni Soviet dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) diduga menjadi biangnya. Pemboman di transportasi publik, seperti kereta api dan pesawat udara adalah motif yang paling sering dilakukan.

Untuk itu Kepolisian Rusia menjalin kerjasama kemitraan dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk menangkal terorisme. "Kepolisian indonesia berpartisipasi aktif dalam hubungan antar kedua negara, melalui kelompok kerja khusus untuk melawan terorisme dan kejahatan terorganisir," jelas Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin pada Jakarta Post.

Rangkaian bunga di peron Stasiun Tekhnologichesky Institut pasca ledakan bom. © The New York Times
Rangkaian bunga di peron Stasiun Tekhnologichesky Institut pasca ledakan bom. © The New York Times

Pengalaman Polri dalam menangani aksi teror di Indonesia, kerap mendapat pujian internasional. Bagaimana usaha Polri untuk mencegah berkembangnya kelompok radikal,  hingga upaya yang dilakukan untuk menghentikan aksi adalah keunggulan yang sering diperbincangkan. Pengalaman penting Indonesia inilah yang membuat Rusia ingin bekerjasama.

Baca Juga

Indonesia nyatakan rasa belasungkawa terhadap para korban bom Rusia. "Inilah masalah bersama kita, yang harus diselesaikan secara bahu-membahu," jelas Kapolri Tito Karnavian. Hubungan kedua negara dalam pembahasan keamanan bilateral, memang terjalin sangat erat.

Kepolisian Rusia mempunyai unit tujuan khusus yang disebut Spetsnaz, pada 1980. Spetsnaz bertugas sebagai pengintai, baik dalam keadaan normal maupun perang. Melawan tindakan terorisme merupakan salah satu tugas unit ini, terutama di wilayah pemberontak militan seperti Kaukasus dan Chechnya. 

Unit khusus untuk menangani terorisme dan kriminal terorganisasi didirikan di bawah Kementerian Dalam Negeri Rusia. Unit reaksi cepat dan komoando yang disebit SOBR, adalah diantaranya. Unit ini memiliki tugas yang sama dengan Datasemen Khusus 88 di Indonesia.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara