Lupa Sandi?

Wow, Pedagang Keliling Sekarang ada Aplikasinya

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Wow, Pedagang Keliling Sekarang ada Aplikasinya

Pedagang kecil saat ini bisa dikatakan mendapat tekanan persaingan yang sangat ketat akibat teknologi digital. Sebab mereka harus bertahan dengan kepraktisan dan rendahnya harga yang ditawarkan lewat toko-toko online yang bermodal selangit. Melihat permasalahan ini DTECH-ENGINEERING yang didirikan oleh Arfian Fuadi berusaha memberikan solusi bagi pedagang-pedagang kecil tersebut lewat Project Nyayur. Lewat projek ini mereka ingin memperkuat dan merawat usaha kecil agar tetap bisa bertahan, tumbuh dan mampu bersaing.

“Salah satu tujuan kami adalah merawat, memperkuat dan meningkatkan daya saing para pedagang kecil, bisnis rumahan dan UMKM," Ujar Fajar Budi Laksono, Co. Founder dan CEO dari Nyayur Indonesia.

Sebagaimana rilis yang diterima GNFI, Fajar mengungkapkan bahwa cara untuk mewujudkan impian mereka tersebut adalah dengan membangun aplikasi yang mampu memperbaiki manajemen resiko para pelaku usaha kecil tersebut.

“Resiko yang ditanggung para pelaku usaha kecil dan UKM di Indonesia ingin kita minimalisir. Jika kita

Baca Juga

bisa memperbaiki manajemen resiko tersebut, maka daya saing para pelaku usaha kecil ini akan meningkat”, tutur Fajar

Manajemen Resiko yang dimaksud adalah dengan menggunakan metode pendekatan pada pengguna atau pelanggan yang harus memesan beberapa saat sebelum barang dikirim (biasanya pelanggan memesan di sore atau malam hari, dan barang akan dikirim pada pagi harinya). Sehingga barang yang dibawa oleh pedagang keliling hanya berupa barang yang dibutuhkan oleh pelanggan. Cara ini dianggap membantu para pedagang keliling karena seringkali barang dagangan yang mereka jual tidak laku lantaran tidak sesuai dengan selera pelanggan mereka.

“Banyak sekali masalah pedagang keliling, mulai dari bingung menentukan produk yang mau dijual, tidak bisa berkeliling jika hujan turun, ketika ban kempes dikira libur sehingga pelanggan beralih ke pedagang lain, dan masih banyak lagi, dengan metode tersebut, resiko barang tidak laku dapat dikurangi secara signifikan,” tambah Fajar.

Hal yang paling menarik dari konsep yang ditawarkan Nyayur terletak pada prinsip yang tidak akan menganut sistem order acak atau random order yang kerap digunakan dalam aplikasi ojek daring di Indonesia. Sebab hal tersebut dinilai membuat aktifitas bisnis menjadi nir-aset. 

“Bisnis harus punya aset. Aplikasi Nyayur ini menjanjikan aset bagi para pedagang keliling dan UKM yaitu para pelanggannya. Setelah tercipta budaya sadar aset pada para para pelaku usaha kecil, mereka akan menjaga aset tersebut dengan melayani pelanggan mereka sebaik, setulus dan semaksimal mungkin,” jelas Fajar.

Sebagaimana namanya, aplikasi ini ditargetkan untuk pedagang sayur ataupun pedagang sembako, namun tidak menutup kemungkinan terjadi perkembangan produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Aplikasi ini juga menyediakan fitur chat dengan para pedagang sayur untuk memudahkan pemesanan.

Tampilan aplikasi Nyayur (Foto: Bagus DR/GNFI)
Tampilan aplikasi Nyayur (Foto: Bagus DR/GNFI)

"Aplikasi ini akan memudahkan para pedagang sayur dan konsumen untuk berkomunikasi seputar order barang melalui fitur chat. Selain itu, kami juga akan melakukan inovasi berdasarkan evaluasi penggunaan aplikasi ini ke depan. Hal ini bisa dikatakan sebagai sebuah cara untuk menyediakan alat guna mencapai intensifikasi bisnis baik bagi para pedagang sayur maupun konsumen pengguna aplikasi,” terang Fajar.

Hal lain yang membuat aplikasi Nyayur semakin menarik adalah, antara pelanggan dengan pedagang akan bisa saling terus terhubung lewat sistem PIN. Sistem ini akan membuat pelanggan dapat memasukkan PIN Nyayur pedagang favorit ke setiap akunnya. Ketika pelanggan mengaktifkan fitur ini, pedagang akan mendapatkan notifikasi permintaan berlangganan dan pedagang bisa melakukan verifikasi. Setelah itu pelanggan dengan pedagang akan tersinkronikasi dan produk-produk yang disediakan pedagang akan terlihat dan pelanggan bisa mulai berbelanja. 

Fajar meyakini, kehadiran aplikasi ini nantinya akan mampu meningkatkan kualitas bisnis para pedagang sayur secara bertahap. Mereka, tidak hanya akan mendapatkan penghasilan yang lebih daripada tukang sayur konvensional, namun juga akan mampu membangun bisnis dengan aset utama yaitu para pelanggan.

“Semakin baik melayani pelanggan, tentunya bisnis yang dikerjakan akan semakin berkembang. Ini yang coba kami berikan kepada para pedagang sayur, di mana selain membangun bisnis secara bertahap dan efisien, mereka juga akan mendapatkan aset yang sangat berharga yaitu pelanggan loyal, Semoga "Tukang Nyayur" dan "Nyayur" bisa menjadi representasi Sila ke-5 dari Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, termasuk keadilan sosial di bidang teknologi” pungkasnya. 

Saat ini aplikasi karya Salatiga ini dapat diunduh secara gratis di google playstore dengan nama Nyayur (untuk pelanggan) dan Tukang Nyayur (untuk pedagang).

Pilih BanggaBangga68%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau11%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bermimpi mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas