Dicontoh Negara Lain, Indonesia Pimpin Asia dalam Kebijakan Kelautan dan Perikanan

Dicontoh Negara Lain, Indonesia Pimpin Asia dalam Kebijakan Kelautan dan Perikanan

© Jefta Images/Barcroft Media via Getty Images

Kebijakan Indonesia dalam memberantas penangkapan ikan secara ilegal mulai dicontoh oleh negara di Asia.

“Beberapa negara, seperti Laos, Myanmar, dan Kamboja juga mulai menerapkan kebijakan moratorium untuk memberantas penangkapan ikan ilegal. Mereka juga ikut membuat satgas,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Negara lain, seperti Thailand, Tiongkok, dan Vietnam juga ikut mengeleluarkan kebijakan moratorium perizinan kapal ikan.

“Saya lihat Tiongkok dan Thailand ketatkan penangkapan ikan luar biasa, Tiongkok sudah moratorium,” ujarnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop di Jakarta. Foto: Kedutaan Besar Australia
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop di Jakarta. Foto: Kedutaan Besar Australia

Menteri Susi menyatakan Indonesia telah menjadi pemimpin dalam kebijakan pemberatasan penangkapan ikan secara ilegal dan menginspirasi negara lain untuk melindungi sumber daya kelautannya.

Sejak memimpin Kementrian Kelautan dan Perikanan, Menteri Susi telah menenggelamkan lebih dari 200 kapal asing yang melanggar hukum, beberapa diantaranya dilakukan secara bersamaan dan disiarkan secara langsung.

Pekan lalu, pemerintah menenggelamkan 81 kapal yang tertangkap melakukan penangkapan ikan ilegal di 12 lokasi di seluruh Indonesia.

“Kami menangkap dan menenggelamkan kapal-kapal tersebut,” kata Menteri Susi. “Itu merupakan aturan nasional.”

Keberhasilan pemberantasan pencurian ikan di luat Indonesia tentunya berdampak positif pada hasil tangkapan dengan jumlah ikan yang melimpah. Hal ini juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi sampai 14% dari perikanan.

Penurunan jumlah ikan di Asia utara telah mendorong banyaknya kapal asing untuk menangkap ikan ke daerah Asia Tenggara.

Pilih BanggaBangga74%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau4%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Letusan Tambora dan Munculnya Keanekaragaman Hayati Baru nan Cantik Sebelummnya

Letusan Tambora dan Munculnya Keanekaragaman Hayati Baru nan Cantik

Makepung Lampit Kembarannya Karapan Sapi Selanjutnya

Makepung Lampit Kembarannya Karapan Sapi

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.