Bangga ! Indonesia Juara Kontes Robot di Amerika Serikat

Bangga ! Indonesia Juara Kontes Robot di Amerika Serikat

Suasana Trinity College International Robot Contest (sumber : twitter account /twitter.com/cresswelltim)

Ada ungkapan bahwa anak Indonesia itu cerdas-cerdas, hal ini pun telah banyak buktinya. Banyak dari anak bangsa yang meraih prestasi di jalur akademis dan non akademis termasuk dalam bidang entertainment. Untuk bidang teknologi, Indonesia berkali-kali mendapatkan gelar dan penghargaan di tingkat internasional.

Tahun 2017 ini diawali dengan kemenangan luar biasa yang diraih dua universitas dari Indonesia di kompetisi Internasional yakni Trinity College International Robot Contest yang diselenggarakan di Harford, Connecticut United States of America. The Trinity College Robotics Competition adalah kontes robot pemadam kebakaran yang awalnya dimulai pada tahun 1994 dan kini menjadi salah satu kontes bergengsi di kancah internasional . perlombaan kali ini diikuti oleh lebih dari 120 tim dari berbagai negara seperti Kanada, Cina, Israel, Portugal, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat.

Tim UMM dan PENS (Sumber :Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)
Tim UMM dan PENS (Sumber :Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)

Pada perlombaan ini, perwakilan Indonesia yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) telah berhasil menyabet medali. UMM misalnya berhasil meraih juara I dan II dalam kategori Fire Fighting Robots Walking Division meskipun ketika akan bertanding mengalami kendala yakni pipa pemadam pada robot mengalami kebocoran. Kondisi sempat membuat panic tim pada saat itu karena di menit-menit akhir sebelum dipanggil untuk berlaga pipa pemadam masih belum beres. Meski begitu mereka mampu mengatasi dengan baik sehingga robot kembali berjalan dan bertanding dengan baik. "Suhu berubah drastis membuat motor pompa bocor. Padahal dua jam sebelum bertanding. Akhirnya bagaimana caranya robot bisa berjalan. Kami bersihkan, dan yang sempat rusak pompa juara dua kategori robot berkaki," ujar Imam Fatoni, salah satu tim dari UMM. UMM dalam kontes ini diberi penghargaan kategori poster terbaik. Tim robot yang berhasil meraih penghargaan adalah robot Inamuh dan juga Unmuhmalang.

Tim UMM pada saat berlomba memang optimis untuk memenangi kontes tersebut, "“Kami semua sudah bisa memperkirakan bakal memenangi kompetisi itu setelah pertandingan berjalan. Alhamdulillah, memang menjadi kenyataan, kami menjuarai kompetisi ini,” ujar Alik Ansyori kepada media

Untuk prestasi yang telah diraih tim dari UMM, rektor UMM, Drs Fauzan M.Pd mengungkapkan bahwa mahasiswa yang menjadi punggawa tim ke kontes robot ini akan dibebaskan dari biaya Sumbangan Pembinaan pendidikan (SPP), mendapatkan insentif serta dibebaskan dari tugas akhir dan sejumlah mata kuliah yang ekuivalen, seperti Robotika, mekatronika dan Micro Controller. Sebagai gantinya, mahasiswa-mahasiswa berprestasi ini diminta untuk mengembangkan konsep robot ini agar bisa sampai pada industrialisasi robot.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Indonesia di Trinity College Robotics Competition (https://indonesiaproud.wordpress.com/)

Disisi lain PENS juga berhasil meraih medali di Fire Fighting Robots Senior Division dengan menyabet juara I, II dan III. Untuk Kategori FireFighting Robots Walking Division, PENS berhasil mendapat Juara III. tim PENS dibagi menjadi tiga tim yang berhasil meraih juara yakni tim PENS sendiri Effiro yang juga bentukan PENS dengan nama robot PENS, Senior Effiro, Effiro Jr. dan Eilero. “Alhamdulillah, ketiga robot beroda dan sebuah robot berkaki itu menjadi juara semuanya,” ujar Andri Suryandari selaku Humas Pens

Para pemenang kontes (sumber : Trinity College Robotics Competition website)
Para pemenang kontes (sumber : Trinity College Robotics Competition website)

Penghargaan lain yang diraih PENS adalah grand Performance Mastery Prize (GPMP) yng mana merupakan penghargaan tertinggi dari kompetisi ini. Direktur PENS, Zaina Arief mengungkapkan bawa setiap anak di tim PENS ini akan mendapatkan reward berupa beasiswa pascasarjana terapan di PENS selama empat semester. “Pascasarjana terapan per semester biayanya Rp 7,5 juta, sehingga selama empat semester dan biaya wisuda serta lain-lain sekitar Rp 35 jutaan per mahasiswa. Ini untuk merangsang mereka ke jenjang pendidikan lebih tinggi,”ungkap Zainal kepada media.

Kedua universitas ini telah membanggakan Indonesia di bidang teknologi yang seringkali didominasi oleh Amerika Serikat. Prestasi yang diraih dibidang robot ini bisa jadi adalah cikal bakal kemajuan Indonesia dalam bidang teknologi, khususnya robot.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau19%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Apa Kabar MRT Jakarta? Sebelummnya

Apa Kabar MRT Jakarta?

1001 Cerita Dari Tanah Lot Pulau Jawa Selanjutnya

1001 Cerita Dari Tanah Lot Pulau Jawa

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.