Lupa Sandi?

Dan Ganda Putra Indonesia Pun Kembali Berjaya…

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Dan Ganda Putra Indonesia Pun Kembali Berjaya…

Pada minggu, 9 April 2017 lalu, sorak – sorai menggema di lapangan dalam ajang Malaysia Open Super Series 2017, sebuah kejuaraan bulutangkis dunia yang cukup bergengsi. Betapa tidak, pasangan ganda putera indonesia berhasil meraih kemenangan dalam turnamen tersebut. Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamulyo, pebulutangkis muda Indonesia berjulukan “minions” ini sukses menundukkan pasangan unggulan dari Tiongkok dalam tiga game permainan.  

Tidak tanggung – tanggung, gelar juara di Malaysia Open Super Series ini melengkapi dua gelar yang sebelumnya mereka raih sepanjang tahun 2017 ini. All England Super Series Premier 2017 pada 12 Maret 2017 dan India Open Super Series pada 2 April 2017 lalu. Menakjubkan, bukan? dalam usia yang cukup muda keduanya berhasil menciptakan hattrick dengan mengunci gelar – gelar bergengsi dalam rentang waktu yang cukup singkat.

Kevin dan Marcus ketika menjuarai All England, maret lalu (juara.net)
Kevin dan Marcus ketika menjuarai All England, maret lalu (juara.net)

Ada kebanggan yang cukup besar, melihat prestasi luar biasa yang dicetak oleh dua anak bangsa ini. Dalam laga All England, mereka berhasil mengalahkan pemain unggulan dari China. Pula dengan yang terjadi di India Open Super Series, dimana All Indonesian Final terjadi selang beberapa hari sebelum mereka tampil di Malaysia Open lalu. Dibalik julukan minions, keduanya muncul sebagai raksasa di lapangan bulutangkis.

Saya rasa, tidak berlebihan untuk menyatakan bahwa mereka berdua adalah wajah baru bangkitnya bulutangkis di cabang ganda putra. Menoleh jauh ke belakang, sejarah ganda putera di bulutangkis Indonesia cukup menakjubkan. Kerap kali mereka menjadi penyumbang gelar dalam berbagai ajang. Pun demikian, posisi dalam jajaran 10 besar dunia pun tidak pernah dilewatkan. Sebut saja Christian Hadinata/Ade Chandra, juara All England dan Asian Games berturut – turut di era 1970-an, Tjun  Tjun/Johan Wahjudi, yang dengan empat kali gelar All England berturut – turut sukses menghantarkan mereka sebagai pemegang tribun juara di era 1970an – 1980an.

Berikutnya adalah Eddy Hartono/Rudy Gunawan, yang pada tahun 1990an merupakan ganda terbaik Indonesia yang sejajar dengan tiga ganda terbaik dunia saat itu. Dilanjutkan dengan Rexy Mainaky/Ricky Subagja yang mampu mempersembahkan beragam prestasi mulai dari All England, Indonesia Open, Asian Games hingga gelar juara dunia pada 1995.  Di era 2000-an, ada Candra Wijaya/Tony Gunawan, lalu berganti dengan Candra Wijaya/Sigit Budiarto yang turut menyumbang beberapa gelar di beberapa kejuaraan dunia dan grand prix.  

Markis Kido/Hendra Setiawan, salah satu ganda putera terbaik yang pernah dimiliki Indonesia (juara.net)
Markis Kido/Hendra Setiawan, salah satu ganda putera terbaik yang pernah dimiliki Indonesia (juara.net)

Kejayaan terus berlanjut, dengan lahirnya ganda putera Markis Kido/Hendra Setiawan. Keduanya pernah bertahta sebagai ganda putra terbaik dunia, ditakuti ketika turun bertanding. Mereka merupakan peraih medali emas olimpiade Beijing 2008. Lepas dari itu, Hendra Setiawan dipasangkan dengan Mohammad Ahsan. Sempat krisis gelar pada 2010 hingga 2012, keduanya mampu mengangkat tradisi juara dalam sektor ganda putera di berbagai kejuaraan. Tidak tanggung – tanggung, rangking 2 dunia pernah mereka raih.  

Kini, trah kejayaan ganda putera Indonesia kembali dilanjutkan oleh kehadiran Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamulyo. Keduanya membawa harapan besar bagi kejayaan Indonesia di lapangan bulutangkis. Prestasi yang menakjubkan, berhasil menghantarkan mereka untuk duduk di posisi kedua ganda putera terbaik dunia saat ini. Tentu perlu dibanggakan, mengingat mereka berhasil menjuarai tiga gelaran super series dalam jangka waktu 4 bulan. Belum lagi, usia mereka yang masih cukup muda. Marcus berusia 26 tahun sedangkan Kevin masih berusia 21 tahun.

Kurang dari tiga bulan tiga gelar super series berhasil mereka kunci. Prestasi yang perlu dibanggakan. (pikiran-rakyat.com)
Kurang dari tiga bulan tiga gelar super series berhasil mereka kunci. Prestasi yang perlu dibanggakan. (pikiran-rakyat.com)

Tiga turnamen berturut – turut dengan total 15 pertandingan yang dihadapi, keduanya belum terkalahkan sepanjang 2017. Tuaian pujian dan penghargaan berdatangan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga rakkyat biasa. Digadang – gadang bahwa keduanya akan menjadi penerus ganda putera terbaik Indonesia yang pernah ada, Markis Kido/Hendra Setiawan. Kini, mereka sedang mengincar titel juara dunia.

Melihat catatan prestasi yang mereka torehkan saat ini, bukan tidak mungkin bahwa mereka bisa mencetak pencapaian tersebut.  Harapan kita akan kembalinya kejayaan Indonesia dalam kancah bulutangkis dunia perlu disemarakkan, mengingat beragam prestasi terus disumbangkan oleh anak – anak bangsa. Trah Indonesia sebagai pemuncak posisi terbaik dunia perlu dirayakan. Dan lebih dari itu, perlu dipertahankan.

 

*GNFI

Pilih BanggaBangga81%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau10%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas