Lupa Sandi?

17 Kue Tradisional Dunia Pilihan CNN, Lapis Legit Salah Satunya

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
17 Kue Tradisional Dunia Pilihan CNN, Lapis Legit Salah Satunya

Istilah spekkoek berasal bahasa Belanda. Kata ini mengandung dua suku kata, yaitu spek yang berarti daging babi dan koek berarti kue. Meski menggunakan kata babi, spekkoek tidak mengandung babi. Penyebutan ini diakibatkan oleh miripnya guratan daging babi bagian punggung (bacon) dengan lapisan warna pada spekkoek.

Karenanya, spekkoek sama sekali berbeda dengan kue babi (bacon cake) yang dikenal Amerika. Kue babi dibuat dengan bahan utama yang berbeda dengan spekkoek, tidak menggunakan rempah, serta mengandung bacon sebagai pelengkap. Ini juga berbeda dengan kue lapis, meski dalam bahasa Inggris, spekkoek seringkali diterjemahkan dengan thousand layer cake.

Guratan pada bacon yang mirip spekuk. © Good House Keeping
Guratan pada bacon yang mirip spekuk. © Good House Keeping

Spekkoek sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak masa pendudukan Belanda. Lidah orang Indonesia menyebutnya dengan spekuk, spiku, ataupun spekulas. Dimasa sekarang, kue manis beraroma rempah ini biasa disebut lapis legit.

Resep spekuk memang berasal dari Belanda, yang dibawa oleh orang Belanda yang tinggal di Hindia Belanda. Hindia Belanda merupakan nama Indonesia di masa penjajahan. Meski menggunakan resep asli, ketika tiba di Indonesia pembuatannya disesuaikan dengan ketersediaan bahan lokal. Maka bersama tepung, telur dan roombutter, spekuk yang dibuat di tanah nusantara ditambah dengan bahan rempah yang disukai orang Eropa. Rempah-rempah tersebut adalah kapulaga, kayu manis, cengkih dan adas manis.

Baca Juga

Warga Tionghoa nusantara lah yang disebut-sebut sebagai peracik resep baru dari spekuk tersebut. Diceritakan Guru Besar Linguistik Sinika Universitas Indonesia pada KompasTravel, akulturasi rasa tersebut disukai warga Belanda. Kabarnya, meski disukai penguasa nusantara kala itu, resep baru tersebut disimpan secara rahasia oleh warga keturunan Tionghoa. Resep ini tidak dibagi ke penjajah, maupun bangsa Cina di negeri asalnya. Itu alasan mengapa spekuk yang dibuat orang Belanda kini, berbeda dengan spekuk buatan Indonesia.

Bagi warga Tionghoa keturunan, spekuk dijadikan kudapan wajib dalam perayaan Imlek. Ada makna khusus dalam penyajiannya, yaitu sebagai simbol harapan akan datangnya rezeki yang berlapis-lapis. Spekuk kemudian menjadi makanan istimewa di berbagai hari besar keagamaan, termasuk lebaran dan natal. Kudapan ini hadir hanya di hari-hari besar, mengingat mahalnya harga bahan pembuatannya. Namun kini, kita dapat dengan mudah menemukannya di mana pun, kapan pun.

Agustus 2016 lalu, CNN Travel memasukkan kule lapis legit sebagai satu dari 14 kue nasional terenak dari seluruh dunia. Data tersebut diperbarui pada Maret 2017 ini, dengan penambahan jumlah negara menjadi 17. Ini ragam keunikan kue lapis legit yang dikumpulkan dari beragam sumber:

Bumbu spekuk siap pakai. © suzuya.id
Bumbu spekuk siap pakai. © suzuya.id

Bumbu spekuk

Kemudahan memasak spekuk saat ini, salah satunya didukung oleh ketersediaan bumbu spekuk. Kini sejumlah produsen membuat bahan olahan yang terdiri atas kayu manis, cengkeh, pala, dan kapulaga yang telah disangrai dan dihaluskan. Bumbu ini dikemas dalam saset maupun botol, dengan harga sekitar Rp 6.000 untuk kemasan 20 gram.

Buah prune menambah rasa berbeda pada adonan lapis legit. © id.priceaz.com
Buah prune menambah rasa berbeda pada adonan lapis legit. © id.priceaz.com

Ragam rasa
Setelah alami perubahan rasa signifikan pada resep baru yang menggunakan rempah nusantara, dalam waktu lama para pembuat spekuk mempertahankan rasa tersebut. Namun kini, kue berlapis ini juga hadir dalam rasa pandan, keju maupun buah prune kering.

Proses pembuatan

Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan spekuk terus alami perkembangan. Spekuk masa lalu menggunakan roombutter, kini berganti margarin. Umumnya, spekuk dibuat dengan cara dipanggang, kini ada pulang yang dikukus. Penggunaan kompor yang dulunya dengan kayu bakar, kini berubah menjadi gas. Hal ini sedikit banyak tentu saja memberi rasa yang berbeda.

Ragam bentuk dan warna lapis legit masa kini. © House of Annie
Ragam bentuk dan warna lapis legit masa kini. © House of Annie

Ragam bentuk
Dahulu spekuk hanya berwarna lapis selang-seling antara kuning dan coklat. Warna kuning kecoklatan diperoleh dari campuran bahan, dan coklat kehitaman dari roombutter. Kini tampilan lapis legit menjadi lebih menarik, dengan penambahan berbagai warna dan lapisan yang tak hanya berupa garis lurus.

Lapis legit buatan pabrik yang bertahan sejak 1973 dan telah diekspor ke berbagai negara. © PT Marizarasa Sarimurni
Lapis legit buatan pabrik yang bertahan sejak 1973 dan telah diekspor ke berbagai negara. © PT Marizarasa Sarimurni

Menjadi Industri

Keinginan masyarakat Indonesia untuk terus dapat mencicipi kue lapis legit, ditangkap oleh PT Marizarasa Sarimurni. Saat pertama kali memulai usahanya pada 1973, perusahan ini hanya membuat selai srikaya. Tiga tahun kemudian mulai membuat kue lapis legit dengan merk Mariza, Monica dan Morisca. Ini menjadi salah satu industri lapis legit non rumahan yang sukses hingga kini. Ketiga merk telah dipasarkan di Australia, Brunei Darussalam, China, Hong Kong, Jepang, Malaysia, Rusia, Saudi Arabia, Singapore, Inggris dan Amerika Serikat.

Ragam harga
Lapis legit dapat ditemukan pada pedagang jajanan tradisional, dengan harga sekitar Rp 2.500 per potongan tipis (lihat gambar utama). Lapis legit buatan Sanny Gunawan di kawasan Mangga Besar Jakarta, dihargai sekitar Rp 900.000 untuk ukuran loyang 20 sentimeter persegi.

Lapis legit gulung dengan kemasan tabung yang unik, oleh-oleh khas Jambi. © Detik Food
Lapis legit gulung dengan kemasan tabung yang unik, oleh-oleh khas Jambi. © Detik Food

Jadi oleh-oleh
Sejumlah kota mengembangkan produksi spekuk menjadi industri andalan. Tak heran jika sejumlah daerah melabeli spekuk sebagai kuliner khas kotanya. Jika berkeliling Indonesia, pasti dapat ditemukan Lapis Legit Jambi, Lapis Legit Surabaya, Lapis Legit Pontianak, dan seterusnya.

Pilih BanggaBangga58%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi8%
Pilih TerpukauTerpukau17%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara