Lupa Sandi?

Semana Santa, Tradisi Paskah di Larantuka yang Jadi Kunjungan Dunia

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Semana Santa, Tradisi Paskah di Larantuka yang Jadi Kunjungan Dunia

Menjelang Hari Raya Paskah yang merupakan salah satu perayaan suci dalam umat nasrani, kota Larantuka menjadi pusat perhatian bagi para peziarah, baik itu dalam negeri maupun luar negeri. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena di kota  ini terdapat sebuah prosesia bernama Semana Santa, tradisi perayaan Pekan  Suci Paskah yang telah berusia lebih dari 5 abad.

Semana Santa merupakan sebuah perayaan dalam umat Katolik di Larantuka, yang merupakan warisan dari bangsa Portugis pada waktu itu. Akulturasi budaya, agama, dan tradisi – tradisi lokal yang cukup kental menjadikan tradisi ini kuat, mengakar, dan tetap dijalankan setiap tahunnya dan menjadi salah satu prosesi adat yang diminati masyarakat katolik di dunia. Tidak tanggung – tanggung, dalam setiap perayaan paskah, kota Larantuka bisa didatangi hingga ribuan peziarah dari berbagai negara seperti Spanyol, Portugal, Italia, Brazil, Italia dan lain – lain.

Semana Santa berasal dari dua kata, Semana : pekan dan Santa : suci. Pekan Suci ini dilakukan dalam satu rangkaian panjang, mulai dari Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga Minggu Paskah. Prosesi Semana Santa ini merupakan sebuah prosesi agama sekaligus prosesi adat dimana mereka yang berperan dalam perayaan ini adalah suku – suku yang telah ditetapkan sejak dulu kala. Suku – suku yang bertugas adalah Suku Kabelen, Suku Lewai, Suku Raja Ama Koten (Diaz Viera Da Godinho), Suku Kea Alyandu, Suku Ama Kelen De Rosary, Suku Maran, Suku Sau Diaz, Suku Riberu Da Gomes, Suku Lamuri, Suku Mulowato, Suku Lewerang dan suku Kapitan Jentera.

Patung Tuan Ma, sang Bunda Maria (kompas.com)
Patung Tuan Ma, sang Bunda Maria (kompas.com)

Rabu Abu, atau Rabu Trewa dalam masyarakat setempat adalah prosesi dimana para umat akan berkumpul di kapel untuk melaksanakan ibadah mengenang peristiwa pengkhianatan yang dilakukan oleh Yudas Iskariot terhadap Tersus Kritus, yang berujung peristiwa penangkapan di Taman Getsemani.

Baca Juga

Prosesi ini dimulai dari pagi hari, dimana pelaksanaan ibadah dilakukan dan diatur oleh suku – suku yang ada, dan mereka yang akan menjadi pemimpin atau pelaksana dalam prosesi ibadah.  Pada malam harinya, seluruh kota Larantuka terdengar gaduh di mana-mana dengan memukul drum, menarik seng di jalan-jalan dan sebagainya sebagai tanda untuk mengingatkan akan gaduhnya prajurit dan serdadu memasuki Taman Getzemani menangkap dan menyeret Yesus.

Berlanjut pada perayaan Kamis Putih, esok harinya. Dalam kamis putih, sejenak Kota Larantuka akan menjadi hening dan syahdu, dimana tidak ada bunyi – bunyian apa pun atau aktivitas yang dengan tingkah kegaduhan yang tinggi. Dalam Kamis Putih, akan dilakukan pemasangan tikam turo (pagar lilin) di sepanjang rute prosesi jalan salib yang akan berlangsung esok harinya. selain itu, pada siang hari di Kamis Putih akan dilakukan upacara “Muda Tuan” yaitu upacara pembukaan peti yang telah ditutup selama satu tahun. Peti tersebut akan dibuka oleh petugas khusus yang telah disumpah sebelumnya untuk melakukan tugas itu.

Ada dua patug yang menjadi sosok penting dalam perayaan Semana Santa, yaitu Patung Tuan Ma dan Patung Tuan Ana. Tuan Ma adalah patung Bunda Maria, sedangkan Tuan Ma adalah patung Yesus Kristus. Patung Tuan Ma akan dimandikan dan dibalut dengan pakaian perkabungan, yaitu sehelai mantel beludru berwarna hitam, ungu dan atau biru. Selesai upacara Muda Tuan, umat akan dipersilahkan untuk bersujud dan memohon berkat.

Perarakan Jumat Agung yang merupakan Puncak Semana Santa (indonesia.travel)
Perarakan Jumat Agung yang merupakan Puncak Semana Santa (indonesia.travel)

Esoknya, diadakan prosesi Jumat Agung yang merupakan sebuah prosesi besar dalam pelaksanaan Semana Santa. Ini adalah puncak dari Perayaan Semana Santa. Dimulai dari prosesi mengarak Patung Tuan Meninu (masa kanak – kanak Yesus) yang berada dalam peti jenazah untuk diantar menuju pelabuhan. Di sana, perarakan akan dilakukan dengan menggunakan kapal dan diiringi oleh ratusan perahu.

Arak – arakan besar mengelilingi Kota Larantuka adalah proses jalan salib untuk mengenang prosesi penyaliban Yesus Kristus yang dimulai dengan penyiksaan, perjalanan memanggul salib hingga penyaliban di Bukit Golgota. Masyarakat akan melakukan arak – arakan dengan Patung Tuan Ana yang mengalami penderitaan memilkul salib, sementara Patung Tuan Ma juga ikut diarak, menggambarkan Maria yang sedang berduka melihat putranya disiksa. Dalam arak – arakan tersebut, terdapat delapan titik perhentian agung (armida) , yakni Misericordia (merenungkan janji Tuhan yang mengutus putra-Nya ke dunia), Tuan Meninu (merenungkan Kanak-kanak Yesus), Santo Philipus (merenungkan masa hidup dan karya Yesus selama di dunia), Tuan Trewa (merenungkan Yesus yang ditangkap dan diadili), 

Perarakan Arca Tuan Meninu di Laut (katoliknews.com)
Perarakan Arca Tuan Meninu di Laut (katoliknews.com)

Selanjutnya adalah Armida Mater Dolorosa (bersatu dengan Maria mengikuti Jalan Salib Yesus), Benteng Daud (merenungkan saat Yesus dijatuhi hukuman mati), Kuce (merenungkan Yesus yang telah wafat di kayu salib) dan Tuan Ana (merenungkan Yesus yang sudah diturunkan dari salib). Di Armida ini, prosesi berarak kembali menuju Gereja Katedral sebagai akhir dan pusat dari prosesi Jumat Agung. Di armida ini juga Yesus diturunkan dari Salib dan diletakkan pada pangkuan Bunda Maria. Di sini akhir dari sengsara Yesus, seluruh umat dihantar Yesus masuk ke dalam Gereja Reinha Rosari Larantuka.

Malamnya, diadakan Lamnetasi Jumat agung lalu dilanjutkan dengan Sesta Vera pada pukul 20.00 – 01.00. Sesta Vera adalah arak – arakan mengelilingi kota Larantuka dalam keadaan diam dengan ribuan lilin yang dibawa oleh masing – masing peziarah. Suasana duka dan perkabungan menyelimuti prosesi Sesta Vera ini.

Prosesi Sesta Vera setelah Lamentasi Jumat Agung. Suasana perkabungan menyelimuti para umat (indonesia.travel)
Prosesi Sesta Vera setelah Lamentasi Jumat Agung. Suasana perkabungan menyelimuti para umat (indonesia.travel)

Esok harinya, dalam perayaan Sabtu Suci, semua patung diarak kembali ke rumahnya masing – masing. Sesuai tradisi, ketika Patung Tuan Ma dan Tuan Ana  telah dikembalikan ke rumah mereka, maka semua patung sudah harus berada di kediaman masing – masing kecuali patung Tuan Menino yang diarak di laut dan  masih berada di Selat Gonzalu. Malamnya akan diadakan misa malam paskah di Katedral maupun gereja – gereja yang ada.  Esok harinya, di Minggu Paskah diadakan misa untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus.

Prosesi yang telah berlangsung selama ratusan tahun ini merupakan salah satu bentuk dari akulturasi yang ada dalam agama dan budaya. Tradisi yang telah dipelihara sejak 1510 ini merupakan salah satu bentuk devosi yang kuat dari umat Katolik di Larantuka terhadap keyakinan mereka namun tidak  melepaskan tradisi dan adat istiadat nenek moyang. Larantuka memang dikenal sebagai kota Reinha de Rosari, Kota Ratu, Kota Maria.


Sumber: basodara.com || katoliknews.com

Pilih BanggaBangga78%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau11%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie