Generasi muda Indonesia mampu membuat perubahan dengan caranya masing-masing. Ini terbukti dengan dimasukkannya pemuda-pemudi berpengaruh asal Indonesia ke dalam daftar 30 under 30 majalah Forbes 2017 12 April yang lalu.

Pemuda-pemudi itu adalah para anak muda Indonesia yang termasuk dalam orang-orang yang telah sukses menjalankan inovasi dengan umur tidak lebih dari 30 tahun. Sebagaimana Forbes menjelaskan bahwa pada daftar tahun ini lebih ditekankan pada aspek diversity (keberagaman) dan empowerment (pemberdayaan) dalam 20 industri yang terpilih setelah melalui proses seleksi selama 6 bulan. Ribuan nominator diseleksi dan riset melibatkan koresponden-koresponden yang ada di sekitar lingkungan nominator untuk menemukan siapa yang paling terbaik hingga akhirnya terpilih sebanyak 300 terbaik. 

Berbagai nama pemuda dan negara termasuk dalam daftar tersebut, terbanyak adalah dari Cina yang mencapai 76 penerima anugerah dan Indonesia muncul dengan 12 anak bangsa. Mereka tersebar diberbagai bidang dan prestasi seperti Art, Finance (Keuangan), Consumer Technology (Teknologi Konsumen) dan banyak lagi lainnya. 

Menariknya, dari Indonesia terdapat satu penerima anugerah yang dipilih sebagai sosok paling inspiratif dan sukses dalam kategori Industry, Manufacturing & Energy, yakni Gibran Huzaifah yang berumur 27 tahun sebagai pendiri dari sebuah perusahaan rintisan dibidang Internet of Things (IoT) untuk budidaya perikanan air tawar, eFishery. Apa yang dilakukan Gibran berhasil merevolusi cara kerja akuakultur yang selama ini ada di Indonesia. Gibran adalah satu dari belasan anak bangsa berprestasi lainnya yang dianggap sukses mencapai capaian istimewa di umur yang relatif muda. 

Nah, lalu siapakah anak bangsa lainnya itu? Simak daftar lengkap berikut ini (diurutkan berdasarkan abjad nama). 

Adamas dan Iman Usman (Foto: Forbes.com)
Adamas dan Iman Usman (Foto: Forbes.com)

1. Adamas Belva Devara 26 tahun dan

2. Iman Usman 25 tahun,

kategori industri Consumer Technology 

Sebagaimana ditulis Forbes, Keduanya adalah pendiri situs marketplace untuk tenaga guru bernama Ruangguru.com. Situs ini berusaha memberikan ruang untuk para guru agar pertemuan antara guru dengan murid menjadi lebih mudah. Sampai saat guru yang terdaftar telah mencapai 25 ribu orang dengan pengguna sekitar 150 ribu dengan komunitas sebesar 300 ribu sejak diluncurkan pada tahun 2014. Ruangguru.com juga telah mendapatkan pendanaan seri A dari Venture Capital. Jumlahnya memang tidak disebutkan namun umumnya Venture Capital memberi modal sekitar US$ 2 juta sampai US$ 5 juta. Adamas merupakan lulusan MBA Stanford, sedangkan Usman lulusan Master dibidang International Education Development dari Columbia University.

Christina Suriadjaja (Foto: Forbes.com)
Christina Suriadjaja (Foto: Forbes.com)

3. Christina Suriadjaja 26 tahun, 

kategori industri Retail & Ecommerce

Christina merupakan mantan atlet yang banting setir menjadi pengusaha. Dirinya memulai mendirikan Travelio, sebuah layanan jasa sewa kamar di Indonesia layaknya Airbnb sejak tahun 2015. Sampai saat ini Travelio telah memiliki 2.000 mitra di 25 kota dan direncanakan akan lebih banyak menggaet lebih banyak turis dari Cina. 

Cynthia Suwito (Foto: Forbes.com)
Cynthia Suwito (Foto: Forbes.com)

4. Cynthia Suwito 23 tahun

untuk kategori industri Art

Seorang seniman Indonesia yang berdomisili di Singapura dan kerap menarik perhatian berkat karyanya yang terbilang kerap membuat orang terheran-heran. Lulusan LASALLE College of the Arts ini terkenal berkat projek seni rajutan mie instan yang dibuatnya di Harpers Bazaar Art Prize tahun 2015 yang lalu. 

Gibran Huzaifah (Foto: Forbes.com)
Gibran Huzaifah (Foto: Forbes.com)

5. Gibran Huzaifah Amsi El Farizy 27 Tahun

untuk kategori Industry, Manufacturing & Energy

Sebagaimana telah dijelaskan secara singkat di atas, Gibran merupakan pendiri dan CEO dari eFishery. Perusahaan rintisan ini menggunakan teknologi pemberi pakan pintar yang berbasis komputasi awan di berbagai tempat budidaya akuakultur di Indonesia. Dampak dari teknologi ini adalah terciptanya efisiensi budidaya dengan penurunan biaya mencapai 21%. Teknologi Internet of Things (IoT) yang digunakan oleh eFishery tidak hanya memberi pakan tetapi juga mengumpulkan data pemberian pakan, produksi, kualitas air dan perilaku ikan. Gibran percaya bahwa revolusi dalam industri agrikultur seperti yang dilakukannya berperan besar dalam menyelesaikan tantangan abad 21 yakni, kelaparan. 

Joshua Kevin (Foto: Forbes.com)
Joshua Kevin (Foto: Forbes.com)

7. Joshua Kevin 25 tahun

untuk kategori Enterprise Technology 

Joshua merupakan pendiri dari Talenta, sebuah perusahaan rintisan berbasis teknologi awan yang memberikan pelayanan jasa manajemen sumber daya manusia. Hal yang ditekankan dalam Talenta adalah pengembangan data penggajian ataupun kepegawaian. Perusahaan ini mendapatkan permodalan dari East Ventures, Fenox VC dan Skystar Capital. Sampai saat ini Talenta telah menjadi solusi bagi berbagai perusahaan besar seperti Go-Jek, Grab, Kudo dan lain-lain. 

Marshall Pribadi (Foto: Forbes.com)
Marshall Pribadi (Foto: Forbes.com)

8. Marshall Pribadi 27 tahun

untuk kategori Finance Venture Capital 

Marshall adalah pendiri dan CEO dari Privy, sebuah perusahaan yang menangani jaringan untuk identitas universal dan tanda-tangan digital. Privy sempat menjadi pemenang dalam Finspire sebuah kompetisi fintech yang diadakan oleh Mandiri Capital dan Echelon. Sampai saat ini Privy memiliki 130 ribu pengguna terverifikasi dan mengklaim mengalami pertumbuhan mencapai 2.100 pengguna setiap harinya. Beberapa klien yang ditangani seperti Uber dan BFI. 

Teguh Ariwibowo (Foto: Forbes.com)
Teguh Ariwibowo (Foto: Forbes.com)

9. Teguh Ariwibowo 27 tahun

untuk kategori Finance Venture Capital

Sama seperti Marshall, Teguh termasuk pemuda Indonesia yang mendapatkan prestasi dibidang Keuangan dan Permodalan Ventura. Teguh merupakan pendiri dari Pinjam Indonesia, sebuah perusahaan rintisan yang menawarkan penaksiran otomatis terhadap barang jaminan (kolateral) penggunanya dan kemudian pengguna dapat menerima uangnya saat petugas menambil barang jaiminan. Pinjam Indonesia dapat dikatakan telah mengubah praktek gadai tradisional menjadi lebih ringkas dan efisien. 

Try Wibowo (Foto: Forbes.com)
Try Wibowo (Foto: Forbes.com)

10. Try Wibowo 27 tahun.

untuk kategori Healthcare & Science

Try merupakan pendiri dari Insan Medika Persada sebuah platform jasa kesehatan yang menyediakan para perawat rumahan. Ide jasa ini terinspirasi dari langkah ibunya yang mendirikan sebuah pusat pelatihan bagi para perawat. Aplikasi yang dibuat Try bakal mampu memperlihatkan perawat-perawat terdekat yang tersedia bagi para penggunanya. Saat ini telah terdapat kurang lebih 1.200 perawat berkualitas berkat kerjasama Insan Medika Persada dengan 100 sekolah vokasi keperawatan di Indonesia. Ide ini bahkan mendapatkan penghargaan "The Most Outstanding Home Health Service in The World pada tahun 2016" di Inggris. 

Tyovan Ariwidagdo (Foto: Forbes.com)
Tyovan Ariwidagdo (Foto: Forbes.com)

11. Tyovan Ari Widagdo 27 tahun.

Untuk kategori Consumer Technology

Tyovan adalah pendiri dari Bahaso, sebuah aplikasi belajar bahasa asing untuk pengguna di Indonesia. Dibuat pada tahun 2015, Bahaso mendapatkan modal sebesar US$ 500 ribu dan sampai saat ini telah digunakan 100 ribu pengguna sejak diluncurkan. Aplikasi ini dianggap telah banyak membantu orang-orang Indonesia untuk bisa mempelajari bahasa

Winston Utomo dan Wiliam Utomo (Foto: Forbes.com)
Winston Utomo dan Wiliam Utomo (Foto: Forbes.com)

13. Wiliam Utomo 24 tahun dan

14. Winston Utomo 26 tahun

untuk kategori Media, Marketing & Advertising

Kakak beradik ini merupakan pendiri dari IDN Media sebuah media berita dan hiburan yang kini telah dikunjungi 13 juta pengunjung dan dibaca 60 juta kali setiap. Perusahaan yang didirikan sejak tahun 2014 ini menjalankan berbagai produk seperti IDN Times yang menyerupai situs "Buzzfeed" versi Indonesia, rumah produksi video IDNtv dan juga agensi kreatif IDN Kreatif. 

Itulah 14 pemuda-pemudi Indonesia berprestasi yang menurut Forbes mampu membuat perubahan dan meraih inovasi dibidangnya masing-masing. Mereka akan menghadiri malam penghargaan yang akan dihelat pada 25 Juli 2017 di Manila, Filipina.

Dalam penilaian 30 under 30 Asia tahun ini juri yang terlibat antara lain Jimmy Choo and chef George Calombaris untuk kategori Arts. Sonny Bill Williams dan Yuna untuk kategori Entertainment & Sports. Hiroshi Mikitani untuk kategori Retail and E-commerce. Sonny Vu di kategori Healthcare & Science. Kemudian Jean Liu untuk kategori Consumer Technology. Ada juga Vineet Nayar dan Solina Chau untuk kategori Social Entrepreneurs. Dan terakhir, Kaifu Lee untuk kategori Finance & Venture Capital.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu