Lupa Sandi?

Digeber, Festival Sate Sumatera Barat dan Kuliner Limapuluh Kota

Dodi SyahPutra Malin Marajo
Dodi SyahPutra Malin Marajo
0 Komentar
Digeber, Festival Sate Sumatera Barat dan Kuliner Limapuluh Kota

Selasa, 18 April 2017 akan dibuka penyelenggaraan Festival Kuliner Khas Limapuluh Kota. Puluhan stan makanan akan meramaikan kawasan Objek Wisata Lembah Harau, tepatnya di kawasan Aka Barayun. Air terjun Lembah Harau akan menjadi saksi festival kuliner terakbar di Sumatera Barat ini.

Kadis Parpora Limapuluh Kota, Yatmiko mengkonfirmasi termasuk di kegiatan ini Festival Sate se-Sumatera Barat. Soal jumlah peserta belum dapat dipastikan, masih terus ada yang mendaftar.

“Peserta per nagari, ada 79 nagari di Limapuluh Kota ini. Kita upayakan hadir semua. Sementara, untuk peserta kuliner sate, kita masih membuka pendaftaran masih akan terus dibuka sampai besok. Insya Allah 19 kabupaten dan kota akan hadir. Satenya, bakal gratis bagi pengunjung,” ujar Kabid Pariwisata Disparpora Limapuluh Kota Hj. Ningsih menimpali.

Festival Kuliner Minang Khas Kabupaten Limapuluh Kota dan Festival Sate se-Sumatera Barat ini bakal diselenggarakan selama dua hari 18-19 April 2017 di Aka Barayun Objek Wisata Lembah Harau. Datang dan saksikan.

Baca Juga

Masakan Punju Ikan dan Sarikayo dengan makanan pendamping khas nagari.

“Mari, turis asing dan domestik ramaikan Festival Kuliner Khas Kabupaten Limapuluh Kota. Warga Limapuluh Kota, kita cobai rasa sate dari seluruh daerah di Sumatera Barat,” ajak Yatmiko.(Dodi Syahputra)


Sumber: http://www.padang-today.com/festival-kuliner-minang-khas-kabupaten-limapuluh-kota-dan-festival-sate-se-sumatera-barat-digeber-selasa-rabu/

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih50%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG DODI SYAHPUTRA MALIN MARAJO

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie