Lupa Sandi?

Alquran Terbesar di Dunia dari Palembang

adli hazmi
adli hazmi
0 Komentar
Alquran Terbesar di Dunia dari Palembang

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam dan telah diakui oleh didunia bahwa Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Maka, tak heran ada banyak tempat di Indonesia yang bisa dikunjungi sebagai tempat wisata religi. Penghargaan umat Islam di Indonesia terhadap ajaran Islam agaknya tidak perlu diragukan lagi. Banyaknya masjid yang megah nan indah merupakan bukti nyata bagaimana umat islam Indonesia menjunjung tinggi agama Islam.

Palembang, kota yang identik dengan makanan pempek ini ternyata juga memiliki apresiasi yang sangat tinggi terhadap Islam. Hal ini bisa dilihat dengan adanya Alquran terbesar di dunia yang dipajang di Museum Alquran Raksasa.

Indahnya ukiran Al-Qur'an (sumber : Tribunnews.com)
Indahnya ukiran Al-Qur'an (sumber : Tribunnews.com)

Bertempat di Jalan M. Amin Fauzi, Soak Bujang, Kelurahan Ganus, Palembang Sumatera Selatan, Museum Alquran Raksasa ini memiliki pahatan Alquran dengan media kayu tembesu dan memiliki panjang 166 centimeter, lebar 140 centimeter serta tebal 2,5 sentimeter. Keseluruhan pahatan ayat suci Alquran yang ada di museum kebanggan orang Palembang ini berjumlah kurang lebih 315 papan. Di kedua sisinya pun diukir dengan ukiran yang cukup rumit, total halaman yang ada di museum ini adalah 630 halaman lengkap dengan tajwid serta doa khatam Alquran. Kayu tembesu yang digunakan diberi warna cokelat dan pahatan ayat Alquran menggunakan tinta berwarna emas.

Baca Juga

Awal Mula Pembuatan

Alquran raksasa ini merupakan hasil karya anak bangsa bernama Sofwatillah Mohzaib atau yang biasa dipanggil Opat. Ia merupakan pemuda yang memiliki minat besar terhadap seni kaligrafi. Pembuatan Alquran raksasa ini awalnya berasal dari mimpi Opat setelah ia kelelahan mengukir kalirafi ornament bagian pintu Masjid Agung Palembang. Dalam mimpinya ada isyarat kepada Opat untuk membuat Alquran terbesar di dunia, maka dimulailah ia mempertimbangkan dan merencanakan pembuatan Alquran ini

Surat awal yang ia tuliskan diatas papan kayu tembesu adalah surat Al-Fatiha yang kemudian dipamerkan di Masjid Agung Palembang dengan harapan mendapat donatur yang mau mendukung keinginannya membuat mahakarya luar biasa ini.

Dimulai dengan dipamerkannya di bazar peringatan Tahun Baru islam pada 1 Muharram 1423 atau 15 Maret 2002, pembuatan keseluruhan Alquran raksasa ini melibatkan 35 orang dengan pembagian tugas 5 orang bertugas sebagai pengukir dan 30 orang lainnya sebagai pemahat dan pemotong kayu. Pembuatan karya ini memakan waktu tujuh tahun dengan memakan dana sebesar 1,2 Miliar Rupiah.

Salah sisi pahatan Al-Qur'an raksasa dari Palembang (sumber : Tribunnews.com)
Salah sisi pahatan Al-Qur'an raksasa dari Palembang (sumber : Tribunnews.com)

Kendala yang dihadapi oleh tim pembuat Alquran ini adalah dana dan juga bahan baku tembesu. Harga kayu tembesu ini ada proses pembuatannya mengalami kenaikan harga, dari hanya 2 juta Rupiah per kubik kayu hingga 10 Juta Rupiah per kubik kayu. Namun berkat adanya donatur yang mendukung pembuatan karya indah ini, alhasil Alquran raksasa mampu dirampungkan dan kini dipajang dengan indah di museum Alquran Raksasa Palembang.

Untuk membuat setiap pahatan, ayat alquran terlebih dahulu ditulis diatas karton dan dijiplak kedalam kertas minyak, tim koreksi pun memiliki andil untuk memperhatikan dan mengecek apakah tulisan yang sudah dijiplak sudah betul atau belum. Kemudian jika sudah betul maka tim pemahat akan mulai untuk memahat di atas papan. Setelah semuanya selesai, maka finishing dan pewarnaan pun dilakukan. Hasilnya pun luar biasa apik dan sedap dipandang.

Beradu dengan lampu yang indah (sumber : Grand Malaka Ethical Hotel Palembang)
Beradu dengan lampu yang indah (sumber : Grand Malaka Ethical Hotel Palembang)

Museum yang sudah diniliai layak pada akhir 2011 dan kemudian diresmikan oleh mantan presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono beserta delegasi Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada 30 Januari 2012 ini sering dikunjungi oleh turis domestik maupun turis mancanegara, biaya masuknya pun cukup murah yaitu sekitar 5.000 Rupiah saja. Didalam museum pun ada orang yang siap untuk mendampingi agar kita tahu tentang apa saja yang ingin kita ketahui mengenai museum ini.

Dilokasi museum ini pun juga terdapat cinderamata yang bisa dibeli dengan harga yang cukup bersahabat, serta ada tukang foto yang mematok harga tidak tinggi, hanya sekitar 10.000 hingga 20.000 rupiah saja.

sumber : Tribun News

Label:
alquran
Pilih BanggaBangga82%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang9%
Pilih Tak PeduliTak Peduli9%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADLI HAZMI

Coffee addict, travel and sport enthusiast. a person who really likes international politics. Follow my Instagram @adli_hazmi ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas