Lupa Sandi?

Antara Ikan Salmon dan Ikan Kembung

Dimas Ayuna
Dimas Ayuna
0 Komentar
Antara Ikan Salmon dan Ikan Kembung

Ikan salmon kerap kali diidentikkan sebagai ikan yang paling bergizi. Ikan yang berasal dari famili Salmonidae ini hidup di Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Salmon adalah salah satu spesies ikan yeng bermigrasi untuk berkembang biak. Karena memiliki kandungan gizi yang tinggi serta jumlah populasinya tidak sebanyak ikan lain, nilai jual ikan satu ini membumbung tinggi.

Satu kilogram ikan dengan nama latin Salmonidae sp. ini dipatok seharga Rp. 165.000 bahkan ada yang mencapai Rp 300.000 per kilonya, padahal berat satu ekor ikan salmon bisa mencapai 5-7 kg. Tidak heran jika ikan ini lebih kakrab dengan kalangan menengah ke atas.

Ikan salmon
Ikan salmon

Harga mahal bukan berarti masyarakat Indonesia tidak bisa mendapaatkan gizi setara seperti memakan ikan salmon. Ternyata di perairan Indonesia sendiri ada satu jenis ikan yang memiliki kandungan gizi tidak kalah dengan ikan salmon.

Namanya adalah ikan kembung. Berasal dari famili Scombridae dan genus Rastrelliger, ikan ini adalah jenis ikan pelagis kecil yang menjadi komoditas utama para nelayan kelas menegah. Agar menjadi lebih tahan lama, ikan satu ini biasanya diolah menjadi ikan asin atau pindang.

Memiliki perawakan yang kecil serta jumlah populasi yang melimpah, ikan ini memiliki nilai jual yang jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan ikan salmon. Selain itu, ikan dengan nama latin Rastrellinger sp. ini juga memiliki beberapa spesies yang sama-sama bergizi tinggi, mulai dari Rastrelliger brachysoma, Rastrelliger faughni, sampai Rastrelliger kanagurta, dan masih banyak lagi. Harga ikan ini berkisar antara Rp. 30.000 sampai Rp. 35.000 per kilonya.

Ikan kembung
Ikan kembung

Kabar baiknya, ikan kecil ini ternyata memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi serta harga lebih murah daripada ikan Salmon. Jika ikan salmon biasanya dikaitkan sebagai ikan yang kaya omega 3, ternyata omega 3 yang dimiliki ikan kembung ini lebih tinggi loh. Tercatat dari 100 gram ikan salmon mengandung energi 142 kkal, protein 19,84, lemak tak jenuh 6,343 gr, zat besi 0,80 gr, dan kalsium 12 gr. Sedangkan dari 100 gr ikan kembung mengandung energi 162 kkal, protein 19,32gr, lemak tak jenuh 2,343 gr, zat besi 1 mg, dan kalsium 20 mg. Bukan hanya sampai situ, yang paling mengejutkan adalah ternyata omega 3 yang terdapat pada ikan kembung tiga kali lebih besar daripada ikan salmon.

Omega tiga merupakan salah satu jenis lemak tak jenuh yang hanya bisa diperoleh dari asupan makanan maupun suplemen yang bersumber dari makanan seperti ikan kembung, ikan salmon, ikan tuna, minyak kanola, walnut, kacang kenari, kacang kedelai, alpukat, dll.

Asupan omega 3 dibutuhkan bagi tubuh, terutama untuk janin, ibu hamil, serta anak-anak. Untuk orang dewasa, omega 3 bermanfaat menurunkan resiko penyakit jantung, menyehatkan mata, anti inflamasi, membantu penyerapan vitamin, sampai meningkatkan perkembangan anak. Bahkan ikan kembung yang sudah diolah menjadi ikan asin dan ikan kemasan dalam kaleng masih memiliki kandungan omega 3 yang tinggi.

Ikan kembung dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan
Ikan kembung dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan

Jadi tidak berlebihan jika ikan kembung disebut sebagai salah satu ikan primadona yang ada di Indonesia. Menawarkan berbagai kelebihan, selain bergizi tinggi, ikan ini sangat mudah ditemui di Indonesia karena tersebar di perairan Indonesia, belum lagi harganya yang terjangkau untuk berbagai lapisan masyarakat. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, penuhi kebutuhan gizi sekaligus membudayakan makan makanan laut.


Sumber: diolah dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga58%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli4%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau10%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG DIMAS AYUNA

Bukan apa-apa, hanya seorang mahasiswi yang sampai sekarang masih belajar menulis. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata