12 pelajar Indonesia belajar teknologi informasi (TI) di Bengaluru, India. Mereka mempelajari tentang teknologi dan kewirausahaan di berbagai institusi dan perusahaan terkait. Para mahasiswa yang terpilih adalah mereka yang memiliki inisiatif penggunaan TI untuk pemberdayaan komunitas.

"Kami tersentuh dengan kehangatan dan kebaikan orang India," kata Lia Andarina Grasia, seorang mahasiswa studi pariwisata. Untuk dapat membantu orang lain, Lia mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata. Ia membantu menghubungkan wisatawan asing yang tinggal di Indonesia agar mendapat pekerjaan di sekolah lokal.

"Teknologi India berperan besar dalam kehidupan kita," jelas mahasiswa teknik Teguh Wibowo. Ia terinspirasi dari sebuah video India tentang teknologi, hingga ia mengembangkan sebuah robot untuk mengambil kelapa di pohon.

Siswa terkemuka dunia (Outstanding Student for the World/OSTW), begitu nama program kunjungan ini. Agenda kunjungan yang diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri dan Konsulat Jenderal Indonesia itu, diharap dapat menjadi wadah pertukaran pengetrahuan, inovasi, teknologi, serta budaya dari para pemuda antar kedua negara. 

Program OSTW dimulai sejak 2011 dan telah mengunjungi AS, Australia, Kanada, Jepang dan Hong Kong. Untuk pertama kalinya, India dipilih sebagai tempat belajar bagi kelompok insinyur, pengusaha dan mahasiswa manajemen bisnis. Tahun ini ada beragam inisiatif yang berkesempatan mengikuti kunjungan, diantaranya adalah sistem yang menghubungkan petani ke supermarket yang memangkas panjangnya rantai distribusi.

Indonesia dan India miliki banyak kesamaan, seperti gaya hidup dan kebiasaan makan. "India unggul dalam hal akademis dan inovasi teknologi, sehingga penting bagi pelajar Indonesia untuk belajar dari Indoa," jelas Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Al Busyra Basnur. "Kami menantikan hubungan sehat antar bangsa di bidang sosial, ekonomi dan politik," jelas Konsulat Jenderal RI di India Saut Siringoringo.

OSTW diperuntukkan bagi generasi muda berprestasi untuk dapat memiliki kesempatan berperan dalam mendukung kegiatan promosi dan peningkatan citra Indonesia di luar negeri. Program ini dilaksanakan tiap tahun, diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Sumber: Times of India.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu