Lupa Sandi?

Ketika Tokoh Pewayangan Dewi Arimbi Berkomunikasi dalam Dua Bahasa Internasional

coolish noer
coolish noer
0 Komentar
Ketika Tokoh Pewayangan Dewi Arimbi Berkomunikasi dalam Dua Bahasa Internasional

Dewi Arimbi adalah salah seorang penguasa di Kerajaan Pringgandani dalam pewayangan Mahabbarata. Sosoknya dikenal sebagai seorang putri cantik yang memiliki watak jujur, setia dan penyayang. Selain itu, Dewi Arimbi memiliki kesaktian yang dapat merubah wujudnya dari seorang raksasa hingga menjadi sosok putri yang cantik jelita.

Dalam awal kisahnya, sosok Dewi Arimbi diceritakan sebagai seorang yang berwujud rashaksi, seorang buta (raksasa) perempuan yang menakutkan. Wujudnya yang tidak menarik untuk ukuran seorang perempuan tersebut menjadi penghalang bagi Bima untuk menjatuhkan cinta padanya. Namun karena kesetiaan Arimbi pada Bima meskipun berkali-kali ditolak cintanya, sosok Arimbi berhasil mencuri hati Dewi Kunti, ibunda Bima. Dengan ketabahan dan ketulusan hatinya mencintai Bima, Arimbi pun mendapatkan sabda dari Dewi Kunti dan berubah menjadi seorang gadis yang sangat rupawan sehingga Bima pun tanpa ragu lagi menjatuhkan cinta pada Arimbi.

Dewi Arimbi dalam Tokoh Pewayangan
Dewi Arimbi dalam Tokoh Pewayangan

Sosok Arimbi sebagai seorang yang mengajarkan bahwa ketulusan hati lebih indah dari perwujudan fisik barangkali yang sudah sering dilupakan oleh para perempuan di era modern saat ini. Dimana perempuan senang untuk menonjolkan kesempurnaan fisik tanpa diimbangi dengan menonjolkan kehalusan budi pekerti. Sosok Arimbi yang menjadi kisah folklore dan berkembang di tanah air ini kiranya perlu dijadikan sebagai teladan bagi para perempuan untuk lebih memperhalus sikap dan budi pekerti daripada sekadar menonjolkan kelebihan fisik dan menyesali kekurangan diri.

Kisah inilah yang diangkat oleh sekelompok mahasiswa program khusus kelas internasional Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga dalam penyelenggaraan Art and Language Exhibition  2017 bertajuk "Kidung Katresnan Dewi Arimbi" untuk mengukuhkan kepemilikan cerita dan budaya lokal, Salatiga pada Rabu (26/4). Disampaikan dalam dua Bahasa internasional yakni Bahasa arab dan Bahasa inggris untuk mengomunikasikan pesan dan nilai moral serta mengenalkan cerita-cerita lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga
Salah Satu Adegan Drama
Salah Satu Adegan Drama

Cerita pada kisah Dewi Arimbi misalnya, merupakah kisah yang pas untuk kondisi saat ini. Karena nilai cerita yang terkandung di dalamnya mempunyai pesan yang kuat untuk disampaikan dan mengandung nilai-nilai budaya yang menganjurkan untuk memperindah perilaku dan budi pekerti daripada mengedepankan eksploitasi diri melalui penampilan rupa. Sehingga dengan dihantarkannya cerita Arimbi melalui bahasa-bahasa asing, nilai-nilai lokal yang terkandung di dalamnya dapat dipahami sebagai sebuah perwujudan tradisi lokal di mata masyarakat yang lebih luas.

Dalam pertunjukan art and exhibition tersebut selain untuk memperkukuh keberadaan cerita dan budaya lokal, bagi program khusus kelas internasional tersebut juga untuk semakin mengerti keberadaan budaya lokal. “agar para mahasiswa semakin mengerti dan mengenal budayanya sendiri.” Ucap Sari Famularsih, Pembina program khusus kelas internasional.

Pilih BanggaBangga90%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi10%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG COOLISH NOER

Merupakan seorang hobi menulis yang baru saja menyelesaikan Pendidikan Bahasa Inggris pada program study s1 nya. Hobinya menulis telah muncul sejak dahulu hingga pernah sewaktu masih berstatus mahasis ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie