Dalam ilmu politik, kita mengenal dua ranah politik yaitu politik dalam negeri dan politik luar negeri. Politik dalam negeri lebih banyak membahas akan dinamika dan konstelasi kekuasaan dari dalam negeri sedangkan politik luar negeri adalah tentang bagaimana suatu negara memainkan peranan sebagai aktor internasional seperti melakukan kerja sama maupun melakukan perundingan-perundingan.

Untuk masalah politik luar negeri, Indonesia memiliki badannya sendiri yaitu Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu). Masih banyak yang belum membahas tentang sepak terjang kemlu saat ini padahal banyak sekali hal yang telah dilakukan oleh Kemlu untuk Indonesia. ini lah beberapa langkah progresif kemlu untuk Indonesia.

Dibawah komando Ibu bervisi tinggi yakni Retno L.P Marsudi, Kemlu telah melakukan beberapa gebrakan luar biasa. Pada tanggal 10 Februari 2017 di Singapura, Menlu Retno Marsudi bersama Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan telah melakukan pertuaran piagam ratifikasi yang mana menandai garis batas laut territorial Indonesia dengan pulau utama Singapura. Hal ini sangat penting mengingat kedaulatan Indonesia juga merupakan kedaulatan laut.

Indonesia memiliki 10 negara tangga yang memiliki batas maritime langsung dengan Indonesia dan 3 negara tetangga yang memiliki batas darat dengan Indonesia. untuk itu diplomat Indonesia termasuk Retno sebagai Menlu berusaha menjaga kedaulatan bangsa, sebagaimana yang disampaikan oleh Menlu Retno di Universitas Muhammadiyah 25 April lalu “Indonesian diplomats will not back down even an inch on sovereignty”. Indonesia sejauh ini telah melakukan 20 perundingan batas maritim serta 16 perundingan batas darat dengan negara-negara tetangga.

Menlu Retno Marsudi (sumber : TheTanjungpuraTimes)
Menlu Retno Marsudi (sumber : TheTanjungpuraTimes)

Warga Indonesia yang berada diluar negeri pun tak luput dari prioritas Kemlu. Menurut Retno, presence atau kehadiran Indonesia merupakan hal penting bagai mereka (warga Indonesia yang diluar negeri) ketika mereka menghadapi masalah baik itu mereka yang berlibur atau mereka yang bekerja. Salah satu bentuk kehadiran ini adalah pendampingan WNI dalam berbagai hal.

Hingga saat ini Indonesia telah menyelesaikan 11.065 kasus WNI diluar negeri, 71 orang dibebaskan dari hukuman, 399 kasus perdagangan diselesaikan, 41.569 WNI yang telah difasilitasi repatriasi,0.92 Milyar Rupiah tuntutan uang dimenangkan yang mana uang ini adalah hak dari WNI yang bekerja, salah satu contohnya adalah WNI yang telah bekerja dengan baik namun tidak dibayar. Hal lain yang dilakukan adalah membantu 512 ABK dan nelayan Indonesia di luar negeri.

Ada salah satu inovasi yang dilakukan Kemlu untuk memberikan rasa ‘kehadiran’ ini yang mungkin kecil namun berdampak besar. Adalah membuat pop up untuk WNI yang berada diluar negeri yang memberi informasi tentang nomor telpon dan juga alamat perwakilan (embassy) Indonesia di luar negeri.

“Ketika ada orang Indonesia keluar negeri, di negara tersebut ketika membuka HP dan terkoneksi internet maka akan ada pop up mengenai kantor perwakilan terdekat dan nomor telponnya. Hal ini mungkin kecil namun at least akan membantu WNI yang membutuhkan kita,” ungkapnya 25 April lalu di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kemlu juga melakukan inovasi dengan Safe Travel apps, sebuah aplikasi smartphone agar WNI mengetahui segala hal tentang negara yang mereka kunjungi, termasuk juga didalamnya kontak dari kantor perwakilan terdekat.

SafeTravel Apps (sumber :Liputan6 | Lifestyle)
SafeTravel Apps (sumber :Liputan6 | Lifestyle)

Dari segi Ekonomi, Indonesia pada tahun 2016 telah melakukan capaian Trade Expo Indonesia (TEI) dengan hasil 125 negara berpartisipasi, total transaksi senilai 974,76 Juta US Dollar dan 31 kontrak dagang senilai 200 juta US Dollar. Pada tahun yang sama Indonesia bersama Menlu Retno telah mampu menghasilkan 149 perjanjian ekonomi baik bilateral maupun multi-lateral. Selain itu Indonesia telah berhasil mengirim pesawat CN 235 ke Senegal, menjual 150 gerbong kereta penumpang ke Bangladesh dari PT Industri Kereta Api (INKA) dan juga endrikan pabrik Indomie di Serbia.

penetrasi pasar non-tradisional Indonesia (sumber : Pidato Menlu Retno di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)
penetrasi pasar non-tradisional Indonesia (sumber : Pidato Menlu Retno di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

Indonesia pun aktif dalam melakukan misi, misi perdamaian di dunia. Indonesia merupakan penyumbang pasukan perdamaian terbesar ke 8 dunia dengan prestasi 9 misi PPB dan 2781 personel (Februari 2017). Kedepannya Indonesia akan mengirimkan 4000 peacekeepers sampai dengan tahun 2019. Peran aktif Indonesia dalam ranah perdamaian di lingkup ASEAN juga dilakukan dengan langkah nyata yaitu melakukan dialog langsung ke Daw Aung San Suu Kyi terkait dengan kondisi di Rakhine State dan pada akhirnya adanya sekolah yang dibangun oleh Indonesia disana dan juga masuknya bantuan kemanusiaan.

Peacekeepers Indonesia bersama Menlu Retno (sumber : Pidato Retno Marsudi )
Peacekeepers Indonesia bersama Menlu Retno (sumber : Pidato Retno Marsudi )

Indonesia terutama Kemlu hingga saat ini telah melakukan langkah progresif luar biasa untuk Indonesia, dalam berdiplomasi juga Kemlu merubah gaya diplomasi menjadi straightforward. Seperti yang kita tahu bahwa dalam berdiplomasi biasanya ada agenda tersembunyi dari negara-negara lain. Namun Menlu Retno mengatakan bahwa saat ini gaya bahasa Indonesia untuk bernegosiasi adalah tegas dan langsung ke inti nya namun tidak menyakiti agar mencapai kesepakatan lebih cepat dan tidak merugikan.

Sumber : Pidato Menlu Retno di Milad UMY ke-36

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu