Lupa Sandi?

Pertama Kalinya, Paviliun Produk Makanan Indonesia di Rusia

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Pertama Kalinya, Paviliun Produk Makanan Indonesia di Rusia

Ketertarikan masyarakat Rusia pada produk – produk makanan dan minuman Indonesia akhirnya menginisiasi pemerintah untuk mendirikan sebuah paviliun produk Indonesia di negeri tersebut. Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berkedudukan di Kota Moskow, Indonesia akhirnya membuka sebuah Permanent Product Display yang berisi produk – produk makanan dan minuman unggulan dari Indonesia. Ini adalah pertama kalinya sebuah paviliun produk makanan beridi di negeri beruang merah tersebut sejak tahun 1954.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi dalam siaran persnya menyatakan bahwa ketertarikan masyarakat Rusia pada produk – produk Indonesia sangat tinggi. Hal itu terlihat ketika penyelenggaraan Festival Indonesia pada Agustus 2016 silam, dimana semua makanan yang disajikan dalam festival tersebut habis terjual hanya dalam waktu 3 jam.

Paviliun ini akan menampung setidaknya produk - produk dari 20 perusahaan Indonesia (kumparan.com)
Paviliun ini akan menampung setidaknya produk - produk dari 20 perusahaan Indonesia (kumparan.com)

Baca Juga

Pendirian paviliun ini direalisasikan atas dukungan dari beberapa pihak, seperti mantan Menteri Perdagangan RI, Rachmat Gobel, Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, dan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri. “Pendirian Paviliun Indonesia ini merupakan bentuk dukungan bagi upaya KBRI untuk mendorong peningkatan perdagangan kedua negara. Langkah ini dilakukan dalam rangka memperluas akses pasar ekspor Indonesia di Rusia serta negara lainnya yang memiliki paviliun di Food City”, kata Rachmat Gobel sekaligus menandai dibukanya paviliun Indonesia.

Beberapa produk yang dipajang (kumparan.com)
Beberapa produk yang dipajang (kumparan.com)

Acara pembukaan yang dilakukan beberapa waktu juga bertepatan dengan momentum meningkatnya nilai perdagangan Indonesia-Rusia menjadi sebesar USD 2,6 miliar pada tahun ini atau meningkat 33,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia mengalami surplus USD 1,8 miliar tahun lalu dan yang menggembirakan, eskpor RI meningkat cukup tinggi 35 persen, sebesar USD 2,2 miliar.

"Setelah kerja keras selama 9 bulan, akhirnya paviliun Indonesia hadir sekaligus menjadi salah satu dari negara ASEAN pertama yang memiliki paviliun di Food City," kata Direktur Kerjasama Internasional Eurasian Business Union mewakili manajemen Food City, Alexey Khobasov, dalam sambutannya.

Indomie, produk mie yang sudah mendunia ini juga ikut dipasarkan di paviliun tersebut (kumparan.com)
Indomie, produk mie yang sudah mendunia ini juga ikut dipasarkan di paviliun tersebut (kumparan.com)

Pada acara tersebut, wakil dari paviliun beberapa negara seperti Iran dan Pakistan yang turut hadir juga menyampaikan keinginan mereka untuk mengimpor produk – produk dari Indonesia, seperti kertas dan minyak kelapa sawit. Melihat hal ini, tentunya merupakan sebuah hal yang positif bahwa kualitas produk – produk Indonesia telah mampu untuk bisa menarik perhatian dunia dan diminati oleh banyak pihak. Paviliun yang berukuran 180 meter persegi tersebut akan menjadi rumah bagi lebih dari 20 perusahaan Indonesia untuk memamerkan produk – produk hasil olahan mereka.


Sumber: kemlu.go.id || kumparan.com

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata