Sosok sederhana dan bersahaja melekat pada salah seorang pendiri Indonesia, yaitu Bung Hatta. Nama yang juga tercantum dalam teks proklamasi tersebut ternyata juga terkenal dengan janji romatisnya kepada Indonesia. Hatta berjanji untuk tidak menikah hingga Indonesia merdeka. Janji yang kelak ditepatinya dan juga menyebabkan ia menikah pada usia yang tak lagi bisa dikatakan muda, yaitu 43 tahun.

Dilansir dari Historia.id, Halida, putri bungsu Hatta mengatakan keputusan Hatta menunda untuk menikah dikarenakan keinginan ayahnya menyelesaikan studi dengan baik sebagi modal dasar bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, janji Bung Hatta seakan ditagih oleh Bung Karno. Tak seperti biasanya, Bung Karno datang kepada Bung Hatta bukan untuk menanyakan tugas negara, melainkan soal pasangan hidup. Dilansir dari Merdeka.com, Megawati menceritakan perihal pertemuan tersebut, ia meniru ucapan Bung Karno kepada Bung Hatta, “Bung, apakah Anda tidak merasa kesepian hidup tanpa adanya istri?

Sumber: satujam.com
Kiri ke kanan, Bung Hatta dan Bung Karno. Sumber: satujam.com

Bung Hatta menjawab dengan diam. Bung Karno lalu bertanya tentang perasaan cinta sosok yang dikenal jujur dan bijaksana tersebut kepada Rahmi, putri dari keluarga Rachim. Setelah mengerti permasalahan yang dihadapi teman nya, Bung Karno ditemani oleh R. Soeharto mendatangi keluarga Rachmi untuk melamar Rahmi untuk Hatta.

Setibanya Bung Karno di rumah kediaman keluarga Rachim, Pertanyaan yang sama juga diajukan Bung Karno kepada Rahmi. Bung Karno menjadi perantara dalam menyampaikan perasaan Hatta kepada Rahmi. Ia kemudian menanyakan apakah Rahmi memiliki perasaan yang sama kepada Hatta. Jawaban serupa diterima Bung Karno dari Rahmi, yaitu jawaban dalam diam.

Bung Karno menangkap isyarat persetujuan yang diamini oleh keduanya dalam diam. Bertempat di sebuah Villa di kawasan Megamendung Bogor pada 18 November 1945, keduanya resmi menikah. Kala itu usia mereka terpaut cukup jauh, Bung Hatta berusia 43 tahun sementara Rahmi 19 tahun.

Sebelumnya, ibu Bung Hatta sempat kaget dengan usulan mas kawin yang dilontarkan oleh anaknya. Tidak seperti pernikahan lainnya, Bung Hatta menjadikan buku filsafat karyanya yang berjudul Alam Pikiran Yunani sebagai mas kawin. Pilihan mas kawin ala Bung Hatta tidak terlepas dari kecintaannya terhadap buku dan pengetahuan. Ia menganggap mas kawin berupa buku hasil pemikirannya sendiri lebih berharga sebagai bukti cinta kepada istrinya dibandingkan harta benda lainnya.  Bahkan diantara kolega Bung Hatta, kerap ada celotehan tentang Bung Hatta dan bukunya, buku adalah “istri pertama” sedangkan Rahmi “istri kedua”.

Foto pernikahan Bung Hatta dan Rahmi Rachim. Sumber:kompas.com
Foto pernikahan Bung Hatta dan Rahmi Rachim. Sumber:kompas.com

Setelah menikah, Hatta yang pendiam dan juga dikenal jarang berhubungan dengan perempuan ini kerap menunjukkan sisi romantis dengan caranya yang khas. Misalnya ketika Rahmi melahirkan anak pertama, Hatta menyiapkan sandwich buatannya sendiri yang ia antar ke ruang bersalin. Ia juga menyediakan tempat khusus di mobil yang tidak terkena sinar matahari bagi istrinya . Sisi romantis ini ditunjukkannya dalam perilaku keseharian dengan tidak mencolok. Halida bahkan mengatakan bahwa orangtuanya tidak memperlihatkan bahasa tubuh yang romantis.

Foto Keluarga Bung Hatta. Sumber: detik.com
Foto Keluarga Bung Hatta. Sumber: detik.com

Hatta dan Rahmi dikaruniai tiga anak perempuan yang menemani mereka mengarungi rumah tangga dengan tenang dan tentram. Selama 35 tahun pernikahan, Hatta membuktikan bahwa tidak ada wanita lain dalam hidupnya selain Rahmi.


Sumber:

merdeka.com

historia.id

bbc.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu