Lupa Sandi?

Setelah ‘Soekarno,’ Bule Australia ini Ciptakan Lagu tentang R.A Kartini

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Setelah ‘Soekarno,’ Bule Australia ini Ciptakan Lagu tentang R.A Kartini

 Masih ingat Sally Andrews? Perempuan asal Australia yang beberapa waktu silam sempat menjadi uah bibir di Indonesia karena menciptakan sebuah lagu berjudul “Presiden Soekaro” karena terinspirasi dari sosok proklamator tersebut. Kali ini, Sally kembali muncul dengan sebuah karya terbaru yang masih mengusung tokoh – tokoh inspiratif Indonesia. April yang lalu, Sally meluncurkan sebuah lagu lewat kanal youtube-nya yang berjudul ‘Teladan Kartini.’

"Saya menulisnya sekitar seminggu, lagu ini soal keteladanan ibu Kartini semasa hidupnya," ujar Sally seperti dilansir australiaplus.com. berbeda dengan lagu Presiden Soekarno, kali ini musik yang digunakan oleh Sally berasal dari irama lagu “Trouble” milik Iggy Azalea dan Jennifer Hudson. Sally hanya mengerjakan bagian liriknya saja.

Perempuan yang fasih berbahasa Indonesia dan pernah mengenyam pendidikan di Universitas Islam Indonesia dalam program ACICIS ini menyatakan bahwa alasannya memilih menggunakan instrument dari ‘Trouble’ adalah karena lagu tersebut identik dengan kaum perempuan. "Lagu ini dibawakan oleh rapper perempuan, menjadi simbol pemberdayaan perempuan ditengah musik rap yang didominasi laki-laki," ujar perempuan asal New South Wales ini.

Sally Andrews (australiaplus.com)
Sally Andrews (australiaplus.com)

Ia terinspirasi akan sosok Kartini setelah mendapat masukkan dari beberapa temannya. "Mereka berkata kepada saya, 'mengapa tidak menulis lirik lagu dalam bahasa Indonesia?'," ujarnya. "Lalu saya bertanya siapa yang harus saya tulis setelah soal Presiden Soekarno?"

Baca Juga

Berkat saran teman – temannya, Sally pun akhirnya membaca buku – buku tentang Kartini. Berbagai macam buku tentang tokoh perempuan tersebut ia baca, termasuk surat – surat  Kartini pada sahabat pena-nya di Belanda yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris.

 "Kisah Kartini masih berkaitan dengan kehidupan modern, ia berupaya untuk mengajarkan diri sendiri, fokus pada pendidikan," katanya. Hal tersebut yang akhirnya menjadi pesan dalam lagunya, bahwa keteladanan Kartini adalah sesuatu yang tidak bisa dilupaka, serta menjadi pesan abgi para orang tua untuk mendukung anak – anak perempuan agar tetap menuntut ilmu setinggi – tingginya, jelas Sally.

Menurutnya, permepuan di Australia dan di Indonesia memiliki permasalahan yang berbeda, namun tantangan yang mereka hadapi adalah sama, yakni tentang bagaimana mendapatkan kesempatan. "Sama seperti di kawasan pedesaan dan Indonesia Timur, mereka yang tinggal di pedalaman Australia pun masih kesulitan untuk bisa mengenyam pendidikan. Jika tak ada uang, bagaimana bisa sekolah?” katanya.

“Banyak yang pintar,tapi mereka tidak mampu. Sekaran adalah Bagaimana caranya agar kedua negara, Australia dan Indonesia, bisa menggali potensi dan tidak menyia-nyiakan bakat warganya, bukan hanya khusus perempuan," katanya menegaskan. 

Dalam pembuatan video berdurasi dua menit tersebut, Sally ternyata dibantu oleh sang ibu yang bertugas sebagai pemegang kamera untuk mengambil gambar. Masih berunsur rap, lagu ini cukup enak didengar dengan lirik - lirik yang sederhana namun sangat kuat dan sarat makna. Berikut videonya . 


Sumber: australiaplus.com 

Pilih BanggaBangga71%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau29%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara