Setelah ‘Soekarno,’ Bule Australia ini Ciptakan Lagu tentang R.A Kartini

Setelah ‘Soekarno,’ Bule Australia ini Ciptakan Lagu tentang R.A Kartini

©ytimg.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Masih ingat Sally Andrews? Perempuan asal Australia yang beberapa waktu silam sempat menjadi uah bibir di Indonesia karena menciptakan sebuah lagu berjudul “Presiden Soekaro” karena terinspirasi dari sosok proklamator tersebut. Kali ini, Sally kembali muncul dengan sebuah karya terbaru yang masih mengusung tokoh – tokoh inspiratif Indonesia. April yang lalu, Sally meluncurkan sebuah lagu lewat kanal youtube-nya yang berjudul ‘Teladan Kartini.’

"Saya menulisnya sekitar seminggu, lagu ini soal keteladanan ibu Kartini semasa hidupnya," ujar Sally seperti dilansir australiaplus.com. berbeda dengan lagu Presiden Soekarno, kali ini musik yang digunakan oleh Sally berasal dari irama lagu “Trouble” milik Iggy Azalea dan Jennifer Hudson. Sally hanya mengerjakan bagian liriknya saja.

Perempuan yang fasih berbahasa Indonesia dan pernah mengenyam pendidikan di Universitas Islam Indonesia dalam program ACICIS ini menyatakan bahwa alasannya memilih menggunakan instrument dari ‘Trouble’ adalah karena lagu tersebut identik dengan kaum perempuan. "Lagu ini dibawakan oleh rapper perempuan, menjadi simbol pemberdayaan perempuan ditengah musik rap yang didominasi laki-laki," ujar perempuan asal New South Wales ini.

Sally Andrews (australiaplus.com)
Sally Andrews (australiaplus.com)

Ia terinspirasi akan sosok Kartini setelah mendapat masukkan dari beberapa temannya. "Mereka berkata kepada saya, 'mengapa tidak menulis lirik lagu dalam bahasa Indonesia?'," ujarnya. "Lalu saya bertanya siapa yang harus saya tulis setelah soal Presiden Soekarno?"

Berkat saran teman – temannya, Sally pun akhirnya membaca buku – buku tentang Kartini. Berbagai macam buku tentang tokoh perempuan tersebut ia baca, termasuk surat – surat Kartini pada sahabat pena-nya di Belanda yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris.

"Kisah Kartini masih berkaitan dengan kehidupan modern, ia berupaya untuk mengajarkan diri sendiri, fokus pada pendidikan," katanya. Hal tersebut yang akhirnya menjadi pesan dalam lagunya, bahwa keteladanan Kartini adalah sesuatu yang tidak bisa dilupaka, serta menjadi pesan abgi para orang tua untuk mendukung anak – anak perempuan agar tetap menuntut ilmu setinggi – tingginya, jelas Sally.

Menurutnya, permepuan di Australia dan di Indonesia memiliki permasalahan yang berbeda, namun tantangan yang mereka hadapi adalah sama, yakni tentang bagaimana mendapatkan kesempatan. "Sama seperti di kawasan pedesaan dan Indonesia Timur, mereka yang tinggal di pedalaman Australia pun masih kesulitan untuk bisa mengenyam pendidikan. Jika tak ada uang, bagaimana bisa sekolah?” katanya.

“Banyak yang pintar,tapi mereka tidak mampu. Sekaran adalah Bagaimana caranya agar kedua negara, Australia dan Indonesia, bisa menggali potensi dan tidak menyia-nyiakan bakat warganya, bukan hanya khusus perempuan," katanya menegaskan.

Dalam pembuatan video berdurasi dua menit tersebut, Sally ternyata dibantu oleh sang ibu yang bertugas sebagai pemegang kamera untuk mengambil gambar. Masih berunsur rap, lagu ini cukup enak didengar dengan lirik - lirik yang sederhana namun sangat kuat dan sarat makna. Berikut videonya .


Sumber: australiaplus.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga55%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang18%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau27%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Puluhan Pelajar Indonesia seInggris Raya Berkumpul di Oxford Bincangkan Pendidikan Indonesia Sebelummnya

Puluhan Pelajar Indonesia seInggris Raya Berkumpul di Oxford Bincangkan Pendidikan Indonesia

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Thomas Benmetan
@thomasbenmetan

Thomas Benmetan

http://benmetan.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.