Sebuah kebanggan bagi kita jika karya kita dapat sebuah pengakuan dan menang di sebuah perlombaan, apalagi jika menang di tingkat Internasional. Film Indonesia sendiri sudah membuktikan kualitasnya di berbagai kompetisi di dunia. hal ini pun tak lepas dari dari kerja keras sineas-sineas Indonesia. kali ini Indonesia pun meraih penghargaan di tingkat ASEAN dengan film yang diangkat dari sebuah kisah perjuangan Wiji Thukul.

Bangkok ASEAN Film Festival 2017, merupakan salah satu ajang yang mencatatkan nama Indonesia sebagai pemenang. Indonesia dengan film nya berjudul Solo, Solitude (Istirahatlah Kata-Kata) telah berhasil meraih predikat best film dan mendapatkan tropi sekaligus uang sebesar $10.000. film yang disutradarai Yosep Anggi Noen ini berhasil menyingkirkan 9 film dari negara lain yakni Dearest Sister dari Laos, Ho Chi Minh In Siam dari Vietnam, A Yellow Bird dari Singapura, Turn Left Turn Right dari Kamboja, Interchange dari Malaysia dan In The Flesh dari Thailand.

Sutradara Yosep Anggi Noen di Bangkok ASEAN FIlm Festival 2017 (sumber : IndonesiaShow.biz)
Sutradara Yosep Anggi Noen di Bangkok ASEAN FIlm Festival 2017 (sumber : IndonesiaShow.biz)

Film ini menceritakan seseorang bernama Wiji Thukul, seorang penyair dan aktivis kelahiran 1963 yang terkenal lantang menyuarakan ketidakadilan pemerintah terhadap rakyat Pada tahun 1990-an. Ia juga dikenal karena karya-karyanya dalam bentuk puisi. Plot film ini bercerita bagaimana perjalanannya dalam melakukan pelarian untuk menyelamatkan dirinya ke Pontianak dan bersembunyi selama 8 bulan sementara sang istri ditinggal di Solo, Jawa tengah. Dalam pelariannya Wiji Thukul juga sempat beberapa kali mengganti identitasnya agar tidak ketahuan, sebagaimana yang kita tahu pada tahun-tahun itu merupakan masa sulit para aktivis untuk menyuarakan pendapatnya karena nyawa bisa jadi taruhannya. Dalam film ini kita dapat merasakan betapa mencekamnya keadaan dimana rumah Wiji Thukul di awasi sangat ketat mulai dari polisi, tentara hingga intel. Tak pelak kita secara tidak sadar merasakan hawa takut yang pernah dialami oleh Wiji Thukul dan keluarga.

Dalam pembuatan film, sejumlah pemain dengan akting yang luar biasa pun terlibat seperti Gunawan Maryanto yang memerankan Wiji Thukul, Sipon yang diperankan oleh Marissa Anita dan beberapa pemain pendukung seperti Eduwart Manalu, Melanie Subono, Dhafi Yunan, dan Jonet Suryatmoko. Film yang telah dinilai oleh 3 juri yakni Hyosook selaku direktur Asian Cinema Fund, Maggie lee selaku kritikus film Asia dan Koji Fukada selaku sutradara Jepang diniliai unggul secara cerita, sinematografi, artistik dan pencahayaan. Film ini juga dinilai berani dalam memasukan unsur politik serius dan cukup pelik dalam sebuah film.

Film Solo, Solitude ini sebelumnya juga sempat meraih penghargaan sebagai film terbaik pada Golden Hanoman Award Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2016. Penghargaan lainnya adalah nominator scenario asli terbaik dan suradara terbaik di Festival Film Indonesia 2016 serta Penghargaan sebagai pemeran utama pria dan kategori sutradara di Usmar Ismail Award 2017.

*disadur dari berbagai sumber

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu