Lupa Sandi?

Pelancong Afsel Dustin Jordan: Saya Menyukai Bali Sejak Pertama Mengunjunginya

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Pelancong Afsel Dustin Jordan: Saya Menyukai Bali Sejak Pertama Mengunjunginya

Seorang warga Afrika Selatan (Afsel), Dustin Jordan, menjalani hidupnya dengan berkeliling dunia. Saat ini ia sedang mengunjungi Pulau Bali, gara-gara membaca buku Eat Pray and Love tulisan Elizabeth Gilbert, Ia pun menuliskan cerita perjalananya untuk citizen.co.za, berikut ini:

Dari buku yang terbit pada 2006 itu, hingga kini banyak orang Afsel yang berkunjung ke Indonesia. Namun tak banyak warga dari kedua negara yang mengetahui adanya hubungan sejarah antara Indonesia dan Afsel. Di masa kolonial, banyak orang Indonesia, terutama Jawa, yang dikirim ke Afsel sebagai budak. "Anda akan menemukan sejumlah kata dalam Bahasa Indonesia dan Afsel yang memiliki kemiripan," tulisnya.

Orang Afsel dikenal sebutan Melayu Cape (Cape Malay), untuk menyebut warga keturunan Melayu yang tinggal di Cape Town, Western Cape, Afsel. Komunitas ini diperkirakan berjumlah 200.000 orang, sebagian besar merupakan keturunan Indonesia.

Jordan mengisahkan kecintaannya pada Pulau Dewata. "Sejak pertama menginjakkan kaki di Bali, saya sangat menyukai tempat ini," sambungnya. Lokasi yang paling ia sukai adalah Ubud, dengan deretaan sawah dan kehangatan masyarakatnya. Menurutnya, warga Bali memperlakukannya sebagai keluarga.

Kuta mengingatkan Jordan pada Festival Rage yang ditujukan bagi pelancong muda di kampungnya. Kemiripan ini, sekali lagi, membuatnya mengaitkan hubungan kedua negara. Salah satu hal paling berharga yang ia temukan adalah, ada banyak hal lain di Indonesia selain Bali. Ia pun berlayar ke Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air di Lombok.

Menurutnya, ketiga pulau ini wajib masuk dalam daftar kunjung setiap pelancong yang akan datang ke Indonesia. "Tempat-tempat di sana akan membuat semua orang merasa nyaman, seperti melihat foto-foto cantik dalam brosur wisata," terangnya.

Hamparan air biru, cuaca tropis, pohon kelapa dan garis panjang matahari terbenam menambah keindahan pulau-pulau tersebut. Ingin tinggal di bungalow tepi pantai, sekaligus ingin merasakan semua kenyamanan di darat seperti jaringan internet, menu makanan barat, pancuran air panas dan TV, menurut Jordan bisa didapatkan di Lombok.

Menyelam, berenang dan melihat kura-kura serta mahluk laut lain yang hanya pernah anda lihat di National Geographic bisa didapat di sini dalam jarak kurang dari 10 meter dari pantai. Ditambah tak ada mobil, hanya ada andong dan sepeda untuk bepergian. 'Bukankah ini merupakan segala hal yang diinginkan semua orang ketika berlibur?"

Selanjutnya, Jordan mengunjungi Flores. Kisahnya di Flores akan ia tuliskan kemudian.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih20%
Pilih SenangSenang60%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara