Lupa Sandi?

Wow, Ada Sentuhan Kreator Indonesia dalam Game 'The Legend of Zelda'!

Dimas Ayuna
Dimas Ayuna
0 Komentar
Wow, Ada Sentuhan Kreator Indonesia dalam Game 'The Legend of Zelda'!

Teruntuk para gamers di tanah air, berbanggalah, karena salah satu kreator game terbaik dunia adalah anak bangsa Indonesia. Apakah Kawan adalah salah satu penggemar game? Jika ya, nama game satu ini pasti tidak asing bagi kalangan para gamers.The Legend of Zelda: Breath of wild, game asal Jepang ini dikembangkan dan dirilis oleh Nintendo Switch – salah satu pengembang fitur game terbesar di dunia.

Rianti Hidayat sebagai salah satu bagian Production art di game ini
Rianti Hidayat sebagai salah satu bagian Production art di game ini

Terlahir kembali dengan tampilan yang semakin ciamik, permainan The legend of Zelda ini menyatukan permainan aksi, petualangan, RPG, dan teka-teki. Nostalgia para penggemar game klasik ini pun dibawa kembali ke era baru dan dengan cerita yang semakin dramatis.

Jika Kawan memainkan permainan ini, kawan akan berperan sebagai Link. Link adalah seorang pangeran yang berusaha menyelamatkan puteri Zelda dari Ganon, dengan mengumpulkan tiga potongan triforce – sebuah artefak yang memiliki kekuatan besar yang biasanya dijaga oleh tujuh pendeta atau keluarga kerajaan Hyurle. Link sebagai tokoh utama yang memiliki misi mengalahkan Calamity Ganon untuk mencegah kehancuran kerajaan Hyrule. Selain itu, dengan memainkan game ini pemain akan menikmati peta yang luas dan detail visual yang dinamis dengan ciri khas game Nintendo yang tetap terasa.

Rianti Hidayat Wong
Rianti Hidayat Wong

Konsol terbaru dari Nintendo Switch ini ternyata tak lepas dari tangan dingin salah satu kreator game asal Indonesia satu ini. Dialah Rianti Hidayat Wong, seorang perempuan asal Bandung lulusan ITB pada tahun 2007 Desain Komunikasi Visual jurusan Desain Grafis. Ia adalah seorang illlustrator and animation concept artist yang telah turut meramu beberapa game online seperti Ghost Recon Online, Shadow Escaper, Shinigami Meddiah, Full Bokko Heroes, Final Fantasy 7 G Bike, dan masih banyak lagi animasi serta game yang lahir dari campur tangan anak bangsa satu ini.

Baca Juga

Seperti yang dihimpun dari duniaku.net, bergabung dalam pembuatan game The Legend of Zelda: Breath of the Wild, tentu menjadi prestasi tersendiri bagi perempuan yang kerap disapa Rianti ini. “Merupakan sebuah kehormatan besar dan senang tentunya. Seperti yang terlihat di credits game, tidak banyak orang asing yang terlibat dalam timnya – tim pembuatan game The Legend of Zelda. Mudah-mudahan yang sudah memainkan game ini bisa enjoy the game!”

Kunci berkarya ala Rianti Hdayat Wong

Bio Rianti
Bio Rianti

Perempuan kelahiran Bandung ini sudah tak asing lagi dengan dunia game internasional. Setelah lulus dari ITB untuk gelar sarjana dan masternya, Rianti mendapat beasiswa untuk menempuh gelar masternya yang kedua di University of Technology Singapura pada tahun 2010.

Sebelum bergabung dengan tim kreator game Zelda, perempuan yang sejak kecil suka menggambar ini pernah bekerja di perusahaan kenamaan asal Jepang, Cyberconnect2 – perusahaan game yang melahirkan judul game popular seperti Naruto dan Hack.

Sudah banyak sekali prestasi yang diraih anak bangsa satu ini, mulai dari peringkat kedua Game and Design Award at Animex UK, menjadi semifinalist pada Game Design Competition SXWX Texas, Best Volunteer Award Singgraph Asia, Singapura, dan masih banyak lagi.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya beruntung karena saat ia menerbitkan storybook-nya yang pertama bertajuk Terry the Burdenlifter, bukunya jatuh ke tangan orang yang tepat. Satu demi satu hal-hal yang ia lakukan saling menyambung – dunia kreatif, hingga kesempatan untuk terlibat akhirnya datang.

Sakah satu kreasi Rianti Hidayat
Sakah satu kreasi Rianti Hidayat

Terakhir, pesan dari sang maestro ilustrator game ini adalah agar para seniman tidak segan untuk terus memperkenalkan karyanya ke luar sana - kalau disimpen sendiri gak bakal jadi apa-apa. Di jaman sekarang, karya bisa mewakili seorang artist untuk berjalan lebih jauh daripada manusia melangkah dengan kaki sendiri.

“Tidak peduli sebagus apa karyamu, kalau tidak dilihat orang lain di luar sana ya tidak akan jadi apa-apa. Aktif di social networking, volunteer, buka booth, jual karyamu, dan sebagainya. Kerjaan itu 80 persen datang dari friens of friends who know what you are doing and trust you will do it properly. Dan klien yang puas akan datang lagi membawa klien lain. belajar menjual skill, belajar bekomunikasi, dan berikutnya karyamu yang akan membawamu sukses.”


Sumber: diolah dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga83%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG DIMAS AYUNA

Bukan apa-apa, hanya seorang mahasiswi yang sampai sekarang masih belajar menulis. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara