Lupa Sandi?

Mbah Ponco Sutiyem yang Jadi Nominee Aktris Terbaik di AIFFA 2017

Arifina Budi
Arifina Budi
0 Komentar
Mbah Ponco Sutiyem yang Jadi Nominee Aktris Terbaik di AIFFA 2017

Prestasi dan hal-hal yang membuat bangga Indonesia tidak cuma berlaku bagi mereka yang berada di usia produktif saja. Satu kabar gembira datang dari Mbah Ponco Sutiyem yang merupakan nenek berusia 95 tahun asal Gunung Kidul. Pasalnya, Mbah Ponco terpilih sebagai nominee aktris terbaik ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 dalam film garapan sutradara BW Purba Negara, Ziarah.

Berdasarkan cerita dari BW, Mbah Ponco dalam film tersebut berperan sebagai Mbah Sri. Film ini mengisahkan tentang Mbah Sri yang melakukan perjalanan untuk mencari makam suaminya bernama Prawiro Sahid yang menghilang saat Agresi Militer Belanda II tahun 1948. Dalam pencariannya Mbah Sri turut dibantu oleh cucunya bernama Prapto yang diperankan oleh aktor Rukman Rosadi.

Baca Juga

Agar Mbah Ponco bisa berakting dengan adegan yang natural, BW dan krunya dengan sabar mengajari beliau. Ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh BW sebelum benar-benar take film. Pertama-tama tentu saja adalah latihan dialog dan intonasi dengan cara menirukan dan dipadu dengan latihan ekspresi wajah. Pada tahap awal ini Mbah Ponco dilatih untuk memahami konteks emosi dan cerita dalam setiap adegan film sesuai dengan naskahnya.

"Tahap selanjutnya adalah improvisasi. Pada tahap ini saya memberi kesempatan kepada Mbah Ponco untuk mengembangkan dialog sendiri," kata BW.

Ternyata hasil latihannya cukup membuat BW terkejut lantaran Mbah Ponco sering berimprovisasi dengan turut menceritakan bagian pengalaman hidupnya di masa perang dalam adegannya. Potongan cerita dalam film ini memang ada kesamaan dengan pengalaman hidup Mbah Ponco. Suami Mbah Ponco pada saat agresi militer Belanda II pernah ditangkap oleh Belanda, sementara saat itu Mbah Ponco tengah hamil tua.

"Beberapa potongan pengalaman Mbah Ponco ini saya masukkan sebagai bagian dari cerita film Ziarah," ujar BW.

Film 'Ziarah' digarap pada tahun 2015 dan berhasil menyabet dua penghargaan di ajang AIFFA 2017
Film 'Ziarah' digarap pada tahun 2015 dan berhasil menyabet dua penghargaan di ajang AIFFA 2017

Seumur hidup Mbah Ponco memang tidak pernah mempelajari seni peran maupun dunia perfilman lainnya. Mbah Ponco sendiri adalah seorang petani di Dusun Batusari, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Gunung Kidul, Yogyakarta. Namun, berdasarkan penuturan dari cucunya Risdiyanto, sejak diajak untuk berperan di film Ziarah Mbah Ponco sudah sangat bersemangat untuk memulai shooting. Kala itu Mbah Ponco sempat sakit dan dirawat di rumah sakit.

“Dulu sempat sebelum acara shooting (pengambilan gambar) baru dibilangin bikin film, waktu awalnya sempat sakit di rumah sakit. Karena saking semangatnya cepat sembuh,” kata Risdiyanto dikutip dari Kompas.com

Selama sakit Mbah Ponco terus menanyakan kapan mulai shooting dan selalu menantikan waktu pengambilan gambar film Ziarah ini. Beberapa hari setelah dirawat dan diperbolehkan untuk pulang, Mbah Ponco langsung mengikuti proses pengambilan gambar yang dilakukan pada tahun 2015 itu dengan antusias.

Tak hanya itu, antusiasme Mbah Ponco untuk memerankan Mbah Sri di film ini juga terlihat dari semangatnya mengikuti arahan dari sutradara BW di setiap adegan karena Mbah Ponco tidak bisa membaca dan menulis.

"Simbah itu tidak bisa baca dan menulis, tapi semangatnya yang luar biasa itu dan mengikuti arahan dari Mas BW Purba akhirnya bisa main film. Kadang jika kesulitan saya mendampingi," kisah Risdiyanto. Hal ini juga diakui oleh Mbah Ponco. Meski tidak bisa baca dan tulis, dirinya tetap percaya diri untuk main di film tersebut.

“Kulo mboten wedi, kalih wong gede-gede (saya tidak takut bersama orang-orang kaya). Ngasi ponakan kulo sik ten Jakarta takon kok wani. Kulo niku gih wani. Kulo mboten saget moco, (Sampai saudara saya yang di Jakarta tanya kok berani. tetapi saya menjawab tetap berani, meski saya tidak bisa membaca),“ katanya.

Akting Mbah Ponco tak cuma memukau sang sutradara tapi juga dewan juri AIFFA 2017 (foto: vice.com)
Akting Mbah Ponco tak cuma memukau sang sutradara tapi juga dewan juri AIFFA 2017 (foto: vice.com)

Di kategori ini Mbah Ponco bersaing dengan aktris Indonesia Cut Mini yang bermain dalam film Athirah. Tentu saja Cut Mini menjadi pesaing yang cukup alot sebab ia adalah peraih Piala Citra Aktris Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2016. Sementara itu nominee aktris AIFFA 2017 lainnya juga merupakan aktris dengan prestasi sebelumnya seperti Ngoc Thanh Tam dari Vietnam yang pernah mendapat penghargaan Vietnamese Golden Kite for Promising Young Talent.

Di ajang ini film Ziarah masuk dalam empat nominasi, yakni Best Film, Best Screenplay, Best Director, dan Best Actress. Dan hasilnya, film garapan BW Purba Negara ini berhasil menyabet dua penghargaan dalam ajang yang dilaksanakan di Kuching, Serawak, Malaysia, yakni kategori Best Screenplay dan Special Jury Award. Untuk kategori Special Jury Award ini ternyata salah satu alasannya adalah karena penampilan Mbah Ponco. Menurut dewan juri, penampiran Mbah Ponco dalam film ini sangatlah luar biasa.

Selamat kepada BW Purba Negara dan Mbah Ponco!


Sumber: diolah dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga88%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang4%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau4%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ARIFINA BUDI

Pencerita hal-hal baik untuk dunia. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara