Lupa Sandi?

Merek Mi Indonesia Nomor 1 di Afrika

Indah Gilang  Pusparani
Indah Gilang Pusparani
0 Komentar
Merek Mi Indonesia Nomor 1 di Afrika

Sebagai mi yang terkenal akan kelezatannya, Indomie, merupakan salah satu merek Indonesia paling terkenal di dunia. Pertama kali dijual ke pasaran pada tahun 1972, Indomie kini tersedia di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan negara-negara di Timur Tengah.

Laporan terkini dari the Guardian menyebutkan Indomie sebagai produk konsumen nomor satu di Afrika berdasarkan Kantar Worldpanel’s Brand Footprint Ranking di tahun 2016. Penelitian tersebut meneliti lebih dari 15.000 merek dalam 200 kategori di 44 negara, 5 benua, dan mencakup 74% populasi dunia.

Iklan Indomie di Afrika. Foto: LinkedIn
Iklan Indomie di Afrika. Foto: LinkedIn

Indomie, yang masuk dalam kategori pasta, mencapai nilai tertinggi Consumer Reach Points (CRP), metrik yang mengkalkulasi penetrasi merek dan frekuensi pembelian, berdasarkan 1 miliar keputusan pembelian konsumen di kategori Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di seluruh Afrika Barat, Timur, dan Tengah untuk tahun 2016.

Laporan tahunan yangt berdasarkan 300 milyar perilaku dan pilihan konsumen tersebut juga menempatkan Indomie sebagai merek yang paling banyak di beli di dunia. Tak heran Indomie dapat mudah ditemukan di toko oriental di Newcastle-upon-Tyne di Inggris sampai warung kecil di pedesaan Ethiopia di Afrika.

Baca Juga
Konferensi pers mengenai Indomie sebagai merek nomor 1 di Afrika. Foto: Brand Essence Nigeria
Konferensi pers mengenai Indomie sebagai merek nomor 1 di Afrika. Foto: Brand Essence Nigeria

Di tengah krisis ekonomi yang melanda sektor bisnis pada tahun 2016, This Day, harian di Nigeria, menyebutkan penjualan Indomie terus meningkat. Indomie tak terlepas dari makanan utama masyarakat dan diasosikan dengan makanan sehat bernutrisi. Indomie bahkan memberikan Beasiswa Gizi untuk mahasiswa pascasarjana di berbagai universitas di Afrika.

Indomie pertama kali diperkenalkan di Nigeria pada pertengahan dekade 1990. Namun, karena merek Indomie sangat berkaitan dengan gaya hidup masyarakat di Afrika, sebagian besar masyarakat justru menganggap bahwa Indomie merupakan merek asli Afrika. The Economist mengklarifikasi hal in idengan menyebutkan bahwa Indomie merupakan merek Indonesia, dan popularitasnya di Afrika berkontribusi pada peningkatan konsumsi makanan pokok selain beras dikawasan tersebut.

Pilih BanggaBangga56%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau13%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG INDAH GILANG PUSPARANI

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of In ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie