Batam akan mengembangkan kawasan teknologi terpadu senilai lebih dari Rp 9,3 triliun dengan pusat data, inkubator untuk start-up, serta kawasan residensial untuk para pengusaha teknologi.

Nongsa Digital Park yang dibangun di lahan seluas 100 hektar tersebut akan menjadi proyek swasta besar perta di Batam.

"Pembangunan Nongsa Digital Park sejalan dengan program kami untuk mewujudkan Indonesia: The Digital Energy of Asia sehingga patut untuk diberikan dukungan," kata Semuel Abrijani Pangarepan, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada Antara.

Ini merupakan proyek terbaru dari Infinite Studios, perusahaan media hiburan dan jasa kreatif berbasis di Singapura yang telah menelurkan film, mini seri, dan animasi untuk televisi dari studio di Nongsa, Batam, termasuk Serangoon Road untuk HBO Asia dan The Garfield Show. Studio terbarunya juga akan dibangun di Nongsa Digital Park, dan disebut-sebut sebagai studio terbesar di Asia Tenggara

Michael Wiluan, CEO Infinite Studios. Foto: The Straits Times | Ng Sor Luan
Michael Wiluan, CEO Infinite Studios. Foto: The Straits Times | Ng Sor Luan

CEO Infinite Studios Michael Wiluan adalah warga negara Indonesia yang juga anak dari konglomerat migas dan Presiden Direktur Citramas Grup Kris Wiluan, yang memiliki lahan di Nongsa yang meliputi kawasan teknologi, padang golf, terminal feri Nongsapura, dan Turi Beach Resort.

Michael menyebutkan pada The Straits Times bahwa kawasan teknologi digital tersebut akan menjadi tempat untuk bekerja dan berekreasi, dengan berbagai gedung perkantoran terbuka dengan kawasan hijau yang asri.

Nongsa Digital Park, Batam, Indonesia. Foto: The Straits Times
Nongsa Digital Park, Batam, Indonesia. Foto: The Straits Times

Tahap pertama pembangunan tersebut diharapkan akan selesai akhir tahun ini, kata Senior Adviser Infinite Studios Marco Bardeli.

Proyek ini merupakan hasil kerjasama pemerintah Singapura dan Indonesia untuk mengembangkan industri baru.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan pada bulan November tahun lalu, menegaskan dukungan pemerintah akan kolaborasi sektor swasta dari kedua negara tersebut.

Gubernur Nurdin Basirun berakting jadi pedagang di sebuah studio film Batam Digital Park, Nongsa, Batam. Foto: Humas Kepri
Gubernur Nurdin Basirun berakting jadi pedagang di sebuah studio film Batam Digital Park, Nongsa, Batam. Foto: Humas Kepri

“Industri ekonomi kreatif harus menjadi motor ekonomi baru di Kepri ini,” kata Gubernur Kepulauan Riau H Nurdin Basirun usai melakukan peninjauan di Batam Digital Park, Nongsa, Batam. “Atmosfer dan aksesibilitasnya sangat memungkinkan terus berkembang,” kata Nurdin.

Di Indonesia saat ini, terdapat 15 sub-sektor industri kreatif. Subsektor itu antara lain periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, fashion, video, film dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan peranti lunak, televisi dan radio, riset dan pengembangan, serta kuliner.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu