Berbicara mengenai pemindahan ibukota, Indonesia merupakan salah satu negara yang sempat beberapa kali melakukan pemindahan ibukota. Walau dalam jangka waktu yang relatif singkat. Dalam catatan sejarah negeri ini, kita tahu bahwa ada tiga tempat yang pernah dijadikan sebagai ibukota negara selain Jakarta. Pertama adalah Yogyakarta, yang dipindahkan pada 4 Januari 1946 ketika pemerintahan Indonesia di Jakarta terancam oleh Belanda yang saat itu kembali dan ingin menduduki Indonesia.

Kedua adalah Bukittinggi, Sumatera Barat pada 19 desember 1948. Pemindahan tersebut dilakukan dengan alasan yang sama, yakni ketika Yogyakarta takluk di tangan Belanda. Sementara yang terakhir adalah Bireuen,  Aceh, pada tahun 1948. Dalam beberapa sumber, pemindahan ke Bireuen dilakukan karena Bukittinggi pun telah dikuasai. Namun, pemindahan tersebut hanya berlangsung selama satu minggu.

Jika ditelusuri secara lebih dalam, ternyata jauh sebelum itu sudah pernah ada wacana dan pemindahan ibukota yang dilakukan di Indonesia. Kota Bandung pernah diwacanakan untuk menjadi ibukota, menggantikan Jakarta pada saat itu. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1920-an, dimana Indonesia saat itu masih bernama Hindia Belanda, berada di bawah pemerintahan Kerajaan Belanda. Salah satu bangunan yang menjadi bukti sejarah pemindahan ibukota dari Batavia ke Bandung adalah pembangunan Stasiun Kereta Api Kota Bandung. Stasiun ini beroperasi sejak 17 Mei 1884, namun bentuknya yang sekarang adalah hasil rancangan seorang arsitek Belanda pada 1928 yaitu EH de Roo. Stasiun itu didirikan sebagai salah satu persiapan untuk pemindahan ibukota.

Peta Bandung di zaman dulu ( Bandung Tempo Dulu)
Peta Bandung di zaman dulu ( Bandung Tempo Dulu)

Pada masa itu, Pemerintah Belanda berniat untuk memindahkan ibukota dari Batavia ke Bandung, dikarenakan Kota Bandung sangat menarik perhatian Belanda. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels, Bandung yang saat itu menjadi salah satu wilayah yang dilalui oleh pembangunan besar – besar jalan raya Anyer – Panarukan. Daendels yang sangat perhatian terhadap Bandung kerap mengeluarkan beberapa instruksi yang berkaitan dengan proyeksi persiapan Bandung menjadi ibukota Hindia Belanda. Mulai dari pemindahan ibukota Kabupaten Bandung dari Krapyak (saat ini Dayeuhkolot) ke dekat Jalan Raya Pos hingga percepatan pembangunan beberapa infrastruktur seperti jalan raya dan jembatan.

Stasiun Bandung, prasasti sejarah pemindahan ibukota Hindia Belanda ( Bandung Tempo Dulu)
Stasiun Bandung, prasasti sejarah pemindahan ibukota Hindia Belanda ( Bandung Tempo Dulu)

Pembangunan demi pembangunan berjalan dengan cukup pesat, demikian pula dengan status Bandung yang semula adalah kota (gemeente) menjadi kota besar (stadsgemeente). Wacana memindahkan ibukota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung semakin kuat, bahkan sempat muncul ide  untuk menjadi Ibu Kota Kerajaan Belanda di pengasingan saat Negeri Belanda berada di bawah pendudukan pasukan Nazi Jerman.

Beragam pekerjaan terus dilakukan untuk melengkapi kota ini, mulai dari pembangunan pemukiman, gedung perkantoran, kesehatan, perekonomian, hingga pendidikan. Bandung semakin diwacanakan untuk menjadi ibukota, dengan pekerjaan raksasa yang mesti dilakukan yakni pembangunan 14 kantor dan perumahan untuk 1.500 pegawai Kerajaan Belanda.

Berjulukan Paris van Java, Bandung ditata dan dikelola dengan gencar, pada waktu itu (Bandung Tempo Dulu)
Berjulukan Paris van Java, Bandung ditata dan dikelola dengan gencar, pada waktu itu (Bandung Tempo Dulu)

Pada awal Maret 1942, Kantor Gubernur Jenderal Hindia Belanda sempat pindah ke Bandung. Jika mengacu pada hal tersebut, maka sebenarnya ibukota Hindia Belanda telah berpindah dari Batavia Ke Bandung, walau hanya untuk beberapa hari saja. Sebab, posisi Belanda pada saat itu telah terdesak oleh pemerintah Jepang yang menginvasi Indonesia. Pemerintah Belanda yang akhirnya menyerah tanpa syarat kemudian menyerahkan Indonesia pada kekuasaan Jepang lewat perjanjian Kalijati.

 Jika kita melihat cerita tersebut, maka secara de Facto Bandug pernah menjadi ibukota Hindia Belanda, menggantikan Batavia walau hanya beberapa hari saja.


Sumber: Sejarah RI || National Geographic  || Bandung Tempo Dulu

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu