Lupa Sandi?

Mengintip Pesona Merbabu yang Terabadikan dalam Lukisan-Lukisan Karya Belanda

coolish noer
coolish noer
0 Komentar
Mengintip Pesona Merbabu yang Terabadikan dalam Lukisan-Lukisan Karya Belanda

Keindahan alam indonesia nampaknya tak akan ada habis-habisnya untuk dibicarakan. Tak hanya membuat siapa saja termanjakan matanya, alam Indonesia juga mengundang perhatian banyak orang untuk diabadikan dalam karya-karya lukisan.

Seperti yang tampak pada gambar di atas merupakan sebuah lukisan alam pegunungan di jawa tengah. Lukisan tersebut dibuat oleh warga Hindia Belanda pada tahun 1865 yang diambil dari sudut di antara Ambarawa-Bawen di Kabupaten Semarang. Dalam lukisan tersebut tampak berderet gunung-gunung di jawa tengah yakni Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Merapi. Meskipun tidak tepat dalam menggambarkan jarak dan ukuran deretan gunung sesuai aslinya, namun pelukis pada jaman Belanda ini telah memberikan dokumentasi yang sangat berharga.

Gunung merbabu sebagai pemilik puncak tertinggi diantara gunung-gunung yang berjejer didekatnya merupakan salah satu gunung yang paling banyak mencuri perhatian masyarakat Hindia Belanda. Banyak dokumentasi tentang Gunung Merbabu sejak sebelum maraknya penggunaan tekhnologi fotografi sehingga terabadikan dalam bentuk karya lukis. Gambar di bawah ini adalah lukisan sebuah gereja di Kota Salatiga dengan latar belakang Gunung Merbabu pada tahun 1883. Ini adalah salah satu dokumentasi awal Gunung Merbabu dalam bentuk lukisan.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Kota Salatiga sebagai kota dimana banyak penduduk Hindia Belanda bermukim nampaknya turut memengaruhi akan terabadikannya Gunung Merbabu. Hal ini mengingat Gunung Merbabu merupakan fenomena alam yang menjadikan dataran dimana Kota Salatiga berada. Sehingga begitu dekatnya penduduk dengan Gunung Merbabu menjadikan setiap lekuk tubuh Gunung Merbabu dapat teramati dengan jelas dan menciptakan sebuah keindahan dari adanya sebuah fenomena alam.

Gunung merbabu merupakan sebuah gunung berapi pasif bertipe strato yang sewaktu-waktu dapat kembali aktif. Berdiri kokoh dengan ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut, Merbabu merupakan gunung yang besar dan terbagi ke dalam tiga wilayah kabupaten yaitu Semarang, Boyolali dan Magelang di Provinsi Jawa Tengah. Kata merbabu merupakan gabungan dari dua suku kata meru dan abu. Meru memiliki arti gunung dan abu yang berarti abu. Sehingga arti secara harfiah dari gunung merbabu adalah gunung abu. Hal ini mengingat Merbabu merupakan sebuah gunung berapi dan pernah tercatat beberapa kali meletus yakni pada tahun 1560 dan 1779.

Gunung merbabu merupkan salah satu gunung dengan pemandangan alam terbaik di Jawa Tengah. Terdapat empat jalur pendakian utama untuk menuju puncak tertinggi yakni melalui jalur Selo dari Boyolali, jalur Wekas dari Magelang, Suwanting dari Magelang dan jalur Kopeng dari Salatiga.

Diantara keempat jalur pendakian tersebut, Selo menjadi favorit para pendaki karena jalurnya yang relatif mudah dan pemandangan yang menarik perhatian mata. Melalui jalur ini, mata akan disuguhkan dengan hijaunya padang ilalang dan sabana di depan pendakian menuju ke puncak. Sementara di belakangnya akan terbayangi oleh kepulan asap yang keluar dari kawah gunung berapi paling aktif di dunia yakni Gunung Merapi. Melalui jalur ini pula, pendaki akan merasakan bagaimana rasanya berdiri di puncak gunung dengan menyaksikan peristiwa alam heroik keluarnya kepulan asap dari corong merapi sebagaimana terlukis dalam karya lukisan Hindia Belanda tahun 1836 di bawah ini.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Pilih BanggaBangga11%
Pilih SedihSedih6%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau61%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG COOLISH NOER

Merupakan seorang hobi menulis yang baru saja menyelesaikan Pendidikan Bahasa Inggris pada program study s1 nya. Hobinya menulis telah muncul sejak dahulu hingga pernah sewaktu masih berstatus mahasis ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

Selangkah Lagi, Banyuwangi !

Akhyari Hananto2 tahun yang lalu

Jalan yang Tak Lagi Sepi

Akhyari Hananto2 tahun yang lalu

Perang Khas Manggarai, Penentu Kesuburan Lahan

Bagus Ramadhan2 tahun yang lalu

Sepeda Tenaga Surya Trendi dari Bandung

Akhyari Hananto2 tahun yang lalu

Menjadi Manusia Air, dengan Sea Walker

Asrari Puadi2 tahun yang lalu
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata