Indonesia tak pernah kekurangan orang pintar. Mulai bidang Fisika, Teknik, Ekonomi, Pertanian, hingga Medis, Indonesia punya sederet nama yang dapat kita banggakan. B.J. Habibie tak akan luput untuk disebutkan, Yohanes Surya, Yogi Ahmad Erlangga, sampai Warsito Taruno yang kontribusinya telah diakui dunia. Ini merupakan bukti bahwa Indonesia punya sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global. Inilah potret selintas tentang kualitas para ilmuwan kita. Tentunya, masih banyak ilmuwan hebat asal Indonesia lainnya yang tak bakalan bisa kita sebutkan satu per satu. Merupakan suatu keniscayaan bahwa semua prestasi dan kiprah mereka tak terpisahkan dari kegiatan riset. Tanpa adanya riset dan penelitian, tak akan tercetus ide-ide cemerlang yang berdampak bagi kehidupan melalui karya-karya mereka.

Riset punya andil besar dalam kemajuan peradaban dan kesejahteraan manusia. Lantas timbul pertanyaan, ke mana perginya hasil riset, tesis, disertasi yang luar biasa, yang dihasilkan dari karya pikir orang-orang pintar Indonesia? Riset-riset itu seolah hilang tanpa jejak, atau menjadi sekadar pelengkap koleksi perpustakaan, terutama di perpustakaan-perpustakaan kampus. Padahal, mereka merupakan harta karun yang seolah terkubur atau tersembunyi tanpa pernah sengaja dikubur atau disembunyikan. Riset-riset cemerlang karya manusia-manusia brilian itu bukannya tak punya taji, tapi kesadaran kitalah yang kurang terhadap dampak-dampak yang dapat mereka hasilkan.

Menyikapi kurangnya media dalam menjembatani hasil riset, tesis, dan disertasi dengan kebutuhan masyarakat, AKSI (Akselerasi Hilirisasi Riset dan Kewirausahaan) , tergagas dari salah satu kampus beken di negeri ini yang berlokasi di wilayah sejuk di tanah priangan, Unpad (Universitas Padjadjaran). Sejak April 2017, Unpad menggandeng Bitread Publishing untuk bergerilya demi merealisasikan hasil riset yang berdampak nyata bagi masyarakat. Dalam kerangka AKSI Unpad ini, tercetuslah program Terbitkan Bukumu dengan misi utamanya untuk mengubah riset dan karya ilmiah agar menjelma buku populer yang renyah dan enak dibaca. Tantangan yang tak main-main tapi hasilnya akan sangat setimpal.

Anita Hairunnisa Ceo Bitred Publishing sedang menyampaikan materi mengenai peran besar Tim Editor dalam Terbitkan Bukumu
Anita Hairunnisa Ceo Bitread Publishing sedang menjelaskan peran besar Tim Editor dalam mensukseskan program AKSI Terbitkan Bukumu

Program Terbitkan Bukumu ini terbuka untuk dosen dan peneliti di seluruh Indonesia. Apresiasi dan antusiasme para dosen dan ilmuwan sebagai salah satu stake holder utama dalam program ini ternyata begitu luar biasa. Dalam kegiatan Workshop dan Pembekalan bagi Editor Tim Terbitkan Bukumu (11/05/17) di Bale Motekar, Jalan Banda, Bandung, Anita Hairunnisa sebagai CEO Bitread melalui paparannya menyampaikan bahwa tak kurang dari 140-an tesis, disertasi, dan karya riset telah masuk sebagai ajuan untuk dikurasi dan diseleksi. Bahkan, dari mereka ada pula yang menghasilkan risetnya dari perguruan-perguruan tinggi bergengsi di luar negeri. Menurutnya, animo yang begitu besar ini juga dipengaruhi oleh kemudahan yang ditawarkan oleh program ini, di mana karya-karya yang lolos kurasi dan terpilih untuk dialih-bentuk menjadi buku tak dipungut biaya. Selain itu, masing-masing para pemilik karya akan dipasangkan dengan para editor yang akan membantu mewujudkan hasil riset mereka menjadi buku populer yang ringan dan mudah dicerna.

Salah satu tantangan dari program ini adalah upaya penyesuaian hasil riset, tesis dan disertasi tersebut agar memiliki teknik pengemasan dan penulisan layaknya buku populer. Luttfi Fatahillah selaku Editor In Chief Bitread, tidak menampik adanya tantangan ini. Namun menurutnya, para pemilik riset tersebut tetap akan diberikan edukasi agar dapat kooperatif dengan para editor dan seluruh tim yang terlibat dalam program Terbitkan Bukumu. Setelah workshop untuk para editor ini, akan diselenggarakan workshop untuk para pemilik riset guna memberikan pemahaman dan bekal agar program ini dapat berjalan dengan sukses.

Dr. Dwi Purnomo S.TP. M.T selaku Direktur Direktorat Kerjasama dan Korporasi Akademik Universitas Padjadjaran memberikan penjelasan mengenai Program AKSI Unpad sebagai upaya menguatkan Literasi Indonesia
Dr. Dwi Purnomo S.TP. M.T selaku Direktur Direktorat Kerjasama dan Korporasi Akademik Universitas Padjadjaran memberikan penjelasan mengenai Program AKSI Unpad sebagai upaya menguatkan Literasi Indonesia

Kegiatan Workshop dan Pembekalan tersebut dihadiri pula oleh Dr. Dwi Purnomo S.TP. M.T selaku Direktur Direktorat Kerjasama dan Korporasi Akademik Universitas Padjadjaran. Beliau memiliki harapan besar atas terselenggaranya program AKSI Universitas Padjadjaran dalamTerbitkan Bukumu. Ia ingin agar program ini dapat terpelihara dan berlangsung secara kontinyu demi meningkatkan kekuatan riset Indonesia melalui media literasi. Baginya, besarnya apresiasi dari kalangan akademisi dan periset terhadap program ini merupakan pesan bahwa sudah saatnya riset dan penelitian tidak hanya tertumpuk di perpustakaan kampus sehingga kehilangan daya guna. Padahal, masyarakat Indonesia saat ini sangat membutuhkan solusi yang lahir dari riset tervalidasi guna mengentaskan berbagai masalah yang dihadapi di berbagai sektor.

Semangat ini tak boleh luntur begitu saja, seiring dengan tetap terpeliharanya cita-cita anak bangsa untuk mentransformasi Indonesia menjadi bangsa yang unggul. Hasil riset, tesis dan disertasi merupakan karya berharga yang perlu mendapat perhatian besar dari semua kalangan. Program AKSI Terbitkan Bukumu menjadi salah satu kabar baik, menyampaikan pesan bahwa selalu ada harapan dan cara untuk memajukan bangsa ini, salah satunya melalui harmoni antara riset dan gerakan literasi.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu