Lupa Sandi?

Arki Wisnu dan Jamarr Johnson Akhirnya dapat Membela Tim Basket Indonesia

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Arki Wisnu dan Jamarr Johnson Akhirnya dapat Membela Tim Basket Indonesia

Setelah sempat terhalang, pebasket Indonesia Arki Wisnu dan Jamarr Johnson, akan bermain dalam Kejuaraan Basket Asia Tenggara (SEABA) 2017 di Manila, Filipina.

Menurut panitia pada ABS CBN News, keduanya telah mengantongi izin Asosiasi Basket Amerika Serikat (AS). Izin ini terkait pernyataan bahwa keduanya belum terlibat dalam kejuaraan internasional lain yang mewakili AS. Seperti diketahui, meski lahir dari orangtua Indonesia, Arki lahir di New York. Sedangkan Jamarr merupakan pemain naturalisasi yang berasal dari New Jersey.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Arki Wisnu. © NBL Indonesia

Dengan rekor menang-kalah 4-0, tim Indonesia sangat siap untuk mengikuti turnamen ini. Setelah tampil tak terkalahkan dalam empat pertandingan awal, kehadiran Arki dan Jamarr akan mengisi kekuatan tim secara penuh. Indonesia akan bermain dalam dua laga terakhir, yaitu melawan Myanmar dan Filipina berturut-turut pada 17-18 Mei 2017.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Jamarr Johnson. © jawapos.com

Nantinya, tim yang lolos dari SEABA, akan bekesempatan mengikuti pertandingan Piala FIBA Asia 2017 di Lebanon. Ini merupakan ajang pertandingan basket terbesar di Asia, yang diikuti oleh 16 tim termasuk Australia dan Selandia Baru. FIBA merupakan Federasi Bola Basket Internasional yang bermarkas di AS.

Baca Juga
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie