Lupa Sandi?

Selamat! Empat Pelajar SMA Raih Penghargaan Dalam Kompetisi Penelitian Tingkat Dunia

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Selamat! Empat Pelajar SMA Raih Penghargaan Dalam Kompetisi Penelitian Tingkat Dunia

Pelajar Indonesia kembali mencetak prestasi bergengsi di tingkat dunia. sebanyak empat orang pelajar SMA berhasil memenangi kompetisi penelitian internasional yakni Intel International Science and Engineering Dair (Intel ISEF) yang diselenggarakan di Los Angeles Convention Center, California, Amerika Serikat pada 14 – 19 Mei 2017 lalu.

Keempat peneliti pelajar ini berhasil meraih penghargaan dengan tiga penelitian yang mereka hasilkan, yakni Latifah Maratun Sholikhah dari SMA Negeri 1 Teras, Boyolali, Jawa Tengah yang meraih penghargaan Utama dalam kategori Social and Behavioral Science dengan karya penelitian yang berjudul “Case Study of Public Attitudes toward Children with HIV AIDS in Six Sub-Districts in Surakarta." Latifah berhasil menduduki posisi keempat dalam penghargaan utama tersebut. Selain itu, Latifah juga mendapat penghargaan  sebagai “Honorable Mentions from American Physiological Association.”

Selain Latifah, salah satu anak bangsa yang meraih penghargaan utama adalah Azizah Dewi Suryaningsih dari SMA Negeri 1 Yogyakarta. Lewat penelitiannya yang berjudul "Bamboo Forest as a Natural Levee of Pyroclastic Flows in Merapi Volcano," Azizah mendapatkan penghargaan sebagai “The Third Place from American Geosciences Institue.”

(lipi.go.id)
Latifah Maratun Sholikhah (lipi.go.id)

Menyusul Azizah dan Latifah, dua pelajar yang juga meraih penghargaan adalah Bagus Putra dan Made Prasanta dari SMA Negeri Bali Mandara yang meraih penghargaan utama, yakni “The Third Place from American Meteorological Society”  lewat penelitian berjudul "Smart Digital Psychrometer for Forecasting Local Weather."

Prestasi keempat pelajar ini merupakan sesuatu yang membanggakan, sebab dalam ajang Intel ISEF ini terdapat 1.778 peserta yang datang dari 78 negara untuk berkompetisi. Intel ISEF sendiri adalah kompetisi sains dunia yang terbesar dan merupakan salah satu wadah bagi pelajar – pelajar dunia untuk menampilkan proyek – proyek inovatif mereka di kancah dunia. Di Indonesia, Intel ISEF bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengadakan kompetisi – kompetisi sains di tingkat nasional untuk menjaring bakat – bakat luar biasa dari anak bangsa di negeri ini.

Keempat pelajar tersebut sebelumnya meraih penghargaan di tingkat nasional. Latifah merupakan  pemenang pertama dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-48 di tahun 2016 dalam kategori Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan. Sementara Azizah adalah pemenang pertama dalam bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Kelautan (IPK) LKIR 2016 serta Bagus dan Made adalah peraih medali emas dalam Olimpiade Peneliti Siswa Indonesia (OPSI) 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kontingen Indonesia dalam Intel ISEF 2017 (gatra.com)
Kontingen Indonesia dalam Intel ISEF 2017 (gatra.com)

Kepala Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI Nur Tri Aries S mengatakan keikutsertaan Indonesia di ajang Intel ISEF adalah bentuk kerjasama yang erat antara pemerintah, pihak swasta, maupun pihak terkait dalam mendidik remaja Indonesia dengan memberikan mereka wawasan dan pengalaman internasional. Sementara itu Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI Tri Nuke Pudjiastuti di Jakarta, Senin mengatakan talenta peneliti muda ini bisa dikembangkan lagi untuk menjadi peneliti Indonesia mendatang. 

Ia juga berharap generasi muda semakin mencintai dunia penelitian, mengingat sudah ada contoh pelajar yang mampu berprestasi di tingkat internasional seperti sekarang. 


Sumber: ANTARA 

Pilih BanggaBangga77%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang15%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau8%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie