Lupa Sandi?

Wow Ternyata 6 dari 7 Penyu Dunia Bisa ditemukan di Indonesia, Ini Dia Spesies-Spesiesnya

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Wow Ternyata 6 dari 7 Penyu Dunia Bisa ditemukan di Indonesia, Ini Dia Spesies-Spesiesnya

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Tidak hanya kaya dengan fauna yang ada di darat tetapi juga biota yang ada di lautan. Salah satu biota laut menakjubkan yang ada di Indonesia adalah penyu. 

Tidak banyak yang mengetahui bahwa sesungguhnya Indonesia dihuni oleh enam jenis penyu. Padahal di dunia sampai saat ini terdapat tujuh spesies penyu. Dari enam penyu tersebut empat diantaranya bisa ditemukan di Papua Barat. Satu-satunya jenis penyu yang tidak ditemukan di Indonesia adalah Penyu Kemp's Ridley (Lepidochelys Kempi). Bukan sesuatu yang mengejutkan bila kemudian Indonesia disebut sebagai rumah dari penyu-penyu di dunia. 

Hewan ini memiliki kebiasaan berkembang biak yang berbeda dari hewan laut pada umumnya. Penyu, untuk berkembang biak harus melakukan perjalanan ke pantai kemudian menanam telur-telurnya di bawah pasir, hingga kemudian menetas dan tukik (penyu kecil) mulai merangkak menuju lautan lepas. Penyu juga merupakan spesies hewan yang terkenal memiliki umur panjang. Dipercaya, umur seekor penyu bisa mencapai lebih dari 100 tahun.

Lalu penyu jenis apa sajakah yang ada di Indonesia itu? Berikut adalah daftar penyu yang ada di Indonesia. 

Baca Juga
1. Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)
Penyu Lekang (Foto: Solvin Zankl / WWF)
Penyu Lekang (Foto: Solvin Zankl / WWF)
 
Penyu ini kerap disalah kenali sebagai penyu hijau karena memiliki ciri yang mirip. Perbedaannya, penyu bernama lain Olive Ridley Turtle ini memiliki kepala yang lebih besar dan bentuk tempuruhnya lebih langsing serta bersudut. Tubuhnya berwarna hijau pudar dengan mempunyai kurang lebih lima sisik lateral. Spesies ini merupakan penyu yang terkecil di antara semua jenis yang ada saat ini dan memiliki kebiasan memakan kepiting, kerang, udang dan kerang remis.
 
2. Penyu Pipih (Natator depressus)
Penyu Pipih (Foto: Guy Harvey / Mission Blue)
Penyu Pipih (Foto: Guy Harvey / Mission Blue)
 
Terkenal dengan nama Flatback Turtle. Nama ini diberikan karena memiliki sisik yang rata dan sedikit melengkung di sisi luar. Penyu ini merupakan penyu dengan genus Natator satu satunya di dunia dengan pola konsumsi karnivora sekaligus herbivora. Penyu pipih banyak memakan timun laut, ubur-ubur, kerang-kerangan, udang, dan invertebrata lainnya.
 
3. Penyu Hijau (Chelonia mydas)
Penyu Hijau (Foto: Jurgen Freund / WWF)
Penyu Hijau (Foto: Jurgen Freund / WWF)
 
Merupakan jenis penyu yang paling sering ditemukan dan hidup di laut tropis. Ciri khasnya terdapat pada bentuk kepalanya yang kecil dan paruhnya yang tumpul. Nama penyu hijau berasal dari warna lemak yang ada di bawah sisiknya yang ternyata berwana hijau. Sedangkan warna tubuhnya sendiri bisa berwarna abu-abu, kehitaman atau kecoklatan.
 
Spesies dewasa penyu hijau banyak hidup di hamparan lautan berganggang dan akan bertelur setiap 3 hingga 4 tahun sekali.
 
4. Penyu Tempayan (Caretta caretta)
Penyu Tempayan (Foto: Michael Gunther / WWF)
Penyu Tempayan (Foto: Michael Gunther / WWF)
 
Dikenal juga sebagai Loggerhead Turtle. Spesies ini memiliki ciri warna tempurung coklat kemerahan, kepalanya yang besar dan paruh yang bertumpuk. Di kepala bagian depan terdapat lima buah sisi dengan plastron berwarna coklat muda hingga kuning.
 
Rahangnya yang sangat kuat membuat penyu ini mampu untuk mengkonsumsi kerang-kerangan yang hidup di dasar laut seperti kerang remis, mimi dan invertebrata lain. Rata-rata pertumbuhan penyu tempayan bisa mencapai panjang 70 cm -210 cm dengan berat 135 kg – 400 kg.
 
5. Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)
Penyu Sisik (Foto: Jurgen Freund / WWF)
Penyu Sisik (Foto: Jurgen Freund / WWF)
 
Memiliki nama lain Hawksbill Turtle karena paruhnya yang tajam dan menyempit/meruncing dengan rahang besar. Sehingga mampu menjangkau makanan yang berada di celah-celah karang seperti sponge dan anemon. Mereka juga memakan udang dan cumi-cumi.  Namun nama penyu sisik berasal dari sisiknya tumpang tindih/over lapping (imbricate) seperti sisik ikan.
 
Ciri-ciri spesies ini adalah warna tempurungnya bervariasi kuning, hitam dan coklat bersih. Sedangkan plastron berwarna kekuning-kuningan. Penyu sisik lebih sering ini selalu memilih kawasan pantai yang gelap, sunyi dan berpasir untuk bertelur. Sisiknya banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri kerajinan tangan di Jepang untuk membuat pin, sisir, bingkai kacamata dll.
 
6. Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea)
Penyu Belimbing (Foto: Jurgen Freund / WWF)
Penyu Belimbing (Foto: Jurgen Freund / WWF)
 
Spesies ini memiliki tempurung berwarna gelap berbintik putih. Ukurannya tubuhnya bisa mencapai 180 cm dengan 500 kg. Penyu ini banyak ditemukan dari perairan tropis hingga ke lautan kawasan sub kutub dan biasa bertelur di pantai-pantai di kawasan tropis.
 
Spesies ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut lepas dan hanya muncul ke daratan pada saat bertelur. Betinanya dapat bertelur empat sampai lima kali per musim, setiap kali sebanyak 60 sampai 129 telur dalam jangka waktu dua atau tiga tahun.

Mengetahui jenis-jenis penyu di Indonesia tentu saja membuat kawan menjadi lebih memahami bahwa Indonesia memang memiliki kekayaan biota laut yang menakjubkan. Namun kekayaan tersebut tidak ada artinya bila kita tidak memiliki kesadaran untuk melestarikannya sebab penyu di Indonesia masih kerap diburu untuk dikonsumsi dan populasinya telah turun drastis. Sehingga kita perlu bersama-sama menjaga sosok hewan yang menyimbolkan kebijaksanaan ini untuk tetap dapat hidup di Negeri Pertiwi.

Label:
laut
Penyu
Pilih BanggaBangga91%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau9%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bermimpi mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata