Lupa Sandi?

Grup Musik Perempuan Berkerudung yang Metal Abis

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Grup Musik Perempuan Berkerudung yang Metal Abis

Voice of Baceprot namanya, sering disingkat VoB. Nama ini bermakna suara bising, sesuai dengan aliran musik yang dipilih: metal. Musik metal identik dengan laki-laki berpenampilan sangar, namun tidak begitu dengan VoB.

Grup musik asal Kabupaten Garut, Jawa Barat ini, digawangi tiga perempuan yang miliki tampilan berbeda dibanding grup sejenis. Mereka mengenakan kerudung penutup rambut, dikenal dengan sebutan hijab. Mereka adalah Firdda Kurnia, Euis Siti Aisyah dan Widi Rahmawati.

Grup ini mereka dirikan pada 2014, sebagai sanggahan atas pemikiran tentang posisi perempuan muslim yang submisif dan tak dapat bersuara. Memakai kerudung bukan hambatan untuk meraih impinan menjadi pemusik metal. "Kesetaraan gender harus didukung agar perempuan muslim dapat terus mengembangkan diri, meski dengan tidak melupakan kewajiban sebagai muslim," jelas Firdda.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Salah satu penampilan VoB, © Reuters

Sama seperti penonton musik metal lainnya, penonton VoB juga berjoget dan menghentakkan kepala. "Tak ada aturan yang mengharamkan perempuan berkerudung untuk bermain musik irama keras," jelas Teti Sari yang menonton pertunjukan VoB.

Baca Juga

Grup ini merasa bahwa musik metal yang dimainkan perempuan berkerudung seperti mereka, belum dapat diterima oleh seluruh masyarakat. Termasuk di Garut, wilayah tempat tinggal mereka. "Perempuan berkerudung yang bermain musik metal, apalagi berteriak-teriak, masih dirasa tak pantas.

Memainkan musik religius, seperti gambus, kasidah dan salawat, dirasa lebih sesuai bagi budaya konservatif. Meski demikian, ulama setempat menyatakan bahwa muslimah yang memainkan musik metal tidak melanggar ketentuan agama.

Selain memainkan lagu Metallica dan Slipknot, VoB juga memainkan lagu milik sendiri. Mereka sering diundang dalam agenda seni di berbagai sekolah. Kisah VoB yang "meral abis" dan menantang stereotip ini, sampai ditulis oleh Kantor Berita Inggris Reuters pada Senin (29/05) lalu.

Pilih BanggaBangga25%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie