Lupa Sandi?

Syiki, Satu-satunya Wanita Sebagai FSE di GE Aviation Indonesia

Bawono Yadika
Bawono Yadika
0 Komentar
Syiki, Satu-satunya Wanita Sebagai FSE di GE Aviation Indonesia

Dalam era teknologi yang semuanya kian tumbuh pesat, hari demi hari selalu saja kita bisa temui ada yang baru didalamnya. Inovasi yang tak kenal waktu ini, tak lepas dari peranan ilmuwan yang banyak melakukan penelitian hingga pada akhirnya terciptalah teknologi baru ini.

Pesatnya perkembangan yang ada tentu saja tak lepas dari problematika yang ikut menyertainya, salah satunya gender gap (kesenjangan jenis kelamin) dalam keterlibatan suatu pekerjaan. Di ranah sains misalnya, keterlibatan wanita dalam bidang Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) masih didominasi oleh pria. Di amerika contohnya, wanita hanya hanya mengambil porsi 14% dari semua insinyur dan 25% dari semua profesional IT. Padahal tidak menutup kemungkinan, keberadaan dan keterlibatan wanita mampu memberikan dampak positif yang signifikan dalam bidang sosial dan ekonomi.

GE sebagai perusahaan industri digital dunia, melihat fenomena ini memberikan solusi dengan menerima 20.000 wanita di bidang STEM hingga tahun 2020 dan menyatakan komitmennya dalam menghilangkan gender gap sampai dengan 50:50 di berbagai bidang khususnya engineering, manufaktur, IT dan juga manajemen produk.

Hal ini dibuktikan dengan bergabungnya Syiki sebagai satu-satunya wanita dalam GE Aviation Indonesia dimana disana ia bekerja sebagai Fleet Support Engineer (FSE) di Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF Aero Asia). Disini, Syiki bertugas untuk memastikan bahwa pesawat yang akan terbang memiliki informasi yang benar tentang mesin (engine), tidak adanya kendala mesin, dan memberikan arahan prosedur secara langsung.

Baca Juga
Syiki bekerja sebagai Fleet Support Engineer (FSE)
Syiki bekerja sebagai Fleet Support Engineer (FSE)

“Di GFE Aviation Indonesia sendiri ada lima FSE, kebetulan saya cewe sendiri,” tutur Syiki. Ia juga menyatakan bahwa tugas yang paling penting ialah memastikan bahwa pesawat-pesawat customer yang dioperasikan oleh engine-nya GE itu terbang sesuai dengan jadwal mereka.

Syiki, wanita lulusan Kazan State Technical University, Rusia ini berujar bahwa pekerjaan yang digelutinya ini ialah sangat menarik. “Bekerja disini membuat saya bisa mengurus engine, menerapkan technical knowledge serta customer relationship,” pungkas Syiki.

Tak hanya itu, Syiki mengungkapkan kebahagiaanya tentang bagaimana GE lebih menilai kemampuan seseorang dari peran dan profesionalisme, bukan memandang gender seseorang. Ia menambahkan bahwa GE benar-benar demokratis dan mengerti betul terkait prosedur penerbangan dan engine itu sendiri.

(sumber: gereports.co.id)
(sumber: gereports.co.id)

Peraih GE Beliefs Awards 2017 di kategori Customer Determine Our Success ini memastikan agar setiap pesawat bisa sampai tujuan dengan selamat. Keterbukaan GE terhadap para pekerjanya juga dibuktikan kepada Syiki yang pernah dikirim ke Amerika Serikat untuk mengikuti training untuk pengembangan soft skill dan influencing skill.

Melihat fenomena Syiki diatas, hal ini jelas merupakan kabar baik bagi kaum hawa yang tertarik untuk terlibat di bidang STEM. Bagaimana, apa teman tertarik untuk terlibat dan membangun negeri?

Sumber: gereports.co.id

Pilih BanggaBangga29%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi71%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAWONO YADIKA

Saya adalah mahasiswa Sastra Inggris 2013 Universitas Brawijaya. Sekarang saya berada di tahun terakhir dalam masa perkuliahan. Saya sangat menyukai menulis, membaca, dan juga traveling. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara