Karya-karya Eko Nugroho, salah satu seniman Indonesia yang telah memiliki karir internasional, tampil di Museum Seni Singapura. Pameran tahunan Imaginarium: To The Ends of the Earth menampilkan berbagai seni instalasi, pemutaran film, workshop langsung dari seniman, serta pertunjukkan dari berbagai seniman dari seluruh dunia.

Dalam perhelatan ini, Eko menyuguhkan sosok-sosok surealis di sebuah ruangan yang penuh dengan ciri khas seni jalanan hitam dan putihnya yang lucu dan ilustrasi tradisional Indonesia.

My Wonderful Dream, karya Eko Nugroho. Foto: Singaporemotherhood
My Wonderful Dream, karya Eko Nugroho. Foto: Singaporemotherhood

Dalam karya bertajuk "My Wonderful Dream" tersebut, Eko membayangkan tanah tanpa batas - di mana karakter fantastis melayang bebas melintasi pulau dan benua. Karyanya memberi pesan orang perlu mengenali kesamaan daripada perbedaan dalam setiap budaya.

Karya-karya Eko Nugroho banyak dipengaruhi budaya dan lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, tak jarang komentar akan situasi sosial politik terkini muncul dalam lukisan, karya bordir, mural, drawing, patung maupun instalasinya.

My Wondeful Dream, karya Eko Nugroho. Foto: Hype&Stuff
My Wondeful Dream, karya Eko Nugroho. Foto: Hype&Stuff

Eko sendiri disebut Channel News Asia sebagai salah satu “seniman paling terkenal di Asia”, bersama dengan Paul Phothyzan dari Laos yang menampikan bom non-aktif yang diubah menjadi pot bunga.

Sebelumnya, Eko Nugroho juga menampilkan mural di Lyon Biennal, Prancis (2009). Eko Nugroho telah berpameran tunggal di Singapura Tyler Print Institute (2013), Musée d’Art Moderne de la Ville de Paris, Prancis (2012), Art Gallery of South Australia (2011) dan Artoteek, The Hague, Belanda (2005).

Foto: Little Day Out
My Wondeful Dream, karya Eko Nugroho. Foto: Little Day Out

Tertarik untuk mengintip karya Eko Nugroho selama di Singapura? Pameran Imaginarium berlangsung sampai 27 Agustus 2017 di Singapore Art Museum!

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu