Martabak Manis Jadi Idola di Ajang World Street Food Congress 2017

Martabak Manis Jadi Idola  di Ajang World Street Food Congress 2017

Keterangan Gambar Utama ©interaksyon.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kuliner rupanya masih menjadi senjata yang cukup ampuh untuk menggaet wisatawan. Sebuah ajang kuliner bertaraf dunia sedang berlangsung di Manila, Filipina, yakni World Street Food Congress 2017. Acara tahunan yang diadakan oleh Makansutra, sebuah lembaga nonpemerintah asal Singapura ini bertujuan untuk mengangkat kuliner – kuliner lokal dengan nilai sejarah dari berbagai belahan dunia. Dengan mengusung tema “Re-imaginating Possibility,” ajang ini mengajak para penikmat serta pelaku kuliner kaki lima untuk meluaskan pemikiran dan meraih impian mereka. Acara ini dilaksanakan mulai Mei hingga 4 Juni 2017.

Diantara 13 negara yang berpartisipasi, Indonesia pun turut ambil bagian untuk meramaikan acara ini dengan menampilkan beberapa sajian khas negeri ini. Salah satunya adalah Martabak Manis yang tidak disangka, mendulang animo yang cukup besar dari para pengunjung di sana. Dalam dua hari pelaksanaan, stand Martabak Manis Buyung San Fransisco menjadi yang terlaris dan terfavorit. Antrean pembeli terus mengular di depan stand tersebut hingga berjam – jam, demi mendapatkan martabak dengan toping cokelat, keju, red velvet dan matcha terebut.

suasana pengunjung di World Street Food Congress 2017 (ourawesomeplanet.com
suasana pengunjung di World Street Food Congress 2017 (ourawesomeplanet.com

Tak heran, mereka sempat tutup lebih awal karena telah kehabisan bahan. “Sekitar pukul 20.00, kami terpaksa tutup lebih cepat tiga jam lebih awal dari jadwal seharusnya,” ujar Jefry Junus, coordinator gerai Indonesia seperti dilansir kompas.com. Di tahun sebelumnya, martabak manis juga menjadi jawara dalam ajang tersebut. antrean di gerai martabak yang kala itu diwakili oleh markobar mencapai 1 kilometer lebih, dan mencatatkan diri sebagai gerai dengan penjualan terlaris di World Street Festival Congress 2016.

Street food atau yang akrab dikenal dengan nama jajanan kaki lima kini telah menjadi warna baru dalam dunia wisata kuliner. Negara – negara ASEAN yang cukup terkenal dengan keanekaragaman jajanan kaki lima mulai gencar melakukan branding dengan tujuan untuk mengangkat street food sebagai salah satu ikon wisata kuliner yang tidak hanya enak namun juga menarik untuk dijelajahi.

Wisata kuliner memang menjadi salah satu senjata yang cukup ampuh untuk menari wisatawan, ditambah dengan keanekaragaman jajanan kaki lima tersebut. Dengan meningkatkan standar jajanan kali lima melalui pengelolaan tepat, penataan dan penjagaan mulai dari kualitas, kebersihan hingga kenyamanan membuat jajanan kaki lima cukup populer. Salah satu negara dengan pusat jajanan kaki lima yang tergolong bagus adalah Singapura dengan pusat jajanan kaki lima di Gluttons Bay.


Sumber: kompas.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga78%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang4%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Menilik Jejak Masuknya Islam di Jakarta, pada Bangunan Masjid Kuno di Pekojan Sebelummnya

Menilik Jejak Masuknya Islam di Jakarta, pada Bangunan Masjid Kuno di Pekojan

Cinta K’tut Tantri, Gadis Asing Berdarah Viking yang Berjuang Untuk Indonesia Selanjutnya

Cinta K’tut Tantri, Gadis Asing Berdarah Viking yang Berjuang Untuk Indonesia

Thomas Benmetan
@thomasbenmetan

Thomas Benmetan

http://benmetan.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.