Lupa Sandi?

Dalam Sebulan, Pendaki Asal Perancis Sukses Jajaki 21 Gunung Api di Indonesia

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Dalam Sebulan, Pendaki Asal Perancis Sukses Jajaki 21 Gunung Api di Indonesia

Memiliki begitu banyak gunung, hutan, laut, sabana, hingga salju abadi, pesona Indonesia tidak pernah habis – habisnya memukau mata dunia. Begitu pula dengan sosok Rémi Colbalchini (29), pria asal Perancis yang merupakan seorang pendaki gunung.  Berkat kecintaannya pada dunia pendakian, ia pun tertantang untuk melakukan sebuah ekspedisi kecil di Indonesia, negeri yang dikenal dengan banyaknya gunung yang bertebaran di mana – mana. Menamai ekspedisi tunggalnya dengan sebutan Ekspedisi KakiApi, ia memulai pendakian menjelajahi gunung – gunung berapi yang ada di Indonesia. Targetnya luar biasa, bisa mendaki 20 Gunung Api di Indonesia dalam waktu satu bulan.

 Berbagai persiapan ia lakukan mulai dari fisik hingga material sebelum ia memulai pendakiannya pada 6 April 2017 yang lalu. Gunung pertama yang ia daki adalah Sibayak di Medan, Sumatera Utara. Ekspedisi yang ia lakukan berakhir pada 6 Mei 2017 silam ketika ia mendaki Gunung Iye di Ende, Nusa Tenggara Timur. Ia melewati target yang ditetapkan, dengan berhasil mendaki 21 Gunung Api yang ada di negeri ini dalam tempo 1 bulan penuh. Rata – rata, ia menghabiskan 6 jam untuk setiap gunung yang didaki. 3 jam untuk naik dan 3 jam untuk turun. lebih menakjubkannya lagi, ia berhasil mencapai Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing hanya dalam waktu 9 jam.

rencana perjalanan Rémi menjelajadi gunung - gunung api di Indonesia (instagram.com/kakiapi_indonesia)
Rencana perjalanan Rémi menjelajadi gunung - gunung api di Indonesia (instagram.com/kakiapi_indonesia)

Perjalanan yang ia lakukan bukanlah perjalanan yang biasa – biasa saja. Selain pencapaian yang luar biasa karena berhasil menjejakkan kaki di 21 puncak gunung api dalam waktu yang sangat singkat, Rémi juga memiliki cerita tersendiri dalam pendakian tersebut. Di samping keindahan alam masing – masing gunung, ia masih saja menemukan sampah, atau pun pendaki yang membuang sampah secara sembarangan. ”Anda tahu bagaimana saya tidak tersesat saat menemukan percabangan jalan? Saya lihat jejak sampahnya. Kalau jalan itu bersih dari sampah, bisa dipastikan saya salah jalan,” jelasnya.

Terdengar baik, namun ternyata hal tersebut adalah ironi sebab alam yang indah dirusaki dengan pemandangan sampah yang berserakan dimana – mana. Selain itu, ia kerap kali bertemu dengan orang – orang ataupun pendaki lain yang seringkali menawarkan kopi. Namun, ditengarai keinginannya untuk mengejar waktu, ia kerap melewatkan kesempatan tersebut.

Selain benar – benar mengawasi jumlah logistik yang dibawa dalam setiap pendakian yang dilakukan, Rémi pun memiliki keunikan dalam hal perbekalan ketika mendaki. 1,5 tahun tinggal di Indonesia, lidah pria ini sudah terbiasa dengan nasi. Tidak heran, nasi bungkus dengan lauk telur kerap menjadi bekal yang kerap ia bawa kemana – mana, disamping biskuit dan air mineral. ”Nasi bagus untuk energi dan stamina. Membuat saya tidak mudah lapar,” jelasnya.

Kompilasi foto Rémi di beberapa puncak gunung yang berhasil ia jejaki (instagram.com/kakiapi_indonesia)
Kompilasi foto Rémi di beberapa puncak gunung yang berhasil ia jejaki (instagram.com/kakiapi_indonesia)

Menjelajahi 21 gunung yang terletak di 6 pulau, ia kerap berganti – ganti transportasi, mulai dari pesawat terbang hingga ojek. Pilihan moda transportasi yang terbatas ini juga membuat Rémi harus mencoret sejumlah gunung api dari daftar, antara lain Gunung Arjuno, Rao, dan Tambora.

Pengalaman pendakian ini selain sebagai sebuah prestasi tersendiri, Rémi juga ingin menginspirasi orang banyak, terkhususnya warga Perancis bahwa Indonesia jauh lebih indah dari apa yang dibayangkan. ”Bagi orang Perancis, hanya 1-2 gunung berapi di Indonesia yang akrab, seperti Rinjani dan Bromo. Tapi, yang lain mereka tidak tahu. Menurut rencana, saya mau membagikan pengalaman saya ini,” ujarnya.


Sumber: Kompas 

Pilih BanggaBangga30%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi40%
Pilih TerpukauTerpukau20%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara