Lupa Sandi?

7 Kampung Ini Populer dengan Kuliner Khas Nusantara. Yuk Kunjungi!

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
7 Kampung Ini Populer dengan Kuliner Khas Nusantara. Yuk Kunjungi!

Sudah tidak diragukan lagi bahwa indonesia memiliki ragam rupa kuliner, mulai dari Sabang hingga Merauke. Setiap saat setiap masa, selalu ada yang menarik untuk ditelusuri dari kekayaan kuliner negeri ini. dengan potensi tersebut, tidak mengherankan kalau istilah kampung kuliner balakangan ini mulai populer untuk menaikkan animo masyarakat dalam menjajal kuliner – kuliner yang baru, menarik, dan khas dari suatu daerah.

Dilansir dari merdeka.com, beberapa kampung kuliner yang tersebar di berbagai kota di Indonesia ini didapuk sebagai kampung kuliner terbaik di Indonesia, dengan kuliner khas yang siap membuat lidah dimanja dengan nikmat rasanya. Ingin tahu apa saja kampung tersebut? berikut daftar lengkapnya.

Desa Gandu, Magetan

(merdeka.com)
(merdeka.com)

Ingin menikmati ayam panggang khas nusantara? Mampirlah ke Desa Gandu. Desa ini terkenal sebagai sentra ayam panggang yang merupakan salah satu surge kuliner yang populer di Kota Magetan, Jawa Tengah. Sebagian besar warga di Desa Gandu berjualan ayam panggang dengan resep yang bermacam – macam, dengan cara memasak yang hampir sama yaitu ayam kampung dimasak di tungku tradisional, lalu disajikan dalam keadaan terpotong – potong dilengkapi nasi putih, sambal dan lalapan segar.

Soal rasa, jangan ditanya. Resep rumahan selalu menyimpan kekuatan terbaik sebagai penggoncang lidah. Ditambah lagi, ruang tamu atau teras rumah warga yang disulap menjadi tempat makan lesehan sebagai pengganti warung semakin memperkuat atmosfir tersebut. Tidak ada meja dan kursi, kita bisa dengan nikmat mencicipi seporsi ayam panggang dengan bumbu kuning atau pun bumbu merah.

Sanan, Malang

(merdeka.com)
(merdeka.com)

Berkunjung ke Malang akan terasa tidak lengkap tanpa membawa oleh – oleh keripik tempe. Ya, sebagai salah satu kota penghasil tempe kualitas terbaik, mencicipi keripik tempe khas Malang sudahlah merupakan sebuah kewajiban. Dan di Sanan, sentra industri tempe adalah tempat terbaik untuk menemukan keripik tempe dengan kualitas yang tiada duanya. Berbagai produk olahan tempe tersedia di sini, namun tetap keripik tempe lah andalan di Sanan. Tersedia dalam berbagai rasa mulai dari keju, BBQ, jagung bakar, rumput laut, pizza, pedas manis, balado, keju hingga daun jeruk, keripik tempe menjadi salah satu idola dari para pengunjung yang mendatangi Sanan.

Selain itu, beberapa jenis olahan lain yang bisa ditemui adalah keripik buah – buahan, keripik cumi, hingga keripik ceker ayam. Produk - produk lokal yang dikembangkan oleh masyarakat di Sanan cukup banyak yang bisa dicoba sebagai referensi kuliner.

Gang Sate, Ponorogo

(merdeka.com)
(merdeka.com)

Terletak di Jalan Lawu gang I, Nologaten, Ponorogo, disinilah gang sate berada. Kampung ini dikenal luas sebagai sentra dari sate ponorogo yang sudah tidak diragukan lagi kualitas rasanya. Sate di daerah Nologaten ini memiliki keunikan, yakni pada daging ayam yang dipotong dengan irisan tebal memanjang. Setelah itu, sate akan dilumuri dnegan bumbu rempah bawang dan ketumbar terlebih dahulu sebelum dipanggang. Sesekali, sate yang dibakar akan dicelupkan ke dalam larutan gula jawa. Setelah matang, sate akan disajikan dengan bumbu kacang kental dengan irisan lontong.

Bisnis kuliner di Gang Sate merupakan salah satu yang cukup tua usianya adalah Warung Sate Tukri Sobikun. Tempat ini merupakan langganan istana negara, mulai dari Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo. Dalam sehari, warung makan ini bisa menyajikan hingga 7500 tusuk sate.

Kampung Ujung, Labuan Bajo

(merdeka.com)
(merdeka.com)

Indonesia bagian timur tidak pernah sepi dengan kuliner laut yang menggoda. Kampung Ujung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur adalah salah satu sentra kuliner malam yang wajib untuk dikunjungi jika ingin menikmati seafood yang khas. Ikan yang diolah adalah ikan – ikan yang masih segar karena langsung didapatkan dari nelayan begitu mereka kembali dari laut. Inilah yang menyebabkan kualitas rasa seafood di Kampung Ujung adalah salah satu yang terbaik.

Ikan, cumi, kerang, hingga berbagai jenis hidangan laut lainnya diolah dengan berbagai macam rasa dan resep dengan bumbu – bumbu khas berbagai daerah, cukup akrab di lidah wisatawan yang berkunjung ke pulau tersebut. tempat makan pun bervariasi, mulai dari kafe hingga di pinggir jalan.

Desa Gatak, Delanggu, Klaten

(merdeka.com)
(merdeka.com)

Bukan hanya Semarang yang terkenal dengan Lumpianya, sebab desa Glatak di daerah Delanggu, Klaten pun terkenal dengan lumpia khasnya yangbernama Lumpia Dulek. Menariknya, Lumpia Dulek berukuran mini, yakni seukuran jari telunjuk dengan diisi tumis kecambah. Dengan ukuran sekecil itu, lumpia dulek biasanya dijual dalam kemasan plastik yang berisi lima hingga tujuh buah dilengkapi dengan saus manis dan cabe rawit. Harganya pun murah, hanya seribu rupiah per bungkus.

Camilan murah meriah ini biasanya dijual dengan menggunakan sepeda oleh di pedagang keliling. Di Gatak, hampir 20 keluarga yang menjalankan usaha Lumpia Dulek ini. Murah meriah dengan rasa yang nikmat, para pedagang ini bisa menghasilkan hingga seribu buah lumpia dulek setiap harinya. jika lebaran datang, permintaan pun akan semakin bertambah.

Kampung Coklat, Blitar

(merdeka.com)
(merdeka.com)

Kampung coklat di Blitar tidak hanya berfungsi sebagai sentra industri, namun sentra edukasi. Lokasinya berada di wilayah Kabupaten Blitar, tepatnya di Jalan Banteng Blorok 18, Desa Plosorejo Kademangan. Sebelumnya, Kampung Coklat merupakan gudang kakao milik pribadi, lalu dijadikan sebagai atraksi wisata untuk menarik pengunjung.

Di sini, para pengunjung bisa melihat proses penanaman hingga pengolahan biji kakao menjadi coklat. Produk – produknya pun bisa dinikmati hingga dibawa pulang, mulai dari cokelat batangan, minuman cokelat, bubuk cokelat, permen, mie, es krim, hingga brownies coklat. Bahkan, ada kelas memasak dan kelas untuk belajar bagaimana menanam dan merawat tanaman kakao.

Kampung Emas Plumbungan, Gunungkidul

(ardiankusuma.com)
(ardiankusuma.com)

Berada di kawasan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kampung ini adalah sebuah desa wisata yang berdekatan dengan kawasan Gunung Purba Ngalnggeran. Terkenal karena pertanian dan perkebunannya, kawasan ini dihiasi dengan hamparan sawah hijau yang membentang dan sejuk dipandang. Hidangan khas desa seperti pisang rebus, kacang rebus hingga gethuk goreng selalu tersedia di desa ini.

Namun, keunikannya tidak hanya sampai di situ saja. Kuliner khas dair kampung Emas Plumbungan adalah sajian kuliner Berkat Ndalem, yakni sajian ayam ingkung (ayam yang dimasak secara utuh) yang dilengkapi nasi, tempe goreng, urap sayur, sambal goreng tempe, lalapan dan sambal. Berkat Ndalem biasanya disantap beramai – ramai sambil duduk bersila di pinggir sawah. Selain itu, pelengkapnya adalah Wedang Seruni, yang dipanen dari tanaman di kebun milik warga.


Sumber: merdeka.com

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau30%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie