Wow, Mahasiswa UB Ciptakan Sel Surya Berbahan Kulit Kopi

Wow, Mahasiswa UB Ciptakan Sel Surya Berbahan Kulit Kopi

Kulit Kopi © withoutathingtowear.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kota Malang selain dikenal dengan hasil bumi berupa sayur-mayur dan buah-buahan juga memiliki hasil alam berupa kopi. Sebagaimana kopi saat ini menjadi komoditas yang diburu banyak orang, produksi kopi di kota Malang cukup tinggi dan hal tersebut mendorong semakin menumpuknya jumlah limbah kulit kopi. Namun selama ini limbah kulit kopi dibuang begitu saja tampa bisa dimanfaatkan. Menyadari hal tersebut, empat mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Brawijaya memutuskan untuk memanfaatkan kulit kopi untuk sistem Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC).

Seperti diberitakan Prasetya UB, empat mahasiswa tersebut adalah Tomi Setiawan, Wahyu Yudhi Subekti, Siti Sumadyah Nuradyah (Kimia 2014), dan Khusnul Ilmiah (Kimia 2015) tersebut berusaha mempopulerkan jenis sel surya berjenis DSSC yang selama ini belum banyak dikenal di Indonesia. Selain bisa dibuat menggunakan bahan organik, sel surya jenis ini disebut-sebut membutuhkan biaya yang rendah dan memiliki sifat lebih fleksibel dibandingkan dengan sel surya berbasis kaca.

Di bawah bimbingan dosen Dr. Sc. Siti Mariyah Ulfa, M, mereka melakukan penelitian pemanfaatan limbah kulit biji kopi robusta sebagai natural dye dan counter electrode pada fabrikasi Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). Diharapkan dari penelitian ini kopi bisa menjadi menjadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.

Para Mahasiswa Tim peneliti sel surya DSSC  (Foto: prasetya.ub.ac.id)
Para Mahasiswa Tim peneliti sel surya DSSC (Foto: prasetya.ub.ac.id)

Tomi Setiawan yang merupakan ketua tim penelitian menyampaikan, sel surya merupakan suatu perangkat yang mampu mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip fotovoltaik.

"Pada era green technology dan krisis energi saat ini, sel surya terus dikembangkan dengan berbagai inovasi terbaru," kata Tomi.

Penelitian yang dilakukannya membutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan, yaitu dilaksanakan pada tanggal 15 Maret - 10 Mei 2017 dan dilakukan di Laboraturium Kimia Organik, Universitas Brawijaya. Proses pembuatannya dimulai dengan ekstrasitas antosianin, pembuatan counter electrode dan yang terakhir fabrikasi prototype DSSC.

"Selama proses pengerjaan penelitian ini sendiri tidak terdapat hambatan, penelitian ini didukung penuh oleh pihak FMIPA UB," ujarnya.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa purwarupa dari Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) yang dapat digunakan untuk menangkap energi matahari. Namun skalanya masih skala kecil dan masih digunakan dalam skala penelitian.

Sementara itu salah satu anggota tim, Siti Sumadyah Nuradyah mengungkapkan bahwa harapan dair inovasi ini adalah pemanfaatan limbah kopi yang lebih beragam. "Limbah kopi tidak hanya sebatas pada pembuatan pupuk organik dan pakan ternak saja, tetapi diharapkan masyarakat juga dapat meningkatkan daya jual kulit kopi," ujarnya.


Sumber: Prasetya UB

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga74%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi16%
Pilih TerpukauTerpukau5%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Lika-liku Tunjangan Hari Raya di Indonesia dari Masa ke Masa Sebelummnya

Lika-liku Tunjangan Hari Raya di Indonesia dari Masa ke Masa

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim Selanjutnya

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.