Los Angeles, Amerika – Setelah sempat rehat sejenak usai berlaga di SEABA, 14 pemain timnas basket putra diberangkatkan ke Amerika Serikat guna jalani pemusatan latihan (TC). Adapun keempat belas pemain tersebut adalah Arki Dikania Wisnu, Hardianus Lakudu, Christian Ronaldo Sitepu, Kevin Yonas Siterus, Vamiga Michel, Mario Wuysang, Sandy Febriansyakh, Firman Dwi Nugroho, Andakara Prastawa, Abraham Damar Grahita, Ebrahim Enguio Lopez, Vincent Kosasih, Diftha Pratama, dan Ferdinand Damanik.

TC yang diselenggarakan di negeri Paman Sam ini sendiri sudah berlangsung dari 11 Juni 2017 lalu hingga 23 Juni 2017 mendatang. Digelar di Sport Academy, Los Angeles, para pemain asuhan coach Wahyu Hidayat Jati ini menjalani berbagai jenis latihan, mulai dari latihan basket itu sendiri, conditioning, workout individual, hingga pemulihan yang mencakup ice bath dan normatec.

Pelatnas

Menjalani TC di Sport Academy ini, para pemain timnas basket Indonesia memang mengakui adanya perbedaan jelas dibandingkan pelatihan di tanah air. “Di sini selalu ada ilmu basket yang baru. Fasilitasnya TOP. Ya, jadi nggak kaget kenapa pemain NBA sendiri sering datang latihan ke sini,” aku Sandy Febriansyakh, salah satu 3 pointer terbaik Indonesia yang saat ini bermain untuk klub CLS Knights saat dihubungi via surel. Selain dari segi sarana yang dinilai sangat baik, Sandy juga mengaku bahwa kekuatan otot dan keterampilan para pemain sangat diasah melalui banyaknya latihan individual.

Belum berhasilnya timnas Indonesia merebut medali emas di SEABA lalu ternyata menempatkan Filipina sebagai lawan yang dianggap tertangguh dalam SEA GAMES Agustus mendatang. Diikuti oleh Singapura, Thailand, dan Malaysia yang juga patut diwaspadai taringnya. Sebagai salah satu pemain timnas yang juga ikut berlaga di SEABA lalu, Sandy merasa salah satu yang harus semakin diperkuat adalah chemistry atau hubungan para pemain jelang laga di Malaysia nanti.

Meski sempat tidak mendapatkan dukungan di SEABA lalu, untung saja pemerintah masih bersedia menyokong melalui Pelatnas Prima guna hadapi SEA GAMES mendatang. Namun sayangnya, untuk bisa memajukan dunia perbasketan Indonesia dalam jangka waktu panjang, dukungan dari pemerintah dan kesadaran Indonesia sendiri masih jauh dari seharusnya.

Sandy

Semoga semakin banyak jam tanding di Indonesia, liga basket semakin berkembang, pemerintah dari jajaran bawah sampai atas mendukung. Termasuk peningkatan standar sarana di setiap daerah,” ungkap Sandy.

Setelah menjalani TC di Amerika Serikat ini, timnas akan diberi kelonggaran libur sejenak dan direncanakan kembali mengikuti TC di Batam pada 1-14 Juli 2017 mendatang. Lengkap dengan rencana uji coba performa ke Lithuania, salah satu negara yang pernah berhasil mengalahkan Amerika Serikat. Keep up the spirit and break the leg, guys!


Sumber: dok pribadi

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu