Mahasiswa UB Ciptakan Pupuk Alternatif Mikroalga dari Limbah Cair Ikan Layang yang Bernilai Gizi Tinggi dan Ekonomis

Mahasiswa UB Ciptakan Pupuk Alternatif Mikroalga dari Limbah Cair Ikan Layang yang Bernilai Gizi Tinggi dan Ekonomis

(Shilvia -Okki-Ruli-Bagus) © Ahmad Yogi

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Limbah cair seperti yang kita ketahui apabila dibuang secara langsung dapat mencemari lingkungan. Hal ini berlaku pula untuk limbah cair pengolahan ikan layang. Berdasarkan Ditjen Perikanan Tangkap yang dilatsir pada tahun 2007 ikan layang (Decapterus sp.) merupakan jenis ikan laut, yang memiliki produksi perikanan tangkap pada tahun 2006 paling tinggi yakni 52% dari seluruh hasil tangkapan, yaitu sekitar 2.323.365 ton,kata Ruli.

Pengolahan ikan layang terbesar terdapat di daerah Muncar, Banyuwangi Jawa Timur yang menghasilkan limbah cair pemindangan ikan layang cukup melimpah. Sehingga perlu dimanfaatkan salah satunya sebagai media pertumbuhan mikroalga, kata Bagus

Permasalahan baru dalam kultur mikroalga seperti Dunaliella sp. yaitu mahalnya pupuk (PA) Pro Analis. Harga pupuk (PA) walne dijual cukup mahal yaitu berkisar Rp. 500-1000 /mL. Apabila pembudidaya mikroalga mengkultur dengan volume 1 ton maka biaya produksi untuk menghasilkan mikroalga sebesar 1 juta untuk pupuk saja, belum kebutuhan listrik dan lain-lain, kata Shilvia

Limbah cair pengolahan ikan layang mengandung Fe. Fe (besi) dalam pemupukkan mikroalga merupakan unsur mikronutrien yang penting dalam regulasi metabolisme sel dan jika kekurangan Fe akan menekan pertumbuhan sel. Sehingga berpotensi digunakan sebagai pupuk alternatif dalam proses kultur mikroalga, kata Okki.

Melihat multi polemik diatas, empat anak bangsa mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya yang terdiri dari Shilvia Astryanti, Okki Putriani, Arulia Zalni dan Bagus Adi memberikan solusi yaitu BioFeLa, inovasi pupuk organik alternatif berbahan dasar limbah cair pengolahan ikan layang. Dengan adanya pupuk BioFeLa ini diharapkan petani budidaya mikroalga dapat menekan biaya produksinya, dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga83%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang9%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau2%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Coder Cilik Berdarah Indonesia Pukau Bos Apple Sebelummnya

Coder Cilik Berdarah Indonesia Pukau Bos Apple

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim Selanjutnya

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim

Ahmad Suprayogi
@ahmadyogi

Ahmad Suprayogi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.