Lupa Sandi?

Obama Puji Toleransi di Indonesia

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Obama Puji Toleransi di Indonesia

Dalam pidatonya sebagai pembicara utama dalam Kongres Diaspora Indonesia di Jakarta, Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama menyampaikan berbicara tentang "Globalisasi dan Prulalisme". Agenda yang berlangsung Sabtu (1/07) itu, Obama jelaskan berbagai hal yang menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Keragaman merupakan salah satunya.

Keragaman Indonesia, menurut Obama, menjadi kekuatan yang akan membuat Indonesia miliki posisi penting. Tak hanya di Indonesia, namun juga di kancah global. Berikut petikannya.

"Keberagaman merupakan konstitusi Indonesia, yang disimbolkan dengan masjid, kuil dan gereja yang berdiri saling berdampingan. Masyarakat (dari agama berbeda) pun hidup harmonis dalam damai, saling menghormati satu sama lain. 

Semangat tersebut menggambarkan secara utuh Indonesia. Karakter khas ini dapat menjadi contoh baik bagi negara lain di dunia. (Sebagaimana tercermin dalam) Bhinneka Tunggal Ika, yaitu bersatu dalam keberagaman. 

Jika manusia tidak memiliki sikap toleransi dan menghargai, cepat atau lambat masyarakat akan terpecah-belah. Sebab, tidak semua orang menyetujui cara orang lain beribadah.  Jika kita dapat menghargai perbedaan, manusia akan selalu melekat. 

Kita harus saling menghargai satu sama lain. Saya yakin, jika (masing-masing) kita memiliki keyakinan yang kuat, maka kita tak perlu menghawatirkan keyakinan yang dianut oleh orang lain."

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas