Lupa Sandi?

Menunggu Kedatangan Penjaga Angkasa Indonesia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Menunggu Kedatangan Penjaga Angkasa Indonesia

Sejak setidaknya 10 tahun terakhir, Indonesia aktif menambah perbendaharaan alutsista canggih, baik dari barat dan timur. Kita tentu mengenal jet tempur Sukhoi SU-27 dan SU-30 , juga heli serang Mi-35P buatan Russia, tank Leopard 2A6 dan Leopard 2RI, pesawat tempur ringan Tucano buatan Brazil, T-50 buatan Korsel, berbagai jenis kapal perang, dan lainnya. 

Tak lama lagi, yang baru pun akan tiba. Dipesan sejak 2013, heli tempur legendaris AH-64E Apache Guardian akan segera datang ke tanah air, melengkapi kekuatan tempur Indonesia. 

Walau helikopter serang baru milik Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad) baru akan dikirim akhir tahun ini, namun uji terbang telah dilakukan di AS sejak Mei lalu. 

Uji terbang Apache Guardian TNI AD di AS | Wayan Agus
Uji terbang Apache Guardian TNI AD di AS | Wayan Agus

Heli tempur jenis AH-64D Apache dengan kelir khas TNI AD ini terlihat sangat garang dan  menawan. Kabarnya, heli yang akan memperkuat Skadron Serbu 11 di Semarang ini akan dikirim sebanyak tiga unit di tahap pertama. Lima unit lainnya akan dikirim pada awal 2018 mendatang. Total yang akan di terima sebanyak delapan unit.

Program pembangunan kapabilitas alutsista di Indonesia itu dirancang pada pemerintahan sebelumnya, dengan tiga tahap pengadaan: tahap 1 Minimum Essential Force pada 2010-2014; tahap 2 essential forces pada 2015-2019; dan tahap 3 optimum forces pada 2020-2025.

Kelir TNI AD di Apache | Wayan Agus
Kelir TNI AD di Apache | Wayan Agus

Saat ini tahap pertama telah selesai dilakukan dengan realisasi Rp122,2 triliun, atau mencapai target sebesar 74,98%. Untuk tahap kedua dan ketiga, direncanakan akan dialokasikan sekitar Rp157,5 triliun.

Selain Apache, dikabarkan helikopter angkut militer legendaris Chinook juga akan menghiasi langit Indonesia. Kita tunggu

(dari berbagai sumber)

Pilih BanggaBangga70%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi7%
Pilih TerpukauTerpukau11%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata