Lupa Sandi?

10 Pesawat Buatan Indonesia yang Dilirik Banyak Negara

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
10 Pesawat Buatan Indonesia yang Dilirik Banyak Negara

Indonesia patut bangga, sebab memiliki industri pesawat terbang yang menjadi satu-satunya di kawasan Asia Tenggara. PT Dirgantara Indonesia namanya, sering pula disebut PT DI.

Perusahaan milik pemerintah RI ini, didirikan sejak 1976 dengan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur. Tak hanya pesawat, perusahaan ini juga memproduksi helikopter dan senjata. Yang membanggakan, PT DI menjadi sub-kontraktor bagi industri pesawat terbang besar dunia seperti Boeing, Airbus, General Dynamic dan Fokker.

Kerjasama inilah yang membuat Indonesia berkesempatan membuat berbagai jenis pesawat. Meski belum seluruh bagian digarap langsung oleh anak bangsa, pesawat buatan PT DI telah digunakan di berbagai belahan dunia. Mulai dari untuk kebutuhan komersil seperti angkutan penumpang, hingga urusan pertahanan negara seperti helikopter perang.

Berikut adalah 10 pesawat buatan Indonesia, yang dilirik banyak negara di dunia. Daftar ini dikutip dari dw.com.

1. CN295

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Pesawat CN © Jitunews.com

Pesawat multiguna CN295 tidak diproduksi secara utuh di Indonesia. Pada 2011 PTDI membuat kontrak lisensi dengan Airbus Defense untuk memproduksi bagian buritan, termasuk sayap belakang. Selain itu PTDI juga mendapat lisensi untuk merakit CN295 di pabriknya di Bandung. Saat ini sembilan unit CN295 digunakan oleh TNI Angkatan Udara sebagai pesawat angkut.

2. CN235-220 MPA

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Pesawat CN235-220 MPA. © indonesian-aerospace.com

CN235-220 adalah varian terbaru burung besi yang sepenuhnya diproduksi di dalam negeri. Pesawat multiguna bermesin ganda ini paling banyak digunakan oleh militer Turki yang memiliki 59 unit. Hingga kini CN235-220 masih menjadi primadona unggulan PTDI.

3. CN235 Komando Udara

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Keterangan Gambar (© dw.com

Salah satu unit CN235 milik TNI saat ini digunakan sebagai pusat komando udara dan dilengkapi dengan sistem pendeteksi radar. Pesawat ini sempat digunakan untuk mencari bangkai pesawat Air Asia QZ8501 di langit Karimun Jawa pada 2014 silam. TNI juga menerjunkan CN235 untuk membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia.

4. H215 Super Puma

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Helikopter H215 Super Puma. © indonesian-aerospace.com

Enam tahun setelah berdiri pada 1976, PTDI yang dulu bernama IPTN sudah mulai memproduksi helikopter multiguna Super Puma. Hingga kini H215 digemari karena desainnya yang fleksibel dan optimal untuk mengemban misi kemanusiaan.

5. NC212

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Pesawat NC212. © tribunnews.com

Dikembangkan sejak 1971, NC212 adalah pesawat penumpang untuk keperluan sipil. Sejak 2008 silam Airbus memindahkan produksi NC212 sepenuhnya ke Indonesia. Baru-baru ini PTDI meluncurkan versi teranyar NC212-400 yang didesain oleh Airbus di Spanyol. PTDI hingga kini telah memproduksi 105 unit NC212 yang banyak dijual ke negara jiran di Asia Tenggara.

6. EC725 Super Cougar

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Pesawat EC725. © defenseindustrydaily.com

EC725 alias H225M merupakan helikopter multiguna bermesin ganda untuk keperluan militer yang diproduksi secara berbarengan oleh Airbus dan PTDI. Kebanyakan EC725 digunakan sebagai helikopter angkut dan pernah diterjunkan di Afghanistan, Mali dan Libya. Belum lama ini TNI memesan lima unit EC725 dari PTDI.

7. CASA CN-235

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Pesawat CASA CN235 © ferdfound.wordpress.com

CN235 awalnya dikembangkan sebagai pesawat patroli kelautan oleh CASA asal Spanyol dan IPTN yang kini berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia. Lantaran sifatnya yang praktis dan tahan banting, CN235 masih digunakan hingga kini. Belum lama ini pemerintah Perancis membeli lusinan CN235 setelah pengembangan pesawat angkut militer Airbus A400M mengalami keterlambatan.

8. BELL 412EP

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Helikopter BELL 412EP. © airplane-pictures.net

Helikopter yang diproduksi atas lisensi dari Bell Helikopter asal Amerika Serikat ini adalah salah satu produk unggulan PTDI. Tahun 2013 silam TNI menerima enam unit BELL 412EP. Sejak mendapat lisensi PTDI telah memproduksi 63 unit BELL 412EP, sebanyak 30 unit diantaranya dipesan oleh TNI dan Polri.

9. N219

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Pesawat N219. © jakartagreater.com

Pesawat mini N219 didesain dan dikembangkan sepenuhnya oleh PTDI sebagai moda transportasi untuk kawasan pedalaman yang terpencil dan sulit dijangkau. PTDI mengklaim telah mendapat sekitar 200 pesanan dari berbagai maskapai nasional dan pemerintah daerah. Saat ini N219 masih berada dalam tahap akhir pengembangan dan dijadwalkan menjalani uji penerbangan pertama pada pertengahan 2017.

10. AS565 MBe

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Helikopter AS565MBe. © hiveminer.com

Capung besi bernama AS565 MBe ini diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia setelah mendapat lisensi dari Airbus Helicopter. Dilengkapi dengan mesin ganda, helikopter yang di Eropa bernama Panther ini juga digunakan oleh TNI dan Badan SAR Nasional. Panther sejatinya juga bisa digunakan dalam misi medis, perang dan anti kapal selam. (rzn/hp, Sumber: PTDI, Kompas, Airbus, Bell)

Pilih BanggaBangga76%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang4%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau9%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara