Lupa Sandi?

Karya Seniman Grafiti Indonesia dalam Produk Mode Amerika

Adriani Zulivan
Adriani Zulivan
0 Komentar
Karya Seniman Grafiti Indonesia dalam Produk Mode Amerika

Seniman grafiti Indonesia Darbotz kolaborasi dengan perusahaan pembuat perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat (AS), DC Shoes. Karya Darbotz muncul dalam koleksi ransel, kaos, topi, sepatu hingga jaket.

Koleksi ini baru saja diluncurkan oleh DC Shoes Indonesia. Menurut Darbotz pada Jakarta Post, kolaborasi ini menjadi peluang untuk membawa nama Indonesia ke panggung global.

Darbotz dikenal dengan karyanya Cumi-Kong yang menghiasi banyak sudut kota Jakarta. Salah satu karya terkenalnya dapat disaksikan pada fasad dan dinding interior pada bangunan hotel Artotel di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.

Dalam kolaborasi ini, selain menampilkan karyanya yang terinspirasi dari karakter Cumi-Kong, Darbotz juga terlibat dalam pemilihan bahan, mencetak desain gambar, hingga memilih produk. Ia mengambil konsep "Keep Em Dirty" yang menggambarkan situasi kesemrawutan kota besar.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Karya seniman Indonesia Darbotz dalam koleksi sepatu DC Shoes. © DC Shoes

Menurut Manajer Pemasaran DC Shoes Indonesia Yusar Odang, Darbotz dipilih karena ia telah mengembangkan seni jalanan Indonesia. Menurutnya, sepatu DC selalu terkait dengan seni jalanan, sehingga seni menjadi bagian terpenting dari kolaborasi ini.

Koleksi DC Shoes seri Darbots ini diedarkan ke seluruh dunia. Khusus di Indonesia, dapat dibeli di toko Quicksilver dengan harga mulai Rp 299.000.

Pilih BanggaBangga82%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang9%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau9%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADRIANI ZULIVAN

A big fan of Indonesian heritage--from culture to nature, tangible to intangible. Reading and writing as hobby, as well as dedicated work. Interested in urban discussion, disability rights, disaster m ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara