Kimia Farma Lebarkan Sayap ke Arab Saudi

Kimia Farma Lebarkan Sayap ke Arab Saudi
info gambar utama

Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Untung Suseno Sutarjo dan Konsul Jenderal Republik Indonesia Jeddah, Mohamad Hery Saripudin menyaksikan penandatangan Perjanjian Penyertaan Modal antara PT Kimia Farma Tbk dan Dwaa Medical Company anak perusahaan dari Marei Binmahfouz Grup. Kimia Farma akan menjadi pemegang saham mayoritas dalam perusahaan joint venture tersebut dengan 60% kepemilikian saham.

Konsul Ekonomi KJRI Jeddah, Agus Muktamar, mengatakan Konjen Jeddah menyambut gembira realisasi kerjasama antara kedua belah pihak, dan berharap adanya keberlanjutan sinergitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan Arab Saudi.

Lewat kerja sama ini, BUMN farmasi tersebut melakukan ekspansi usaha ke Arab Saudi.


"Sebagai Perwakilan Pemerintah Indonesia di Jeddah, saya menyambut baik penandatanganan perjanjian ini sebagai salah satu langkah awal ekspansi perusahaan Indonesia ke luar negeri. Ke depannya, Indonesia mengharapkan agar fokus kemitraan bisa dikembangkan ke sektor yang lebih luas. Kami siap membantu memfasilitasi dan mempertemukan dengan berbagai calon mitra di Saudi," kata Hery, setelah penandatangan perjanjian di kediaman Sheikh Marei Binmahfouz di Mekkah, Rabu, (19/7/2017).

Didampingi Wakil Promosi Perdangan KJRI Jeddah, Muhammad Syahran, Agus menambahkan realisasi kerja sama tersebut sangat tepat mengingat pada 28 Juli 2017, kloter pertama jamaah haji Indonesia akan tiba di Madinah.


Kehadiran Kimia Farma di sekitar 30 outlet apotek di Jeddah, Mekkah, dan Madinah tentunya akan memudahkan jamaah haji untuk memperoleh penunjang layanan kesehatan terintegratif. Sebagai catatan, di Mekkah dan Madinah juga telah disiapkan Kantor Kesehatan Haji Indonesia.

Kemitraan Kimia Farma dan Al Dwaa juga akan sangat membantu jamaah umrah Indonesia yang sampai pertengahan 2017 telah mencapai angka 850.000, dan Tenaga Kerja Indonesia yang berdomisili di Saudi. Keberadaan apotek tersebut, memberi alternatif bagi Warga Negara Indonesia selain apotek-apotek lainnya yang dikelola oleh pengusaha Arab Saudi.

Dari sisi bisnis, Presiden Direktur Kimia Farma, Honesti Basyir, menegaskan penandatanganan tersebut merupakan keberhasilan Kimia Farma pertama dalam mengembangkan sayap di luar negeri.

"Kami gembira setelah beberapa tahun proses negosiasi, akhirnya hari ini kita mencapai titik temu. Perjanjian ini akan menjadi langkah awal bagi Kimia Farma untuk mengembangkan usaha termasuk melalui rencana pembangunan klinik dan layanan kesehatan lainnya. Dengan kepemilikan saham mayoritas, Kimia Farma berharap dapat melakukan pertukaran model dan bisnis proses dengan mitra strategis kami," tambah Honesti. (wdl/ang)

Sumber: https://m.detik.com/finance/bursa-dan-valas/d-3566898/kimia-farma-lebarkan-sayap-ke-arab-saudi

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini