Sepertinya cukup sulit mewujudkan itu, karena 2020 itu tinggal 3 tahun lagi, dan rasanya kerja sangat ekstra akan dibutuhkan untuk kereta cepat ini bisa dinikmati fasilitasnya. Tapi, itulah yang disampaikan oleh Kemenhub RI. 

Proyek pembangunan kereta berkecepatan 160 km/jam‎ rute Jakarta-Surabaya menjadi proyek berpotensi bakal rampung tahun 2020, katanya.

“Kami berharap 2020 jalur kereta Jakarta-Surabaya rampung terbangun, sebab itu menggunakan lintasan yang sudah, jadi tak perlu tambahan pembebasan tanah,” ujar Budi Karya di Gedung DPR RI, Rabu (05/07/2017) lalu.

‎Jepang ditunjuk pemerintah RI untuk pengerjaan proyek ini dan proyek ini hingga kini masih dikaji Badan Pengkaji dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang melibatkan Jepang, yakni JICA.

Pemerintah memastikan kajian terkait proyek kereta Jakarta - Surabaya akan selesai pada akhir bulan Juli 2017, dan saat ini studi kelayakan tersebut saat ini mencapai 20 persen.  Kajian terkait proyek kereta Jakarta Surabaya masih terus dikembangkan lantaran ditemukan banyak tikungan di jalur yang akan dibuat. Ditemukan lebih dari 100 tikungan di jalur tersebut. Alhasil, biaya untuk revitalisasi jalur kereta api Jakarta - Surabaya berpotensi membengkak.

Shinkansen | Aktual.com
Shinkansen | Aktual.com

Gagasan membangun kereta cepat atau HSR Jakarta-Surabaya sesungguhnya, sudah ada dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) yang dibuat sejak 2011. Namun, rencana tersebut sempat tersisih oleh rencana kereta cepat Jakarta-Bandung.

Jalur transportasi Jakarta-Surabaya sendiri sudah sangat padat dengan berbagai pilihan moda.. Jalur penerbangan Jakarta-Surabaya yang padat sudah menjadi fakta yang tak bisa dipungkiri. Rute penerbangan Jakarta-Surabaya mencapai 150 pergerakan pesawat terbang per hari. Berdasakan OAG Schedules Analyser data 2015, rute penerbangan Surabaya-Jakarta merupakan jalur penerbangan terpadat ke-11 di dunia. Pada 2016 statusnya naik menjadi peringkat ke-9. Diperkirakan ada 3,849 juta kursi dalam penerbangan per tahun untuk jalur Surabaya-Jakarta.  

BPPT menyimpulkan untuk saat ini kereta dengan kecepatan 160 km/jam sudah bisa mendekati layanan penerbangan udara antar dua kota yang estimasinya secara total sama-sama bisa ditempuh dengan waktu 5 jam. Kecepatan tempuh pesawat di udara memang hanya 1,5 jam, tapi bila menghitung proses pra take off hingga landing dan sampai tujuan pengguna jasa, estimasi waktunya tak jauh berbeda dengan kereta. Pertimbangan lainnya adalah soal biaya yang tinggi bila harus membangun kereta cepat di atas 200 km/jam. 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu